Tuesday, 31 January 2012

Ketuk Pintu

Dulu
Pernah kumengetuk pintu
Berharap seseorang membukanya untukku

Namun
harapanku hanya harapan
tak ada jawaban
tak ada yang membukakan

Aku masih menunggu
aku masih bertumpu pada asaku
aku masih setia menunggu
dan menunggu
berharap seseorang membuka pintu

Pada akhirnya
Semua sia-sia
pada akhirnya
semua adalah harapan belaka
semua adalah impian kelam tanpa cahaya

Pada akhirnya
Kuyakini hanya pintu-Mulah yang kan terbuka jika diketuk



Wednesday, 25 January 2012

Kaishe Mujhe (ost Ghajini)





kaise mujhe tum mil gayi, kismat pe aaye naa yakeen 
how did i find you, i cannot believe on my fate

utar aayi jheel mein, jaise chaand utarata hai kabhi 
you descended upon life's placid like, like the moon descends sometimes

kabhi haule haule dheere se 
sometimes, slowly and quietly

gunguni dhup ki tarah se tarnnum mein tum 
like the gleaming sunshine in a warm melody, you...

chhoo ke mujhe guzari ho yuh 
have passed away by touching me as such

dekhu tumhe, ya main sunu 
shall i see you or listen to you

tum ho sukun, tum ho junun 
you are my peace, you are my passion

kyun pehle na aayi tum 
why didn't you come before?

kaise mujhe tum mil gayi, kismat pe aaye naa yakeen 
how did i find you, i cannot believe on my fate


main to yeh sochta tha, ke aaj kal upar wale ko 
i was thinking, that the creator these days...

fursat nahi phir bhi tumhe banaake woh 
has no time, however, he made/created you

meri nazar main chadh gaya, rutbe main woh aur badh gaya 
he (God) has got a higher place in my eyes, and in standing/honour he even increased


badle raaste jharne aur nadi, badli deep ki tim tim 
the roads, spring and rivers are changed, the flash of flame is changed

chhede zindagi dhun koi nahi, badli barkhaa ki rimjhim 
life is playing some new tune, the shower of rain has changed

badalengi rituye ada.., par main rahoongi sada.. 
the seasons will change their style/performance, but i will remain the same

usi tarah teri baahon mein baahe daal ke har lamha har pal 
the same way by casting my arms in your arms, every moment


zindagi sitaar ho gayi, rimjhim malhaar ho gayi 
life has become an instrument, it has become a sound of the mallar

mallar: style of music

mujhe aata nahi kismat pe apni yakeen kaise mujhko mili tu 
i cannot believe on my fate that how did i get you
Sumber: hindi lyric


Tuesday, 24 January 2012

For The Future

Kelak aku tak kan membelenggumu
Kelak aku hanya mengintip bakat terependammu
Kelak aku kan selalu mendukungmu
Kelak aku kan selalu menyemangatimu


Apapun itu pilihanmu
Apapun itu kesukaanmu
Apapun itu kebahagianmu
Apapun itu jalanmu


Asalkan pilihanmu tak melanggar norma
Asalkan kau bertanggung jawab padanya
pada jalanmu, pada pilihanmu itu
pada kehidupanmu itu


Tak sabar hati ini melihat rupamu
Semoga aku sama dengan mereka
Semoga aku bisa memilikimu
Semoga... semoga kau ada
dan kau tertawa di pelukanku





Monday, 23 January 2012

Masih Tentang Angin

Mungkin aku memang terlalu membenci angin
Mungkin aku memang berlari masuk dan menutup pintu rumah agar angin tak membelai rambutku

Ya... mungkin aku masih membenci angin
Ya... mungkin aku masih membenci hembusannya yang menggoda
kelembutannya yang melenakan, ya... aku memang benci...

Tapi... setidaknya kini aku berpikir bahwa ada angin laut dan angin darat yang selalu menyapa dan menggoda nyiur di pantai tanpa pernah meninggalkannya sendirian...


Friday, 20 January 2012

Bukan Tujuan Akhir



Marriage is same with academic graduation
both of them are not the last destination of our life
all is the beginning of our new life
Don't be happy when we pass it.
But... we should think what our next step
Are we ready?



Friday, 30 December 2011

Alphawife

Akhir-akhir ini, aku lagi keranjingan baca buku terbitan Gagas media. Selain covernya yang menarik, ceritanya pun juga asyik. Apalagi sekarang aku lagi keranjingan baca novel yang bercerita tentang masalah-masalah yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. salah satu yang menarik adalah novel yang berjudul "Alphawife".

Yup. Alphawife yaitu seorang istri yang sangat bereperan dominan dalam rumah tangga. selain itu, alphawife diidentikkan dengan pendapatan si istri yang lebih besar dari suami. Dan terkadang, masalah ini dapat menimbulkan banyak konflik rumah tangga. Contohnya saja si istri menjadi egois dan memandang rendah si suami karena si istri merasa mampu melakukan semua hal tanpa si suami, gunjingan dari orang-orang sekitar, atau suami yang merasa tidak dihargai lagi.



Alphawife mungkin saja dapat terjadi pada kita semua. jadi... nggak ada salahnya baca novel yang satu ini. Selain menceritakan tentang konflik-konfliik yang terjadi karena masalah alphawife, kita juga akan menemukan solusi-solusinya.


Friday, 23 December 2011

Talk Less, Do more

Seminggu yang lalu, tanpa sengaja aku nonton malam Inagurasi. Di sana banyak sekali penampilan dari berbagai jurusan di fakultas tempatku menuntut ilmu.Dan yang buat aku tergelitik untuk menulis tulisan ini adalah ketika aku menonton sebuah pertunjukkan dari salah satu jurusan di fakultasku. Pertunjukan tersebut, kalau gak salah, berjudul "Pemuda Dari Masa Ke Masa". Formatnya seperti drama yang menggambarkan pemuda dari zaman pra kemerdekaan sampai saat ini.

Dari pertunjukkan itu, aku menangkap bahwa pemuda dulu dan pemuda sekarang sangat berbeda. Para pemuda dulu digambarkan sebagai sosok-sosok yang sangat peduli pada bangsa dan negara. Mereka digambarkan turun ke jalan berdemonstrasi menuntut pemerintah, misalnya saja kejadian bulan Mei 1998 (kalo gak salah) atau penuntutan kaum muda atas Bung Karno untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun, pemuda pada saat ini digambarkan dengan sosok-sosok yang apatis dan egois serta hanya memikirkan diri mereka masing-masing.

Hmm. Tapi menurutku, peduli pada bangsa kita, bukan hanya dengan turun ke jalan ikut aksi demonstrasi. Yah. Walaupun pemuda zaman sekarang banyak yang apatis dengan lingkungan sekitar, termasuk negara kita tercinta ini, tapi di sisi lain, masih banyak kok yang peduli pada negara dengan cara yang berbeda. Menuruku pribadi, cara yang mereka gunakan lebih ampuh dan lebih kelihatan manfaatnya daripada turun ke jalan dan berkowar-kowar. Ya. Mending kalau pemerintah mendengar aspirasi kita, kalau nggak? Sia-sia kan? Mungkin karena aku adalah seseorang yang sangat menjunjung tinggi pribahasa "Talk Less, Do more" hahaha.

Kalau kita sudi melihat ke sekitar kita, kita akan menemukan pemuda-pemuda yang masih peduli dengan negaranya. Contohnya usaha hunian murah yang diperkenalkan oleh Elang Gumilar. Usaha ini sangat berguna demi membantu masyarakat menengah ke bawah untuk memiliki penghunian yang layak dengan harga terjangkau. Contoh satu lagi yaitu, pemuda-pemuda yang mau terjun ke pedalaman Indonesia untuk mengajar lewat program Indonesia mengajar.

Than... banyak kok hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Indonesia untuk membela tanah air kita. Dan sekarang, kembali ke diri kita masing-masing. Mau pilih yang mana?

Diselesaikan di perpustakaan FIB
sebelum kuliah Seminar Sastra dan Bahasa Arab

Tuesday, 13 December 2011

Luz Clarita

Lo que más te hace falta
si quieres estar en el sol y el aire
Lo que más te hace falta
si lo bello de este mundo es gratis

Si corre en ti una ilusión
se amanece y te empapas de amor
si mi mano te da su calor
lo que màs te hace falta

Luz clarita, luz clarita
en la oscuridad Dios puso una luz
una lágrima se vuelve flor

Luz clarita, luz clarita
por el amor que habita en tu corazón
una lágrima se vuelve flor




Sunday, 4 December 2011

Ukuran Sebuah Kepuasan

Ini sudah masuk awal bulan Desember dan artinya kurang lebih dua bulan aku mengajari Judy bahasa Indonesia sambil "mangkal" di ruang minum INCULS. Well. Dulu pernah ngersa nggak nyaman di INCULS gara-gara si cewek odong-odong itu (yah begitulah aku menjulukinya). Konon katanya cewek itu anak Sastra Inggris angkatan 2011. Anak baru yang udah berasa lama aja idup di FIB dan berasa menyatu aja dengan INCULS padahal bukan tutor INCULS. Cewek yang kerjanya ngerecoki tutorial orang dan gak mau kalah karena saat ketemu bule yang bisa bahasa Turki eh minta diajarin bahasa turki. Ketemu orang yang bisa bahasa Prancis, eh minta diajarin bahasa Prancis (kayaknya lama-lama tuh cewek minta diajarin bahasa kalbu kali yah). Dan yang paling nyebelin banget, tuh cewek suka ngerecoki jam tutorial seperti ngajak breakfast saat jam tutorial, ikutan nimbrung saat jam tutorial, dan minta diajarin bahasa si bule saat jam tutorial. Uhhh. Bener-bener buat BT dah.

Tapi terlepas dari itu semua, aku seneng banget karena gak nyangka kalo Judy, orang yang aku tutori, termasuk cepat menguasai bahasa Indonesia. Padahal baru dua bulan dia belajar bahasa Indonesia. Senang banget denger Judy rajin mempraktekkan bahasa Indonesianya walaupun masih terbata-bata dan salah ucap. But it's okey. No problem. Namanya juga belajar, apalagi belajar sebuah bahasa yang bukan bahasa ibu kita.


Dari sedikit pekerjaan yang sedang kulakoni ini, aku mendapat sebuah pelajaran berharga, yaitu jangan pernah malu untuk mencoba berbicara bahasa yang sedang kita pelajari walaupun masih acak kadut. Semuanya kan memang butuh proses dan gak pernah bisa instan. selain itu, aku makin mantap untuk berpendapat bahwa kepuasan dalam mengerjakan suatu pekerjaan bukan karena gaji yang didapatkan, tetapi manfaat apa yang bisa dibagikan.


Aku berharap semoga aku bisa berbuat lebih dalam pengajaran bahasa Indonesia ini dan semoga aku masih mampu untuk mengajari Judy bahasa Indonesia dan berbagai budaya Indonesia. Yah. Aku pasti bisa!

Friday, 18 November 2011

Menurut Saya



Menurut saya:

Kuliah itu bukan untuk cari kerja, tapi kuliah itu untuk cari ilmu. memang sih, munagkin dulu masih relevan pertanyaan 'kalo aku kamu masuk jurusan ini, nanti aku jadi apa yaat?', tapi jaman sekarang sih udah gak relevan aja. Buktinya bisa dilihat di sekitar kita loh! Banyak lulusan dari jurusan bergengsi atau bahkan universitas bergengsi yang masih luntang-lantung.

Menurut saya:

Semua pekerjaan di dunia ini mulia dan bermanfaat.Yang penting pekerjaan itu halal dan bisa membagi manfaat untuk orang lain. Pekerjaan yang hebat di muka bumi ini bukan hanya menjadi dokter atau pegawai bank aja kok

Menurut saya:

Sebuah kebahagian tidak bisa diukur dari segi materi saja.

Menurut saya:

Terkadang kepuasaan menjalani suatu pekerjaan bukan karena gaji yang didapatkan, tapi manfaat apa yang dapat dibagikan. Jika kamu jadi guru, maka bagikanlah ilmu yang kamu punya. Jika kamu jadi pengusaha, berilah lapangan kerja kepada orang sekitarmu. Atau jika kamu jadi seorang pegawai negeri, berikanlah pelayananmu terhadap masyarakat dengan baik.

Wednesday, 9 November 2011

Eres El Agua


Toco tu mano y nada me asusta, miro tus ojos y me hago inmortal

muerdo tus labios y acaban mis dudas, beso tu frente, sé la verdad

Digo tu nombre, me hago gigante, sueño tu pelo y encuentro la paz

corro a tu pecho, hierve mi sangre, huelo tu rastro y me pongo a andar

Ya lo ves, me derrumbo sino puedo verte

para juzgarte hasta la mala suerte cada noche que te vas

Oigo tu risa y creo en los milagros, siento tu abrazo y puedo volar

caigo en tus redes y me hago tu esclava,sigo tus pasos y soy libertad

Eres la llave que abre mi alma, eres el agua que mata mi sed

casi todo lo eres, yo soy casi nada,la nube q pasa y q no quieres ver

Busco tu sombra, tengo ilusiones,pierdo tu aliento y empiezo a temblar

toco tu vientre, nacen canciones, miro tu pena y rompo a llorar

Toco tu mano y nada me asusta, miro tus ojos y me hago inmortal

muerdo tus labios y acaban mis dudas, beso tu frente, sé la verdad

Ya lo ves, pierdo los sueños de mi adolescencia

pierdo batallas cada día que empieza al saber que no vendrás

Oigo tu risa y creo en los milagros

Ya lo ves, me derrumbo sino puedo verte

para juzgarte hasta la mala suerte cada noche que te vas

Oigo tu risa




Sunday, 6 November 2011

Seandainya Berandai-andai

Ehm. Yup. Aku ngaku deh, kalo salah satu hobiku adalah menghayal dan kalo lagi mood banget, aku sempat menuangkan hayalanku itu di ms wordnya si Buto Ijo. So tadi siang iseng-iseng aku buka lagi deh file-file lama tempat aku menuangkan hayalanku. Sumpah! Ngakak abis deh. Beuh. tulisan-tulisan itu penuh dengan kegalauan. Hahahahaha. 

Trus... trus... ngeliat tulisan itu. Tulisan berupa cerpen yang berjudul Cinta di Lapangan Merah. Sumpah ngakak abis deh baca cerpen itu. Dan sialnya cerpen picisan nan norak plus kampungan itu adalah cerpen buat tugas mata kuliah Menulis Kreatif yang dibukukan dan diperbanyak. Huwaaa! Sumpah deh! Tambah memalukan! Malu! Malu berat! Hehe *cengengesan.

Ya sudah terlanjur basah. Aku buka deh file itu dan kubaca satu-satu. Well. Isinya malu-maluin bangettt. Hahahaha. Serem dan buat aku sakit perut melebihi sakit perut akibat makan cabe rawit 30 biji di warung Mas Kobis*Lebay. Dan nggak tau kenapa. Entahlah. Tiba-tiba inget ama someone yang dulu sekali pernah muncul bak jin botol dalam kehidupanku. Dan celakanya. Hobi terhebohku, yaitu menghayal, tiba-tiba hadir dalam benakku. Menari-nari mengelilingi kepalaku. Dan aku mulai menghayal lagi sambil senyam-senyum sendiri kayak orang sakit gigi. Hmmm.... Seandainya... andai... andai... jika nanti begitu dll *sambil ngeces air liur setangki.

Ah... Sudahlah... aku gak pernah berharap lagi. Well. Aku memang suka menghayal, tapi terkadang gak sudi juga sih cerita hidupku seperti cerita-cerita hayalanku itu. Hahahaha. Well. Well. Selanjutnya cukup I hide inside my deep mind aja hihihihihhi

Ditulis di MK Cafe dengan dalil awal pengen ngerjain makalah seminar proposal skripsi

Friday, 28 October 2011

Tak Pernah

Aku tak pernah menyesal ketika takdir mempertemukan kami
Aku tak pernah menyesal pernah mengenalnya
Aku tak pernah menyesal telah membiarkannya masuk ke dalam dua tahun kehidupanku
Aku tak pernah menyesal, sungguh tak pernah menyesal
walau pada akhirnya dia telah memporak-porandakan istana cinta yang kubangun dalam hatiku diam-diam
Aku tak pernah menyesal, sungguh aku tak pernah menyesal
walau akhirnya dia membuat layu kebun cinta yang kurawat dalam hatiku diam-diam.
Aku tak pernah menyesal, sungguh tak pernah meyesal
karena inilah hidup
inilah lika-likunya
inilah jalannya
inilah hidup


Cinta... cinta... cinta... anugrah atau petaka? Ah,aku tak mengerti... atau belum mengerti


 Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya
aku tak pernah menyesal berjalan menyusuri jalan bebatuan bersamanya
aku tak pernah menyesal menatap tugu itu bersamanya
aku tak pernah menyesal, sungguh tak pernah menyesal
aku tak pernah menyesal membiarkan pikiranku dirasukinya
aku tak pernah menyesal membiarkan jantungku berdegup kencang karena perhatiannya
aku tak pernah menyesal sungguh tak pernah menyesal
walau pada akhirnya dia pergi begitu saja bagai angin 
walau akhirnya dia lenyap
walau akhirnya dia membuat kesakitan dalam hati ini
tapi sungguh aku tak pernah menyesal pernah menyemai bunga-bunga cinta yang hanya beberapa hari di hatiku
sungguh tak pernah menyesal
tak pernah menyesal, tak pernah menyesal
karena kuyakin ada hari baru di sana
ada harapan
ada cita
ada asa
dan ada cinta yang menunggu, ya, cinta, cinta, cinta
cerita tiada akhirnya

Thursday, 27 October 2011

Gak, gak, gak jelas...

Niat awal sebenernya pengen ngeblog dan nyampah tentang sesuatu (tanpa banget kayak Syahrini), tapi buntut-buntutnya malah search model-model baju pengantin Minangkabau. Wuahahahahahahahahaha. Heran sendiri bagaimana ini bisa terjadi. Ah. Tadi tuh sepertinya gara-gara liat kumpulan poto temen-temen ma'had dulu deh.Trus tiba-tiba ngeliat potonya salah seorang teman yang pake baju pengantin Minangkabau warna perak berkolaborasi dengan warna ungu. Buat geces aja deh. Mupeng abissss.


Warnanya itu loh. Rancak bana! perak dipadankan dengan ungu. Humm,,, cantiknya!!!! *masih tetep ngeces. Wew, besok kalo tiba giliranku, aku mau make baju pengantin Minangkabau yang warna ungu ditaburi manik-manik perak dan so pasti ditambah dengan suntiang bunga serunai tujuh tingkat yang berwarna perak juga.


Well... belakangan ini suka ngayal, hmm mungkin karena pengaruh pembuatan proposal skripsi yang kudu serius dan gak bisa dipercandain deh. Makannya, belakangan ini gak pernah menulis tulisan yang rada serius dikit di SATE PADANG ini. Weleh...proposal skripsi dijadikan kambing hitam. Hihi.


Udah malem ternyata. Ya sudah segini dulu deh. Mungkin besok aku bisa menulis tulisan yang rodo berbobot sitik. Good night yo!



Wednesday, 26 October 2011

Gamang





Sore yang...? Ah entahlah, susah sekali untuk mendeskripsikannya. Yang jelas sore ini, aku duduk dan berkutat dengan dunia maya di sebuah warnet yang tidak jauh dari kost. Sengaja aku bertandang ke warnet ini untuk sekedar refresh otak yang sedang semrawut gara-gara dipake buat ngerjain proposal skripsi dan membuat tulisan tentang matrilineal di Minangkabau.

Iseng-iseng aku melihat dan mengubek-ubek FB temen-temen pondokku yang udah pada berstatus menikah dan udah punya anak. Wuihhh... salut banget deh akikah. Coba aja aku yang di posisi mereka, mungkin aku gak sanggup. Bayangin aja... saat ini adalah waktunya untuk bersenang-senang menikmati hidup setelah kurang lebih tujuh tahun tinggal di pondok pesantren. Saat ini waktunya mencari kesibukan diri seperti kuliah, kerja, main dengan teman-teman dan semua kegiatan untuk menyenangkan diri tanpa di bebani sesuatu pun. Pokoknya sih, for me, it's the time to enjoy my self without thinking of someone like a husband or child. So... kalo aku ngeliat temen-temen yang menikah dan udah pada punya anak, aku acungin dua jempol deh. Two thumb up!

Sebenarnya sering terpikir, bahwa pasti suatu saat aku akan berada pada fase yang sama. Memikirkannya saja bisa membuatku ngeri dan gamang setengah hidup. Kira-kira apa yang terjadi ya? Can I do all my resposibilty? Bisakah aku mengurus suami? Rukunkah aku dengan suami? Or can I take care of my children? Can I make my family happy? Arrgghhttt! Berjuta-juta pertanyaan masih terngiang-ngiang di otak ini. Mau gak mau ya kudu dpikirkan karena suatu saat pasti aku akan mencapai fase itu. So... aku teringat sebuah kalimat mutiara "Untuk melampaui sesuatu, kita harus melewatinya". Trus pada akhirnya... dijalani saja kehidupan ini sampai waktunya tiba.

Oh Lord! Help me please! 

(Lagi galau tingkat dewa)

Saturday, 22 October 2011

Viva La Vida

Hmm. Ternyata waktu cepat sekali berjalan. Here I'am. Di pertengahan bulan Oktober tahun 2011. Aku masih di sini menikmati hari. Menikmati kericuhan suasana menjelang seminar proposal skripsi. Menikmati? Well. Aku memang menikmati. Yeah. Menikmati kericuhan, kebingungan, kepusingan seputar seminar dan tetek bengeknya. Well. Semuanya harus aku nikmati agar aku merasa enjoy dan tidak terbebani dengan ini semua. Sulit memang, tapi apa salahnya mencoba. Di sela-sela kericuhan menjelang seminar, masih ada hiburan-hiburan kecil yang menghiburku. Well. I tell you that is not the real entertaiment. Sekali lagi, aku masih menganggap kericuhan lain yang terjadi dalam hari-hariku ini adalah hiburan. Yeah. Bergaul dengan anak-anak INCULS yang beda bahasa, beda budaya, bahkan beda watak. Kadang gondok, tapi kadang menyenangkan. Sekali lagi kukatakan... Dinikmati saja semuanya. 

Yeah. Terkadang bersyukur sekali diri ini mendapat kericuhan yang mengisi hari-hari. Kenapa? Karena aku bisa melupakan semuanya melupakan dia, dia, dan mereka. Yeah. I'am fine wthout them. Aku baik-baik saja tanpa mereka. Mereka? Yup. Mereka yang telah mengisi hari-hariku dan meninggalkanku begitu saja. Tapi biarlah. Toh... saat ini, sedikit demi sedikit aku mulai menghapus mereka dari pikiran dan juga hati. Yah... Tidak ada lagi waktu untuk mengagumi, tidak ada lagi waktu untuk menduga, dan tidak ada lagi waktu untuk termenung memikirkan mereka dan mengharapkan mereka.

Saat ini waktu untuk menikmati hidup. saati ini waktu untuk menyongsong masa depan. Saat ini hanya utuk "Viva La Vida". Yeah. Sudah cukup aku begini. Yeah. Cukup dua kali saja seperti ini. Yup, aku harus tetap semangat dan keraskan hati ini. Viva La Vida!




Saturday, 15 October 2011

Suntiang



Dulu aku mengagumi warna perak. Apalagi jika warna perak menari dan berkolaborasi dengan warna biru tua. Kata orang kolaborasi perak dan biru itu jelek. Norak. Suram. Gak bagus. Tapi entahlah. Aku suka. Karena suka sekali dengan kolaborasi warna tersebut, aku berhayal jika suat saat, jika sampai pada masanya, aku akan memakai baju pengatin tradisional Minangkabau berwarna perak dan biru tua lengkap dengan suntiangya. 

Ya. Suntiang besar setengah lingkaran berwarna perak mentereng. Suntiang besar  seperti kipas lipat yang dibentangkan. Suntiang perak yang mengkilap dan dihiasi oleh kelopak bunga tujuh tingkat, gambar dua burung kecil yang saling berhadapan, serta untaian perak di sebelah kanan dan kirinya. Ingin suatu saat nanti aku memakai suntiang perak itu dengan baju pengantin Minangkabau yang berwarna biru tua ditaburi payet dan bordiran kain perak. Hmm. seperti langit subuh yang bertabur cahaya bintang. Cantik. Segar. menyejukkan hati.

Kemarin saat pergi ke sebuah acara baralek, aku melihat anak daro-nya memakai suntiang perak. Tapi warna perak itu tidak berkolaborasi indah dengan warna biru tua seperti hayalku. Suntiang perak tinggi itu berkolaborasi dengan warna ungu. Indah. Menawan. Elegan. Hmm. Indah sekali kupandang dua kolaborasi itu.

Tapi apapun warnanya, suatu saat aku sangat ingin memakai suntiang perak tujuh tingkat bertabur bunga Serunai itu. Walaupun aku bukan gadis asli Minangkabau, suatu saat aku ingin suntiang perak itu bertengger manis di atas kepalaku. So I'll close my eyes. And when I open my eyes, I'll find someone who stand beside me holding my hand. Yah. (Menghayal dikit)  

Monday, 10 October 2011

N I C E itu menyenangkan

Good afternoon, guys!
Hmm. Apa yang aku rasakan saat ini? Yup. Interesting! yeah. Senang. Menyenangkan. Bahagia. May be for the other people, what I feel now is not important thing in the world But for me, it's really interesting. Yup. Semster ini jadwal kuliah memang sudah bolong dan (hampir) kosong. Tapi, alhamdulillah dapat kesempatan jadi tutor mahasiswa asing di INCULS.Nice, nice, nice dan bersyukur banget dikasih kesempatan ini. Buatku, this chance is important and precious chance that I ever got. Yah. Ini semua adalah the power of God. Kekuasaan Tuhan yang mampu membalikkan hidup dari hal yang menyedihkan menjadi hal yang menyenangkan seperti layaknya manusia membalikkan telapak tangan. Yap. Hanya Tuhan yang bisa.

Well. Senang rasanya bertemu dengan orang-orang from the other continent and the different culture. Tugas kita sebagai tutor sebenarnya adalah membantu mereka belajar Bahasa Indonesia dan mengenalkan budaya-budaya Indonesia. So, kesempatan kali ini, aku menjadi tutor untuk seorang mahasiswi asal egypt. Her name is Shaima (baca: Shaime). She is a teacher of Cairo University in agriculture department. She is married. And she comes here with her husband, Husein. When I haven't meet her and her husband, I thought that she like egyptian women in the Nawal Sha'dawi's novels. But, when I met here. Hmm. She is different. She is smart and interesting. Shaime and her husband is very ideal couple. Nice to meet them. I wish I can teach you Indonesian and show you tradisional culutre of Indonesia.

So. The second is Judy. She comes from Madagaskar. Judy menyenangkan. Judy bilang that her mother language is French. Olalala. jadi inget kalo aku pernah belajar Bahasa Prancis walau cuma satu semester. Hehehe. Menurutku, Judy sangat bersemangat belajar Bahasa Indonesia. Nice!

Oh ya, satu lagi yang aku temui di sini. Hmm. Kalo boleh GR, sepertinya orang luar tuh interest banget sama senyuman orang Indonesia. Hahaha. Untung senyum gratis yak! Kalo harus bayar, kasian mereka gak bisa menikmati senyum kita. Wkwkwk. Kidding. So Just keep our smile! :)


Saturday, 8 October 2011

Ini

ENTAHLAH... MUNGKIN INI COBAAN TUHAN DI TENGAH-TENGAH KEWAJIBANKU UNTUK BERKONSNTRASI MENGERJAKAN PROPOSAL SKRIPSI


ALLAH... 
HANYA KESABARAAN TIADA BATAS YANG KUPINTA...


APA YANG KURASAKAN? ENTAHLAH
MUNGKIN MARAH, MUNGKIN KECEWA, MUNGKIN SEDIH, MUNGKIN WAS-WAS, MUNGKIN JUGA PENYESALAN YANG TIADA BERGUNA


AKU BUTUH KETENANGAN SAAT INI TUHAN...
KEMANAKAH KAN KUCARI DENGAN SISA KEKUATAN INI?

RAGU, TAKUT, TAPI SETITIK CAHAYA KEYAKINAN SELALU MENYELINAP. AKU YAKIN ADA HIKMAH DI BALIK SEMUA KEJADIAN INI.

AKU YAKIN, TUHAN TIDAK AKAN MEMBEBANI HAMBANYA DENGAN COBAAN YANG TIDAK BISA DIPIKUL HAMBANYA.

AKU HARUS KUAT, AKU HARUS TEGAR, YAH HANYA ITU
MUNGKIN MALAM INI, IZINKANLAH AKU MENCUCURKAN AIR MATA, TUHAN?

MUNGKIN ADA KETENANGAN YANG TERBERSIT SETELAH KULUAPKAN KESEDIHAN INI....

SABAR, SABAR, SABAR. MUNGKIN KESABARAN MANUSIA ADA BATASNYA, TAPI HARUS TETAP BERSABAR, TEGAR, TETAP USAHA, TETAP IKHTIAR, TETAP BERDOA, BERTAWAKAL...

TUHAN
KUATKAN AKU
KUATKAN AKU
KUATKAN AKU
KUATKAN AKU 

Wednesday, 5 October 2011

Menikmati Hari

Here I'am, under the light of the sun and standing on my own feet, walking trought the empety street or sitting oi the middle of the weadow. Yah. Aku masih di sini, di antara keramaian manusia bumi. Menikmati semua yang diciptakan-Nya. Menikmati nikmatnya sisa hidup ini. Menikmati indahnya masa-masa semester akhir di UGM. Aku nikamti sesukaku setiap kritikan dan masukan seminar proposal skripsiku, aku nikmati juga mengitung dengan Bahasa Spanyol atau mendengarkan dosen Antropologi bercerita tentang suku Minangkabau. Yap. Menikmati semuanya sendiri without tingking of him or him or them yang pernah merusak dan mengacaukan pikiran ini. Yup. I wanna free! I wanna free like I feel now.


I just wanna show them that I'am not a girl who has breaking down mental especially in the love trouble. Yeah! I'am a strong girl. I'am a wonder girl forever!!! (Narsis haha). What ever... I can do it all by my own self. I believe it!!
 

Sate Padang Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang