Monday, 16 April 2012

Over The Rainbow


Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I heard of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me.

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?


Thursday, 12 April 2012

HGN (Hari Galau Nasional)


Kulihat sosok itu berdiri di ambang pintu tua. Dia tersenyum manis walau hanya senyuman sebaris. Tuhan. Mengapa kau takdirkan pertemuan ini? Ah. Seharusnya bukan pertemuan ini yang kusesalkan. Seharusnya diri ini yang kusalahkan karena cepat terbuai oleh hembusan buliran-buliran angin yang terlalu menyejukkan. Seharusnya lebih kujaga lagi hati ini agar tak terjatuh lagi dan tepecah menjadi kepingan-kepingan. Berserakan. Menyakitkan sungguh! Betapa tak ingin terulang lagi kisah dua tahun dan kisah dua minggu itu. Rasanya sungguh menyakitkan.

Cinta? Menikah? Makanan Apa Itu?


Aku tak mengerti apa itu cinta, menjalin kasih (pacaran), apalagi menikah ato apa yang akan terjadi setelah pernikahan nanti. Ah! Membayangkannya saja sudah membuat bulu kudukku merinding kayak nonton pilem Juon. *Lebay. Gak berani. Gamang. Mungkin aku beda dari teman-teman cewekku yang lagi menggebu-gebu kebelet nikahlah, kebelet punya babylah. Malah teman-teman pondokku udah banyak yang punya anak. Aku? Aku masih stay the same cuek-cuek bebek sama masalah yang satu ini. Untuk masalah sekrusial ini lebih baik let's it flow aja deh. Biarkan mengalir dan berlabuh di pelabuhan cinta yang indah pada saatnya nanti. Yakin aja Tuhan sedang membimbingku. Hehehe

Buatku perjalanan menuju pernikahan itu bagai perjalanan kita meraih cita-cita yang kita rencanakan. Dulu ketika kita kecil, kita memiliki sebuah cita-cita. Kemudian di SMA kita belajar berusaha mati-matian mengejar jurusan-juusan di perguruan tinggi sebagai langkah awal meraih cita-cita yang didambakan. Kadang beruntung, kadang buntung. Yang beruntung, ya monggo dilanjutkan usaha untuk meraih cita-citanya. Yang buntung, ya silahkan ganti cita-cita kayak saya. Hehe. Namun ketika lulus, lapangan kerja sedikit dan otomatis persaingan untuk mencapai cita-cita  yang kita dambakan itu lebih ketat *kecuali manusia yang berkecimpung dalam dunia entrepreuner. Alhamdulillah saya berada di dunia tersebut. Bahagia. Oke balik ke topik semula. Di fase ini, biasanya akan terjadi lagi buntung dan beruntung. Bagi mereka yang lolos, sok silahkan dinikmati cita-cita itu, bagi yang buntung, banting stir aja deh! Hehe.

Sama seperti perjalan menuju pelaminan. Sebelum pernikahan itu terjadi, kita berusaha mncari sesosok yang dianggap cocok menemani kita kelak di pelaminan. Namun pada perjalanannya, terkadang hubungan kita bisa langgeng, kandas, atau putus nyambung. Bagi yang beruntung, yuk mari unuk merencanakan tahap selanjutnya. Bagi yang buntung, ya silahkan cari lagi. Dan ketika pernikahan itu sampai pada waktunya, bisa jadi akan terjadi  bukan dengan sosok orang yang menjalin kasih dengan kita dulu.

Bunda Snack Impian

Tanggal 3 Mei 2011. Tanggal dimana aku menjatuhkan pilihan menjadi seorang entrepreuner bersama dengan lima orang temanku.Nggak kerasa sebentar lagi setahun jalan ini sudah kutempuh. Banyak halangan, rintangan, tapi tidak sedikit juga suka-suka dan kegembiraannya. Semoga inilah jalan yang benar, jalan yang diridhai Tuhan. Amin.

Oh ya... selain merintis usaha bersama teman-teman, aku ingin sekali memajukan catering kecil-kecilan mamaku. Alhamdulillah, teman-teman Parapluie kasih support yang sangat besar. Setidaknya pengalaman penerbitan yang hampir setahun ini bisa dimanfaatkan untuk catering mama. Amin. Ngomongin soal catering. Sebenarnya catering yang dirintis mama itu adalah ketering iseng-iseng untuk nambah-nambahin pemasukan rumah tangga. Biasanya nerima nasi kotak, snack, hantaran untuk pernikahan, kue pengantin, kue ulang tahun dan lain sebagainya. Tapi yang paling rutin adalah pesanan kue kering dan basah pada saat Lebaran. Bisnis kecil-kecilan ini sebenarnya sudah dirintis mama sejak aku masih duduk di kelas 5 SD. Lumayan sudah lama bukan? Dan iseng-iseng, mama memberi nama cartering tersebut "Bunda Snack".

Dulu mama sering ngeluh soalnya anak-anak beliau nggak ada yang mau terjun ke dunia tata boga. Mama sempat panik kalo barang-barang seperti oven, loyang, dsb itu akan sia-sia jika mama sudah nggak mampu menjalankan catering itu lagi. Sedih juga sih dulu. Soalnya seorang karyawan mama pernah bilang bahwa dia ingin sekali bisa punya catering kayak mama, tapi dia nggak bisa karena keterbatasan ekonomi. Sempet terpikir sih untuk berbuat seuatu, tapi bingung dan nggak berani mengambil langkah karena belum punya pikiran untuk keluar dari zona nyaman, terjun ke dunia wirausaha.

Namun setelah hampir setahun perjalanan bersama tim Parapluie, finally aku putuskan untuk mencoba terjun lebih dalam lagi di usaha catering mama.Kalo dulu aku cuma beli bahan kue, packing, ato sekedr bantuin menghias kue, sekarang aku mau coba yang baru, menjadi owner dan seksi sibuk sana-sini. Kemaren udah bilang ke mama tentang rencanaku ini. Mama empet terkejut dannyeletuk nanyain apa aku  yang seorang mahasiswa nggak malu jualan kue. Aku jawab aja kalau zaman sekarang pertanyaan tersebut udah nggak relevan lagi untuk ditanyakan. (Pengen dijabarin, tapi kayaknya kepanjangan deh)

Langkah pertama, aku harus membuat 'aturan main' catering tersebut. Aku harus punya kaki tangan yang bisa kupercayai. Than, aku butuh:

1. Kasir. Tugasnya otomatis mencatat semua pesanan yang masuk. Jadi,semua orang hanya bisa melakukan pemesanan lewat kasir termasuk juga orang yang re-seller kue kering. Setelah itu, kasir bertugas menempelkan pesanan yang sudah masuk ke steroform dan mengurutkannya dari yang pertama pesan sampai yang baru. Kasir juga menerima uang dari pembeli dan mencatatnya lalu melaporkan kepada bendahara.

2. Bendahara. Ini berfungsi untuk mencatat keluar masuknya uang dan melaorkan kepadaku.

3. Driver. Driver juga sangat dibutuhkan untuk mengantar pesanan daan juga membantuku membeli bahan-bahan kue yang stoknya habis.

4. Kitchen's chief. Tugasnya meng-handle karyawlan yang membuat kue dan melaporkan bahan-bahan yang telah habis kepada saya. Aku ingin mama yang di sini soalnya beliaulah yang lebih mengerti tentang dunia perkuehan nasional. Hehehe.

5.Bagian Packing. Setelah kue matang dan siap dikemas, pasukan inilah yang beraksi.Pasukan ini juga harus beraksi bersama kasir untuk packing sesuai pesanan para customer.

Semoga tulisan ini bisa terwujud segera. Sekarang... harus semangat ngerjain skripsi dulu dan selesai secepatnya. Ya Allah... Sahhilnii


Tuesday, 10 April 2012

Bukan Aksi, Melainkan Adaptasi

Beberapa hari yang lalu, tampaknya seluruh masyarakat Indonesia dihebohkan oleh isu naiknya harga BBM. Hal ini sangat berimbas besar bagi negara dan juga masyarakatnya. Bagi kalangan menengah ke atas, mungkin tidak terlalu kerasa, namun bagi masyarakat menengah ke bawah (termasuk mahasiswa), hal ini sangat dirasakan efeknya. Bayangkan saja! Tidak hanya tarif kendaraan umum yang naik, semua bahan pokok juga naik. Padahal BBMnya saja belum naik loh harganya! Akibat isu kenaikan BBM ini, menjamurlah unjuk rasa menolak kenaikan BBM dari semua kalangan masyarakat kita. Dari buruh, ormas, pelajar, bahkan mahasiswa pun tak ketinggalan.

Namun saya pribadi punya pemikiran lain tentang masalah ini. Saya lebih memilih diam dan tidak ikut aksi turun ke jalan ikut-ikutan menolak kenaikan harga BBM. Terlepas dari masalah kebijakan atau dan yang diselewengkan oleh para penguasa negara, menurut saya yang harus kita lakukan saat ini bukan aksi, melainkan adaptasi. Kenapa?

Karena kita adalah manusia yanh hidup dalam kehidupan nyata yang penuh tantangan sampai akhir hayat kelak. Dengan adanya masalah seperti ini, setidaknya, jadilah problem solver, bukan turun ke jalan unjuk rasa. Tapi dengan menjadi problem solver dan beradaptasi dengan suasana yang baru ini (kenaikan BBM), setidaknya kita didik agar lebih cerdik dan berpikir lebih kreatif untuk menciptakan ide baru yang segar untuk kehidupan kita selanjutnya. Sayangkan kalau otak tidak digunakan untuk berpikir? Padahal otak diciptakan untuk alat berpikir manusia. So... Beradaptasilah dengan keadaan yang baru, bukan beraksi.

INDONESIA PASTI BISA BERUBAH!!!!!!! SAYA YAKIN ITU!

Wednesday, 4 April 2012

Skripsiku Dan Novel Karya Dan Brown

Ngomong-ngomong tentang skripsiku yang berjibaku dengan simbol yang terdapat dalam bahasa puisi, jadi keinget ama novel karya Dan Brown. Novel Dan Brown kan juga penuh dengan simbol, bedanya simbol di novel-novelnya gak hanya menyangkut bahasa, tapi juga lambang dan gambar. Hehehe. BTW... Kapan ya Dan Brown ngeluarin karyanya lagi? Udah kangen hehe.
(Gak Jelas)

Tuesday, 3 April 2012

Sebuah Refleksi

Refleksi ini diambil saat saya ikut Festival UKM Nasional 2012. Saat itu, walaupun dalam keadaan ngantuk berat, saya masih bisa mendengar Om Bob Sadino berkata,"'Ngapain sekolah? Sekolah itu buat bodoh karena sekolah mengajarkan seseorang untuk berharap 'mau jadi apa' nanti ketika sudah dewasa".

Menurut saya, kalimat di atas tidak salah dan tidak benar. Belajar dan menuntut ilmu adalah sebuah investasi yang sangat berharga untuk kehidupan kita. Namun, ada benarnya apa yang dikatakan Om Bob bahwa sekolah mengajarkan berharap "mau jadi apa nanti". Kalimat ini sederhana, sesederhana kita menuliskannya. Namun kalimat tersebut sangat berpengaruh pada pola pikir masyarakat kita sampai saat ini, termasuk juga saya sebelum merefleksikan kata-kata Om Bob.

Dari kecil, kita sudah ditanamkan mau jadi apa kita saat dewasa. Hal ini membuat kita terlalu terpaku sehingga saat kita dewasa pola pikir kita akan terbentuk seperti ini: "Kalau gue masuk fakultas ekonomi, nanti pasti gue jadi jadi akuntan, ato kalo gue masuk fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, nanti gue jadi diplomat, dsb. Terkadang juga pola pikir yang terbentuk: tujuan gue sekolah adalah untuk mendapatkan pekerjaan. Dan lebih parahnya, ada yang berpikir: ngapain sekolah dan menuntut ilmu tinggi-tinggi, toh nanti kerjaan saya hanya ngangon kambing.

Sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa dan melahirkan generasi penerus, ayo sedikit demi sedkit kita rubah pola pikir dan niat kita. Niatkanlah sekolah untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya karena ilmu adalah cahaya Illahi dan investasi terbesar untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Hilangkanlah pola pikir yang menyatakan bahwa tujuan sekolah untuk mendapatkan pekerjaan.

Intinya... jika kita kelak ingin menjadi petani, jadilah petani yang pintar. Jika kelak kita menjadi, nelayan, jadilah nelayan yang cerdas. Jika kita menjadi pedagang, jadilah pedagang yang jujur. Jadi apapun kita kelak, jadilah seseorang yang mempunyai ilmu luas.


Saturday, 31 March 2012

Ular Besi

Di Jakarta
menuntut ilmu wirausaha
agar suatu saat bisa membantu sesama
semoga saja

Ah. Pengen posting banyak berceloteh ria di SATE PADANG ini, tapi lagi agak ribet karena belum menemukan tempat yang nyaman untuk merenung memikirkan setiap potret kejadian yang terekam jelas dan menuangkannya lewat tulisan. Ini kali keenamnya aku berangkat keluar kota menempuh jauhnya jarak menggunakan ular besi kelas ekonomi. Dari semua kendaraan yang pernah kutumpangi, naik ular besi ekonomi inilah yang paling unik dan menyenangkan serta tempat refleksi untuk selalu berusaha mensyukuri nikmat-Nya.

Sebenarnya nggak ada yang istimewa dengan ular besi kelas ekonomi itu. Malah bisa dibilang jauh dari keamanan dan kenyamanannya dengan bus ekonomi AC. Pengap, panas, berisik, dan penuh asap rokok. Tapi yang membuat unik dan istimewa adalah pedagang asongan yang selalu hilir mudik bak setrika menjelajahi setiap gerbong ular besi kelas ekonomi tersebut tanpa kenal lelah, tanpa kenal waktu. Dari waktu aku berangkat, di tengah perjalanan, sampai tiba di perhentian terakhir, mereka selalu ada. Ya Tuhan. Betapa aku sungguh bersyukur karena kau memberiku kelebihan daripada mereka.


perjalanan ke Jakarta

Wednesday, 28 March 2012

My Moslem Family From The Other Country




Someday I Will meet them...

Tuesday, 27 March 2012

PROSES

Ini penghujung kehidupan saya di strata 1. Saat dimana manusia pada tahap ini harus memikirkan langkah mereka selanjutnya: Apakah yang harus dilakukan setelah wisuda? Nanti mau ngelamar kerja dimana? Tapi paling tidak pertanyaan tersebut tak terngiang di benak saat ini karena pertanyaan-pertanyaan tersebut telah saya tanyakan pada diri saya dua semester yang lalu. Setelah berdiskusi menuangkan keresahan itu, seorang teman saya mengajak dan membuka pikiran saya untuk melabuhkan impian menjadi seorang entrepreuner. Dan kini... sudah tahap awal untuk memulai hidup di dunia entrepreuner itu. #semoga lancar dan berkah serta dapat bermanfaat.

Mungkin hanya idealisme saya semata sih, tapi menurut saya terkadang kepuasan menjalani sebuah pekerjaan bukan karena imbalan yang didapatkan, tapi manfaat apa yang dapat diberikan. Saya ingin menjadi seseorang yang dapat bermanfaat bagi orang lain dengan profesi yang kugeluti. Bukan hanya profesi dokter aja kok yang bermanfaat untuk orang lain. Semua profesi yang digeluti bisa bermanfaat, jika kita menjalaninya dengan ikhlas hati dan sungguh-sungguh. Jika nanti menjadi seorang petani, jadilah petani yang dapat memberikan hasil pertanian yang baik kepada masyarakat. Jika kelak menjadi seorang nelayan, jadilah nelayan yang selalu menjaga kealamian laut demi masa depan anak cucu kelak. Jika menjadi pegawai pemerintahan, jadilah seorang pegawai yang tulus ikhlas melayani keperluan masyarakat.

Dan menurut saya, profesi yang tak kalah bermanfaat adalah menjadi seorang pengajar dan entrepreuner. Kenapa? dengan menjadi seorang pengajar, kita dapat membagikan ilmu yang kita punya dan kelak akan menjadi amal jariyyah di akhirat nanti, sedangkan dengan menjadi seorang entrepreuner, kita bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, bahkan membantu orang lain untuk mendapatkan penghasilan. Apalagi setelah melihat kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini: lapangan kerja yang menipis dan membuat orang-orang menjadi TKI/TKW di luar negeri sana. Di satu sisi ada sih TKI/TKW yang hidup dalam kemujuran, tapi di sisi lain tidak sedkit juga mereka yang mengalami penderitaan seperti yang kita lihat di televisi nasional. Melihat itu semua? apa yang kita rasakan? #pertanyaan cukup dijawab dalam hati.

Saya berpikir bahwa dengan menciptakan lapangan kerja sendiri, setidaknya kita telah membantu mereka merasakan manisnya hidup di tanah air sendiri. Dengan menciptakan lapangan kerja, banyak sarjana-sarjana kita yang pintar dan sebenarnya berpotensi tidak menjadi pengangguran lagi karena mengantre mendapatkan pekerjaan. Tapi yang perlu diingat adalah jadilah seorang entrepreuner yang selalu ingin menuntut ilmu karena ilmu adalah cahaya Illahi dan investasi luar biasa khususnya untuk diri kita. Sebenarnya, masih banyak lagi manfaat yang dapat dibagikan, tapi tidak usah saya tuliskan #takut riya.

Beberapa malam ini, banyak keluarga saya yang menelpon atau sekedar chat via skype menanyakan kapan saya wisuda dan apa yang akan saya lakukan setelah wisuda kelak. Dengan jawaban pasti, saya menjawab bahwa saya ingin melanjutkan usaha publishing house yang telah saya rintis bersama kelima teman saya selama kurang lebih satu tahun. Selain itu, saya ingin melanjutkan kuliah karena saya sangat tertarik dengan sastra #mungkin faktor skripsi. selain itu saya ingin menjadi seorang pengajar, menjadi guru atau dosen. Yang penting mengajar dan dapat membagikan ilmu yang saya punya.

Keluarga saya terheran-heran dan memberikan opsi lain untuk menjadi seorang pegawai pemerintahan di departemen luar negeri. Alasannya agar setiap bulan, saya mendapatkan pemasukan yang rutin bahkan sampai saya pensiun kelak. Mereka kurang setuju dengan pilihan saya untuk melabuhkan diri ke dermaga entrepreuner. Alasan mereka karena dunia entrepreuner itu susah, perlu banyak dana untuk modal, jatuh bangun, penghasilan tak tetap, atau bahkan bangkrut mendadak. Itulah ketakutan dan bayangan yang akan terjadi di dunia entrepreuner. Namun, ketakutan harus dilawan, mimpi-mimpi harus ditegakkan, keberanian harus terpatrikan. Dan proses dimulai...

Sebagian keluarga menganggap saya tukang mimpi dan tidak realistis. Mungkin saat ini memang yang saya iimpikan belum tercapai. Namun, setidaknya saya punya mimpi dan usaha untuk mewujudkannya. Semua masih dalam proses karena senua butuh proses. Pernah lihat dirut sebuah perusahaan yang necis dan rapi, kemana-mana pegangBB dan naik BMW? Pernah lihat eksekutif muda yang dipuja banyak wanita? Itulah hasil dari proses yang mereka lalui. Proses yang penuh duka, aral melintang, dan tebing curam menyakitkan yang pada akhirnya berbuah manis menyenangkan.

Terkadang kita lupa untuk melihat pada proses karena keasyikan melihat hasilnya. Padahal proses adalah hal terpenting karena tidak ada satupun yang instan di muka bumi ini. Bahkan mi instan pun butuh proses. Saat ini saya juga sedang berproses memulai usaha ini dari bawah (dan alhamdulillah tanpa modal dari orangtua dan tanpa memakai duit kiriman orangtua) berpegangan tangan saling menguatkan bersama lima orang teman saya, menatap langit sambil bercerita tentang mimpi-mimpi kami ke depan, tentang lapak sweet corn, 'Corn Corner", bimbel, sekolah gratis, bantuan untuk panti asuhan dan korban bencana, serta beribu mimpi lainnya. Proses ini sangat menyakitkan, penuh aral melintang, amarah, kesedihan, namun terkadang disisipi oleh derai tawa penghibur lara. Inilah proses yang saya jalani bak ulat bulu mungil yang berproses menjadi kepompong kemudian bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu bersayap pelangi. Inilah proses... menyakitkan, namun berbuah manis semanis madu.

"Semoga Tuhan meriidhai langkah kita"


Sunday, 25 March 2012

Shukran Allah

Melirik sedikit lagu dari negeri Taj Mahal...






Saturday, 17 March 2012

Aaron

Genangan air hujan masih tersisa di jalanan. Sisa-sisa air hujan jatuh satu persatu dari ujung-ujung lentik dedaunan menciptakan suara tik-tik yang merdu dan berirama. Sedangkan langit di atas sana masih menyisakan warna hitam sisa-sisa hujan yang mengguyur bumi dengan deras. Seperti apakah hujan? Apakah hujan seperti ribuan jarum yang menghujam bumi? Ataukah hujan seperti benang putih yang terburai ke muka bumi?

Aku masih melangkahkan kakiku di atas jalan setapak dan sekali-kali berjingkat-jingkat berusaha melindungi sepatu bututku dari genangan air yang kelak akan merusaknya. Tiba-tiba kurasakan sekelebat bayangan berjalan mengiringi langkah-langkahku. Kulirik arloji hitam di pergelangan tanganku. Jam 4 sore. Bayangan itu selalu datang tepat waktu di jam 4 sore. Hari ini pun, bayangan tersebut datang seperti biasa jam 4 sore.

"Hei Mira. Apa kabarmu hari ini?" bayangan itu, Aaron, menyapaku seperti biasa. Aku tidak menjawab sepatah kata pun. Aku hanya tersenyum menandakan bahwa aku baik-baik saja. Kulihat Aaron membalas senyumku dengan senyuman indahnya yang sangat mempesona seraya berkata,
"Keadaanmu tidak baik, Mira. Aku bisa membaca kedua bola mata beningmu,"
Sial! seperti biasa, Aaron selalu bisa menebak apapun yang aku pikirkan.
"Okey! Seratus untukmu. Kau benar! Keadaanku tidak baik," kataku menyerah.

Dia tersenyum dan merangkul pundakku. Hangat. setidaknya itulah yang kurasakan. Sedetik kemudian kurasakan hangat nafas berbau mintnya merambat melalui udara ke telinga kananku membisikkan sesuatu,
"Jika kau merasa menjadi manusia yang paling tiidak beruntung di dunia ini, lihatlah ke sekelilingmu. Lihatlah mereka yang jauh kekurangan dari keadaanmu,"
Aku menatap sekelilingku. Di sana kutemui pengemis tua duduk merenung di atas kardus lusuh yang lembab akibat percikan air hujan. Aku menatap seorang kakek buta yang mengangkat dagangannya di atas kepala sambil meraba-raba. Ya. Aku melihat semuanya. Semuanya. Penderitaan. Kesedihan. Kesakitan. Oh betapa beruntungnya aku! Setidaknya ada Aaron yang selalu menghiburku dalam duka ini,"

Aaron melepaskan rangkulannya dan menggenggam jemariku. Kulihat senyumannya masih terlukis indah di wajahnya tak terhapus oleh tetes air hujan yang jatuh. Namun, hari ini kulihat senyumannya sekan-akan menyimpan sebuah rahasia besar. Aku menatap mata Aaron dalam-dalam berharap aku dapat mengetahui rahasia yang disembunyikannya. Namun nihil. Aku tak mampu.

"Mira. Ini hari terakhirku menemani tiga puluh menit di setiap hari yang kau lalui. Kini, saatya kau mencari seseorang penggantiku"
Aku terperangah mendengar kata-katanya,
"kenapa Aaron? kenapa kau meninggalkanku? Apakah kau tidak menyukaiku lagi seperti mereka yang meniggalkanku?" Air mataku mulai berlinang membasahi kedua belah pipiku.
Aaron masih tetap tersenyum. Jemarinya mulai menelusuri kedua belah pipiku menghapus air mata yang menganak sungai.

"Mira. Kini saatnya kau menyambut kehidupan barumu. Kini saatnya kau membuka pintu dan jendela hatimu untuk menerima seseorang di luar sana"
"Kenapa? Kenapa Aaron?" kataku lemah
"Karena aku hanya imajinasimu,"



Tuesday, 13 March 2012

Almost



Hari ini kususuri jalan lembab penuh dengan genangan air bekas tumpahan hujan barusan
Dan entah kenapa tiba-tiba jantung ini berdebar kencang
entah kenapa tiba-tiba perasaan tak enak datang menyerang
entah kenapa aroma pesimistis berterbangan di sekelilingku
ah... apakah aku mulai kalah?
apakah aku mulai tenggelam dalam kelamnya lautan?
apakah aku terjerat oleh simpul pesimistis yang erat?
ataukah sebelah kaki ini terperosok dalam jurang keputusasaan?


Wednesday, 7 March 2012

Tunjuk Satu BIntang



Coba kau tunjuk satu bintang
Sebagai pedoman langkah kita
Jabat erat hasil karyaku
HIngga terbias warna syahdu

Akan kuukir satu kisah tentang kita
Dimana baik dan buruk terangkum oleh indah
Akan kucerna semua karya cipta kita
Dimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta

Dan bila semua terwujudkan
Di sisimu slalu hariku
(Sheila On Seven)

Sunday, 26 February 2012

No Creo


Hujan diluar sana masih turun sangat deras dan petir pun masih berlomba saling menyambar memancarkan kilatan putih dan suara gemuruh. Sungguh menakutkan dan menambah rasa takutku seperti rasa takut yang saat ini kurasakan. Rasa takut itu masih bergelantung berkolaborasi dengan jiwa rapuh yang mudah koyak seperti dedaunan kering yang ditiup angin.

Rasa takut itu adalah rasa takut untuk mencintai. Ya. cukup dua kali saja. Dan aku tidak mau terjadi untuk ketiga kalinya karena aku sudah terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali. Ya. Cukup sudah. Tak ada lagi keinginan untuk menyukai, mengagumi, menyayangi, apalagi mencintai saat ini. Buat apa? Kalau akhirnya harus sakit hati lagi.

Memang sepertinya aku harus meninggikan benteng hati ini agar aku tak mudah tergoda dan jatuh dalam perhatian-perhatian palsu mereka. Karena perhatian itulah sebab segalanya. Mulai dari penyebab berubahnya rasa cinta menjadi rasa sakit hati dan akhirnya berkolaborasi menjadi rasa takut.

Fiuh. Yo no creo en la atención de los hombres de más. Anggap saja semunya telah pergi seperti dedaunan yang terlepas dari pohonnya.Sekarang saatnya move on dan go out from this pain!

Saturday, 25 February 2012

Daisy, the hidden love symbol

Daisy
Bunga kecil warna-warni
masih tersimpan rapi
di pojok lemari

Daisy
Bunga penuh memori
tanda cinta terpendam dalam hati
tanda kasih tak sampai
tanda cinta terpendam, tertutup, tersembunyi

Daisy
warna-warni
seperti hari-hari yang kulewati
di saat aku hanya dapat mengubur cinta ini
dalam hati

Daisy
tangkaimu menari-nari
menemaniku menyembunyikan cinta ini
menghiburku tanpa henti
sampai rasa cinta ini pergi

Daisy...
The hidden love symbol




Friday, 24 February 2012

Sabar+Syukur= Berbuah Manis (InsyaAllah)

Horrrey! Hip hip hura!!! Alhamdulilah, honor INCULS yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga. Uhhh! Senangnya. Walaupun hujan menerpa dan angin kencang, aku bela-belain datang ke kampus untuk ngambil honor. Niatnya ngambil honor setelah jam matkul Bahasa Spanyol II, tapi behubung nggak ada dosennya, jadilah jam setengah dua ngambil honor bareng Eva. Alhamdulillah! Kesabaran memang selalu manis pada akhinya.

Setelah sampe ke bagian keuangan FIB, tenyata eh tenyata ngambil honornya haus pake KTM. Hmm... KTMku kan buat jaminan rental sepeda motor dan ternyata KTMnya Eva lebih parah!Soalnya dibuat jaminan rental film hihihihihihi. Pertama ibu bagian keuangannya marah-marah karena kami berdua nggak bawa KTM. Tapi, akhirnya dengan rayuan maut, amplop putih bertuliskan nama kami itu jatuh juga ke tangan! Horey! Betapa senangnya dapet duit hasil jerih payah sendiri. Walaupun nggak seberapa, tapi tetap menyenangkan dan harus tetap disyukuri. Yup. Menurutku, bersyukur itu penting banget. Soalnya banyak orang-orang yang lebih keras lagi mencari nafkah ketimbang kita. Kalau aku, hanya membantu mahasiswa asing belajar Bahasa Indonesia, udah padet duit. Coba mereka, para kuli dan pembantu. Mereka bekerja lebih keras dan menguras banyak tenaga dan waktu. So... harus selalu bersyukur dan bersyukur.

Sorenya langsung cabut ke Jogjatronik. Rencananya mau beli charger laptop orginal second, tapi ternyata untuk merk laptopku nggak ada. Ada sih yang ori, tapi harganya 400 ribu. Waduh! Harganya jauh banget dari anggaran yang aku targetkan. Hmmm... rupanya cobaan datang lagi. Yup. Cobaan di tengah-tengah mengerjakan skripsi. Akhirnya, aku beli aja charger laptop "odong-odong" alias KW 10 yang harganya 75 rb. Ini lebih murah dari anggaran uang belanja yang aku targetkan. Hehe. Bismillah. Semoga chargeran tersebut diberi kesehatan. Amin. Setidaknya charger itu bisa menjadi "soulmate" buto ijo untuk dua bulan ke depan (target selesainya skripsi). Amin (lagi). Yup. Aku harus selalu percaya bahwa peristiwa baik dan buruk, sial dan beruntung, suka dan duka, yang tejadi dalam perjalanan hidup ini akan menjadi indah bila aku selalu berusaha, bersabar, dan bersyukur. Semoga skripsi ini lancar!Allah bimbinglah hamba-Mu yang bodoh ini...

Tuesday, 21 February 2012

Transformasi Menjadi Indiaholic

Sebenernya aku "jatuh hati" sama yang namanya film India, lebih ngetrend disebut Bollywood, baru-baru ini kok. Soalnya, film India sekarang sepertinya lebih bagus dan menarik serta pesannya lebih dapat tersampaiakan. Kalaupun hanya film percintaan, ceritanya menjadi lebih seru dan "pedih" khas film Bollywood yang dulu tetap nggak ketinggalan, tapi dengan cerita yang tetap segar. Dan paling tak ketinggalan adalah nyanyian dan tariannya yang sangat khas. Ini dia beberapa film yang aku sukai:

1. Slumdog Millionaire



Kalo film yang satu ini, pasti para penikmat film sudah pada tahu. Yup. Saya suka film ini karena film ini tidak melulu memperlihatkan kehidupan "wah". Film ini juga memberitahu kita tentang kehidupan sosial India.    

2. Lagaan


Film ini diproduksi oleh Aamir Khan's Production. Ceritanya bersetting India di bawah penjajahan bangsa Inggris. Ceritanya sederhana saja sih. Hanya tentang sebuah desa yang harus membayar pajak kepada pemerintahan Inggris yang berkedudukan di desa itu. Suatu hari mereka (para penduduk desa) merasa terbebankang dengan tambahan pajak yang harus mereka bayar, padahal saat itu hujan tak kunjung datang. akhrinya mereka pergi menghadap raja mereka untuk berunding, namun pemerintah Inggris tidak mau mendengarkan permohonan mereka kecuali dengan satu cara yaitu bertanding Kriket. Film ini bagus ditonton karena pesannya bagusdan pertandingan kriketnya yang seru. Cekidot!

3. Taare Zameen par


Film ini masih dari Aamir khan's production.dan pasti penikmat film udah pada nonton film ini. Yup. film tentang anak dylexia. Hikss! terharu biru nontonnya.

4. Ghajini


Ini dia film drama romantisnya Bollywood yang paling aku suka! Soundtracknya jugga bagus buanget! Wajib ditonton. Cekidot!

5. 3 idiots


Ini sih kayaknya para penikmat film udah pada nonton semua deh. Hehehehe. Suka-suka!

6. Guzaarish


Film ini tentang permohonan suntik mati yang diajukan seorang mantan pesulap yang bernama Ethan. Banyak pro dan kontra dalam perjalanan permohonannya tersebut. sebenarnya temanya sama dengan film Spanyol yang berjudul "Mar A Dentro", tapi film ini lebih... lebih apa ya? Lebih sedih deh! (namanya juga film India)

7.Bodyguard


lucu! menarik! Dan endingnya yang gak ketebak! Cekidot

8. We Are family


ini pasti udah pada nonton juga. aku nonton sampe nangis bombay. Hiks!

Ayoo! Yang punya recomended bollywood movie, boleh share ke aku ^^v

Saturday, 18 February 2012

Dua Minggu dan Dua Tahun itu

Saat ini hanya inilah yang kuinginkan
Saat ini hanya kedamaian seperti inilah yang kudambakan
Tak ada lagi yang terjadi
Tak ada lagi cinta terpendam yang menyakitkan
Tak ada lagi tangisan malam yang menyayat hati
Tak ada lagi kata-kata harapan untuk menggapai cinta semu itu
Tak ada lagi harapan-harapan konyol tentang impian masa depan bersama makhluk bernama lelaki


Sekarang yang tersisa hanya doa-doa dan harapan untuk selalu bahagia menjalani hari-hari
Sekarang yang terpendam hanya harapan-harapan sukses kehidupan ini
Sekarang yang terpikir adalah langkah menuju masa depan yang gemilang
Sekarang yang terpikir adalah perbuatan yang membanggakan semua orang


Mungkin orang berpikir bahwa tulisan ini salah
Mungkin orang berpikir bahwa jiwa ini angkuh
Mungkin orang berpikir bahwa hati ini rapuh
Mungkin orang berpikir bahwa aku ini wanita aneh
Wanita yang menjauhkan diri dari cinta
wanita yang tidak ingin mencintai
wanita yang hanya ingin dicintai


Terserah apa kata dunia
Aku masih percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan seseorang untukku
Seseorang yang mampu menyembuhkan pedih luka akibat goresan pisau cinta
Seseorang yang benar-benar tulus mencintai diri ini
Seseorang yang benar-benar memberi kepastian dan bukan janji-janji cinta belaka...
I believe in You, God!



Tuesday, 14 February 2012

Senyum semangat Skripsi

Ini sudah penghujung perjalananku sebagai seorang mahasiswi S1. Seperti yang kalian tahu, di penghujung perjalanan ini aku harus mengerjakan SKRIPSI. Yup skripsi yang terkadang membuatku bingung dan takut sebelum memulai segalanya. Tapi hari ini, aku tak boleh takut! aku harus meyakiinkan kalau aku bisa. Ya aku bisa, aku harus bisa, aku pasti bisa! Aku pasti bisa dengan berusaha, berdoa, danbertawakal.
#kayaknya saya harus dengerin lagu SM*SH yang berjudul "Senyum Semangat" :D




Saturday, 11 February 2012

Teruntuk Kekasihku

Kasih..
Apa kabarmu hari ini? apakah kau di sana merinduku? Sungguh kuberharap kau di sana selalu merinduku seperti aku yang merindukan titik-titik hujan di tengah malam.
Kasih...
Ingatkah kau dengan pertanyaanmu? Kuharap kau selalu ingat akan pertanyaanmu seperti aku mengingat suka duka memori kita.
Kasih...
Dulu kau bertanya tentang tempat yang paling kusukai. Tentang tempat yang kusinggahi ketika aku resah, gelisah, dan merasa kesepian.
Kasih...
Tahukah kau apa jawabannya? aku sangat menyukai jalanan.
Kasih...
Tahukah kau mengapa aku menyukai, bahkan mencintai jalanan, seperti aku mencintaimu?
Karena jalanan adalah kata pertama yang kutulis untuk memulai kisah cinta kita. Karena jalanan adalah saksi awalnya kisah kita ini
Kasih...
Jalanan memang tempat yang sangat kucintai seperti aku mencintaimu. Saat ku merasa sendiri, aku susuri jalanan dan kutemukan keramaian di sana. Di sana kutemukan senyuman ibu-ibu pedagang sayur, bocah-bocah kecil yang berlarian tanpa alas kaki, preman-preman bertampang sangar, bahkan bos-bos yang tergesa-gesa masuk ke dalam kantor bertingkatnya.
Kasih...
Jalanan benar-benar berarti bagiku seperti kau yang sangat berarti bagiku. Jalanan. Ya. Jalananlah yang selalu menambah rasa syukur kepada-Nya. Ya rasa syukur yang selalu saja kita pungkiri. Jalananlah yang mengingatkan diri ini pada kekuasaan dan nikmat-Nya yang berlimpah ruah.
Kasih...
Lihatlah bocah-bocah ingusan yang menengadahkan tangan mereka meminta belas kasihan orang yang berlalu lalang itu!
Lihatlah tukang-tukang becak yang duduk termenung menunggu penumpang yang tak kunjung datang itu!
Lihatlah tukang-tukang koran yang menerjang teriknya mentari untuk menjajakan koran mereka yang tak laku dijual di pagi hari!
Lihatlah para gelandangan yang tidur di bawah kembatan dan emperan toko. Lihatlah tubuh-tubuh mereka yang melingkar menahan dinginnya angin malam!
Kasih...
Dibandingkan mereka, betapa beruntungnya kita!
Kita tak perlu menantang teriknya mentari untuk mendapatkan beberapa keping uang receh.
Kita tak perlu bersabar menunggu rezki yang datang
Kita tak perlu tidur di emperan toko dan menahan dinginnya tiupan angin malam
Kasih...
Semoga kau seperti jalanan yang selalu mengingatkanku pada kebesaran-Nya.
Semoga kau seperti jalanan yang selalu mengingatkanku tentang rizki-Nya yang selalu berlimpah.
Semoga kau seperti jalanan yang selalu mengingatkanku untuk bersyukur kepada-Nya
Kasih...
Di jalanan lembab bekas titik-titik hujan inilah aku setia menunggumu dan merindumu bagai pepohonan yang merindukan godaan buliran angin musim semi.


Thursday, 9 February 2012

Ost Ghajini's videos

Behka


Kaise Mujhe


Thursday, 2 February 2012

Feliz

Sangat benar iklan rokok yang mempunyai slogan: "rumput tetangga lebih hijau, tetapi rumput sendirilah yang asli". Itulah yang terjadi pada diri ini. Sekilas, saat aku melihat teman-teman atau adek sepupuku, aku merasa kalo orangtuaku nggak se-care orangtua mereka.Orangtuaku nggak seperti orangtua mereka yang selalu mengirimkan uang tanpa mereka harus meminta. Orangtuaku nggak seperti orangtua mereka yang selalu menanyakan kabar dan mengirimkan jajan lebih hanya sekedar untuk membeli tas, baju, dan sepatu bermerk terkenal. Beda... beda sekali!

Tapi... Walaupun seperti itu keadannya. Orangtuakulah yang paling TOP. Papa Mamakulah yang paling hebat. Kenapa? Karena secara tidak langsung mereka menunjukkan kepadaku tentang hidup sesungguhnya, mengajarkanku bagaimana bertahan sendiri dalam kehidupan, memberitahuku bagaimana susahnya mencari duit agar aku bisa menghargai uang yang aku dapatkan. Yup. satu lagi yang penting. Hiidupku nggak menjadi datar, biasa, dan membosankan karena semua sudah disediakan orangtua. Hidupku lebih berwarna dengan semua permasalahan yang kuhadapi. Yup. karena aku percaya slogan sebuah makanan ringan: "life is never flat". kalau flat, ya nggak life namanya. Hehe.



Madre... Padre

Muchas Gracias por hacer mi vida nunca plana
Estoy Muy Feliz



Tuesday, 31 January 2012

Ketuk Pintu

Dulu
Pernah kumengetuk pintu
Berharap seseorang membukanya untukku

Namun
harapanku hanya harapan
tak ada jawaban
tak ada yang membukakan

Aku masih menunggu
aku masih bertumpu pada asaku
aku masih setia menunggu
dan menunggu
berharap seseorang membuka pintu

Pada akhirnya
Semua sia-sia
pada akhirnya
semua adalah harapan belaka
semua adalah impian kelam tanpa cahaya

Pada akhirnya
Kuyakini hanya pintu-Mulah yang kan terbuka jika diketuk



Wednesday, 25 January 2012

Kaishe Mujhe (ost Ghajini)





kaise mujhe tum mil gayi, kismat pe aaye naa yakeen 
how did i find you, i cannot believe on my fate

utar aayi jheel mein, jaise chaand utarata hai kabhi 
you descended upon life's placid like, like the moon descends sometimes

kabhi haule haule dheere se 
sometimes, slowly and quietly

gunguni dhup ki tarah se tarnnum mein tum 
like the gleaming sunshine in a warm melody, you...

chhoo ke mujhe guzari ho yuh 
have passed away by touching me as such

dekhu tumhe, ya main sunu 
shall i see you or listen to you

tum ho sukun, tum ho junun 
you are my peace, you are my passion

kyun pehle na aayi tum 
why didn't you come before?

kaise mujhe tum mil gayi, kismat pe aaye naa yakeen 
how did i find you, i cannot believe on my fate


main to yeh sochta tha, ke aaj kal upar wale ko 
i was thinking, that the creator these days...

fursat nahi phir bhi tumhe banaake woh 
has no time, however, he made/created you

meri nazar main chadh gaya, rutbe main woh aur badh gaya 
he (God) has got a higher place in my eyes, and in standing/honour he even increased


badle raaste jharne aur nadi, badli deep ki tim tim 
the roads, spring and rivers are changed, the flash of flame is changed

chhede zindagi dhun koi nahi, badli barkhaa ki rimjhim 
life is playing some new tune, the shower of rain has changed

badalengi rituye ada.., par main rahoongi sada.. 
the seasons will change their style/performance, but i will remain the same

usi tarah teri baahon mein baahe daal ke har lamha har pal 
the same way by casting my arms in your arms, every moment


zindagi sitaar ho gayi, rimjhim malhaar ho gayi 
life has become an instrument, it has become a sound of the mallar

mallar: style of music

mujhe aata nahi kismat pe apni yakeen kaise mujhko mili tu 
i cannot believe on my fate that how did i get you
Sumber: hindi lyric


Tuesday, 24 January 2012

For The Future

Kelak aku tak kan membelenggumu
Kelak aku hanya mengintip bakat terependammu
Kelak aku kan selalu mendukungmu
Kelak aku kan selalu menyemangatimu


Apapun itu pilihanmu
Apapun itu kesukaanmu
Apapun itu kebahagianmu
Apapun itu jalanmu


Asalkan pilihanmu tak melanggar norma
Asalkan kau bertanggung jawab padanya
pada jalanmu, pada pilihanmu itu
pada kehidupanmu itu


Tak sabar hati ini melihat rupamu
Semoga aku sama dengan mereka
Semoga aku bisa memilikimu
Semoga... semoga kau ada
dan kau tertawa di pelukanku





Monday, 23 January 2012

Masih Tentang Angin

Mungkin aku memang terlalu membenci angin
Mungkin aku memang berlari masuk dan menutup pintu rumah agar angin tak membelai rambutku

Ya... mungkin aku masih membenci angin
Ya... mungkin aku masih membenci hembusannya yang menggoda
kelembutannya yang melenakan, ya... aku memang benci...

Tapi... setidaknya kini aku berpikir bahwa ada angin laut dan angin darat yang selalu menyapa dan menggoda nyiur di pantai tanpa pernah meninggalkannya sendirian...


Friday, 20 January 2012

Bukan Tujuan Akhir



Marriage is same with academic graduation
both of them are not the last destination of our life
all is the beginning of our new life
Don't be happy when we pass it.
But... we should think what our next step
Are we ready?



Friday, 30 December 2011

Alphawife

Akhir-akhir ini, aku lagi keranjingan baca buku terbitan Gagas media. Selain covernya yang menarik, ceritanya pun juga asyik. Apalagi sekarang aku lagi keranjingan baca novel yang bercerita tentang masalah-masalah yang terjadi dalam sebuah rumah tangga. salah satu yang menarik adalah novel yang berjudul "Alphawife".

Yup. Alphawife yaitu seorang istri yang sangat bereperan dominan dalam rumah tangga. selain itu, alphawife diidentikkan dengan pendapatan si istri yang lebih besar dari suami. Dan terkadang, masalah ini dapat menimbulkan banyak konflik rumah tangga. Contohnya saja si istri menjadi egois dan memandang rendah si suami karena si istri merasa mampu melakukan semua hal tanpa si suami, gunjingan dari orang-orang sekitar, atau suami yang merasa tidak dihargai lagi.



Alphawife mungkin saja dapat terjadi pada kita semua. jadi... nggak ada salahnya baca novel yang satu ini. Selain menceritakan tentang konflik-konfliik yang terjadi karena masalah alphawife, kita juga akan menemukan solusi-solusinya.


Friday, 23 December 2011

Talk Less, Do more

Seminggu yang lalu, tanpa sengaja aku nonton malam Inagurasi. Di sana banyak sekali penampilan dari berbagai jurusan di fakultas tempatku menuntut ilmu.Dan yang buat aku tergelitik untuk menulis tulisan ini adalah ketika aku menonton sebuah pertunjukkan dari salah satu jurusan di fakultasku. Pertunjukan tersebut, kalau gak salah, berjudul "Pemuda Dari Masa Ke Masa". Formatnya seperti drama yang menggambarkan pemuda dari zaman pra kemerdekaan sampai saat ini.

Dari pertunjukkan itu, aku menangkap bahwa pemuda dulu dan pemuda sekarang sangat berbeda. Para pemuda dulu digambarkan sebagai sosok-sosok yang sangat peduli pada bangsa dan negara. Mereka digambarkan turun ke jalan berdemonstrasi menuntut pemerintah, misalnya saja kejadian bulan Mei 1998 (kalo gak salah) atau penuntutan kaum muda atas Bung Karno untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun, pemuda pada saat ini digambarkan dengan sosok-sosok yang apatis dan egois serta hanya memikirkan diri mereka masing-masing.

Hmm. Tapi menurutku, peduli pada bangsa kita, bukan hanya dengan turun ke jalan ikut aksi demonstrasi. Yah. Walaupun pemuda zaman sekarang banyak yang apatis dengan lingkungan sekitar, termasuk negara kita tercinta ini, tapi di sisi lain, masih banyak kok yang peduli pada negara dengan cara yang berbeda. Menuruku pribadi, cara yang mereka gunakan lebih ampuh dan lebih kelihatan manfaatnya daripada turun ke jalan dan berkowar-kowar. Ya. Mending kalau pemerintah mendengar aspirasi kita, kalau nggak? Sia-sia kan? Mungkin karena aku adalah seseorang yang sangat menjunjung tinggi pribahasa "Talk Less, Do more" hahaha.

Kalau kita sudi melihat ke sekitar kita, kita akan menemukan pemuda-pemuda yang masih peduli dengan negaranya. Contohnya usaha hunian murah yang diperkenalkan oleh Elang Gumilar. Usaha ini sangat berguna demi membantu masyarakat menengah ke bawah untuk memiliki penghunian yang layak dengan harga terjangkau. Contoh satu lagi yaitu, pemuda-pemuda yang mau terjun ke pedalaman Indonesia untuk mengajar lewat program Indonesia mengajar.

Than... banyak kok hal-hal yang bisa kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Indonesia untuk membela tanah air kita. Dan sekarang, kembali ke diri kita masing-masing. Mau pilih yang mana?

Diselesaikan di perpustakaan FIB
sebelum kuliah Seminar Sastra dan Bahasa Arab

Tuesday, 13 December 2011

Luz Clarita

Lo que más te hace falta
si quieres estar en el sol y el aire
Lo que más te hace falta
si lo bello de este mundo es gratis

Si corre en ti una ilusión
se amanece y te empapas de amor
si mi mano te da su calor
lo que màs te hace falta

Luz clarita, luz clarita
en la oscuridad Dios puso una luz
una lágrima se vuelve flor

Luz clarita, luz clarita
por el amor que habita en tu corazón
una lágrima se vuelve flor




Sunday, 4 December 2011

Ukuran Sebuah Kepuasan

Ini sudah masuk awal bulan Desember dan artinya kurang lebih dua bulan aku mengajari Judy bahasa Indonesia sambil "mangkal" di ruang minum INCULS. Well. Dulu pernah ngersa nggak nyaman di INCULS gara-gara si cewek odong-odong itu (yah begitulah aku menjulukinya). Konon katanya cewek itu anak Sastra Inggris angkatan 2011. Anak baru yang udah berasa lama aja idup di FIB dan berasa menyatu aja dengan INCULS padahal bukan tutor INCULS. Cewek yang kerjanya ngerecoki tutorial orang dan gak mau kalah karena saat ketemu bule yang bisa bahasa Turki eh minta diajarin bahasa turki. Ketemu orang yang bisa bahasa Prancis, eh minta diajarin bahasa Prancis (kayaknya lama-lama tuh cewek minta diajarin bahasa kalbu kali yah). Dan yang paling nyebelin banget, tuh cewek suka ngerecoki jam tutorial seperti ngajak breakfast saat jam tutorial, ikutan nimbrung saat jam tutorial, dan minta diajarin bahasa si bule saat jam tutorial. Uhhh. Bener-bener buat BT dah.

Tapi terlepas dari itu semua, aku seneng banget karena gak nyangka kalo Judy, orang yang aku tutori, termasuk cepat menguasai bahasa Indonesia. Padahal baru dua bulan dia belajar bahasa Indonesia. Senang banget denger Judy rajin mempraktekkan bahasa Indonesianya walaupun masih terbata-bata dan salah ucap. But it's okey. No problem. Namanya juga belajar, apalagi belajar sebuah bahasa yang bukan bahasa ibu kita.


Dari sedikit pekerjaan yang sedang kulakoni ini, aku mendapat sebuah pelajaran berharga, yaitu jangan pernah malu untuk mencoba berbicara bahasa yang sedang kita pelajari walaupun masih acak kadut. Semuanya kan memang butuh proses dan gak pernah bisa instan. selain itu, aku makin mantap untuk berpendapat bahwa kepuasan dalam mengerjakan suatu pekerjaan bukan karena gaji yang didapatkan, tetapi manfaat apa yang bisa dibagikan.


Aku berharap semoga aku bisa berbuat lebih dalam pengajaran bahasa Indonesia ini dan semoga aku masih mampu untuk mengajari Judy bahasa Indonesia dan berbagai budaya Indonesia. Yah. Aku pasti bisa!

 

Sate Padang Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang