Monday, 2 May 2011

MASA LALU DAN MASA DEPAN

”Tak selamanya lembaran masa lalu itu harus ditutup rapat dan tak dibuka kembali. Tapi simpanlah dia di sudut hatimu karena, mungkin, suatu saat kau akan memerlukannnya untuk menghadapi masa depanmu, kawan...” (nta)


MASA LALU

Masa lalu
Masa lalu...
Di sana ada suka dan haru...
Di sanalah kebahagian dan kesedihan berlalu...
Ketika aku mengingatmu, wahai masa lalu
Aku kadang tertawa dan kadang terharu
Masa lalu
Masa lalu
Beberapa kenangan masa lalu
Ingin kuhapus dari benakku
Karena kenangan-kenangan itu
Membuatku terbelenggu dan malu
Tapi ketika aku raba hatiku
Ketika aku merenung di atas peraduanku
Aku memutuskan untuk tidak menghapus masa lalu dari benakku
Kan kusimpan masa laluku di sudut hatiku
Karena bagiku
Masa lalu akan berguna untuk meyambut dan menghadapi masa depanku (nta)







Tak bisa dipungkiri, aku suka berselancar di dunia maya, khususnya di jejaring sosial. Kenapa? Karena aku bisa bertemu kembali dengan sobat-sobat lawas baik dari pesantren dulu atau sobat-sobatku yang lebih lawas, yaitu teman-teman pasukan merah putihku dulu.
Suatu hari, tanpa sengaja, aku membaca status dari beberapa sobatku itu yang inti dari isinya adalah ingin melupakan masa lalu. Dan dari sinilah inspirasi penulisan beberapa untai kata-kata ini datang. Yah... bisa dibilang status-satus mereka adalah hipogram tulisan ini kalau dilihat dari kajian Semiotik hehe...
Kalau berbicara tentang masa lalu, aku yakin masa lalu kita akan terbagi menjadi dua kenangan yaitu kenangan buruk dan kenangan indah. Kita cenderung ingin selalu mengingat dan ingin mengulang kembali kenangan-kenangan indah di masa lalu. Akan tetapi, kita selalu ingin melupakan dan mengubur dalam kenangan-kenangan buruk yang kita alami di masa lalu itu. Berharap amnesia agar kita lupa pada kenangan-kenangan buruk tersebut (naudzubillah)
Menurutku kenangan-kenangan buruk masa lalu yang kita alami tidak perlu dilupakan atau dikubur jauh-jauh. Dengan adanya kenangan buruk masa lalu, kita akan belajar dari kenangan buruk tersebut untuk menghadapi masa depan kita kelak. Dengan adanya kenangan-kenangan buruk masa lalu, kita tidak akan terperosok untuk kedua kalinya dalam lubang yang sama.
Jadi, sayangilah masa lalu dan masa depan kita secara seimbang agar kita dapat memaknai kehidupan ini lebih dalam lagi.

Sunday, 1 May 2011

Alam Semesta, Secarik Kertas, dan Sebatang Pena



Aku susuri tempat ini
Aku perhatikan semua yang terjadi
Di sini kutemukan berbagai macam tingkah polah makhluk bumi
Aku perhatikan mereka satu persatu dengan teliti

Di sini kutemukan banyak fakta kehidupan nyata
Di sini kutemukan duka nestapa
Di sini kujumpai kegembiraan tiada tara
Di sini kujumpai makna-makna

Ya… kutemukan semuanya hanya di sini
Di tempat ini
Tempat yang sangat luar biasa rasa-rasanya
Tempat yang bernama alam semesta

Betapa aku sangat ingin berbagi
Betapa aku ingin bercerita tentang alam semesta ini
Betapa aku ingin mengungkapkan semua yang terjadi
Agar kalian tahu apa yang ada dalam benakku ini

Hatiku resah
Jiwaku gelisah
Hasratku membuncah
Ingin bercerita tentang alam semesta nan indah dan payah

Kupandang sekali lagi alam semesta
Dan tiba-tiba saja
Tangan ini bergerak-gerak berusaha
Mencari secarik kertas tanpa noda
Dan meraih sebatang pena

Kemudian aku mulai menulis dengan sebatang pena
Kemudian aku mulai menulis di atas secarik kertas tanpa noda
Kutulis dan kuungkapkan semua yang kulihat di alam semesta
Agar suatu saat nanti kalian tahu apa yang kurasa
Tentang kehidupan di alam semesta

Aku tuliskan semuanya
Aku gerakkan penaku di atas kertas tanpa noda
Sedikit demi sedikit dan akhirnya terciptalah kata-kata
Aku pandangi kata-kata itu
Dan kurasakan hatiku melega

Friday, 29 April 2011

Pilihan

Tak terasa anak kelas 3 SMA udah pada selese ujian akhir dan tinggal nungguin pengumuman kelulusan. Pasti pada sakit kepala karena soal-soalnya mematikan ato pada deg deg an nungguin hasil ujian ato ada yang pusing menetukan mau lanjut kemana setelah tamat SMA. Yeah... Walaupun aku gak pernah ngerasain pake seragam putih abu-abu tapi kayaknya sama aja ama di pondok dulu rasa-rasanya hahahaha


Begitu juga yang terjadi dengan kakak sepupuku yang juga sibuk mondar-mandir ikut tes ujian masuk universitas. Katanya sih buat cadangan kalo-kalo gak masuk PTN. Sehari yang lalu sepupuku tersebut datang ke Jogja dan ikut ujian tes masuk sebuah PTS terkenal di Jogja. ketika tes, dia memilih dua jurusan yaitu Teknik Geofsiska dan Agribisnis. Dan akhirnya dia diterima di Agribisnis. Jurusan ini adalah jurusan yang dia inginkan tapi sayangnya ayah dan teman-teman ayahnya tidak terlalu senang dengan jurusan yang diterimanya. Ada yang bilang kalo Agribisnis susah dapat kerjanya, ato malah parahnya lagi diketawain jadi petani. Hmmm... jadi inget masa lalu nih hehe ---dan itulah sifat beberapa manusia bumi yang tidak kusuka, kesannya kok terlalu meremehkan jalan hidup orang lain---


Entah kenapa, dari dulu aku gak setuju dengan pendapat orang-rang yang seperti itu. Kerja itu untuk mendapatkan rejeki dan menurutku rejeki sudah diatur sama Allah bukan dengan jurusan yang kita pilih. Toh, pada kenyataannya banyak kok orang-orang dari jurusan yang "dipandang tinggi" yang masih menyandang status pengangguran.


Than... Pilihlah yang terbaik buat kita karena yang menjalankan pilihan itu adalah kita. Pilihlah sesuka kita asalakan kita suka, berguna, dan dapat dipertanggung jawabkan kelak. Jadi jangan takut untuk menentukan PILIHAN.




Tuesday, 26 April 2011

TEKANAN YANG MENCIPTAKAN SEBUAH PEMBUKTIAN

Sebenarnya hari ini aku harus menyelesaikan tugas-tugasku yang bejibun banyaknya tapi aku bosan dan jadilah aku menulis essay untuk syarat mengajukan beasiswa KSE (semoga dapet... amin). Essaynya sederhana aja kok. Cuma cerita tentang alasan memilih jurusan, alasan mengajukan beasiswa, dan rencana setelah lulus kuliah. Ketika lagi nulis-nulis essay entah kenapa ingatanku melayang ke masa lalu, masa dimana aku merasa down, minder, kesal, dan merasa bahwa aku tak berguna di mata orang-orang di sekitarku.


Well, aku akan ceritakan pengalamanku di sini. Semoga pengalamanku ini dapat memberi motivasi agar kita selalu optimis dan selalu berpandangan bahwa hidup kita ini amazing. Amin...


Aku adalah seorang mantan santri di sebuah pesantren yang cukup terkenal di Indonesia. Ketika aku nyantri, aku bukanlah seorang santriwati yang pintar lagi cerdas. Sering kali aku berada di kelas bawah dan pernah nyaris gak naik kelas. Aku sering dihukum karena sering tak menggunakan bahasa wajib pesantren, bahasa Arab dan bahasa Inggris tentunya. Aku melanggar peraturan bagian bahasa bukan berarti aku tidak suka dengan bahasa, malah bahasa adalah suatu bidang yang sangat aku minati. Yah...mungkin bidang bahasa adalah satu-satunya bidang yang bisa aku banggakan.
Setelah tamat dan mengabdi, akhirnya aku diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk melajutkan pendidikan di jurusan sastra asia barat alias jurusan sastra arab UGM.

Dan di sinilah tekanan-tekanan itu dimulai...


Ketika aku bertemu kembali dengan teman-teman pondokku via jejaring sosial mereka selalu bertanya tentang kegiatanku dan dimana aku melajutkan kuliah. Setelah mereka tahu bahwa aku memilih jurusan sastra Arab, begitu banyak komentar pedas yang datang bertubi-tubi padaku. Mereka bilang kalo aku gak kreatiflah, jurusanku cemenlah, jurusan gak bangetlah, dan segala macam komentar yang MEYAKITKAN!!! Dan satu peristiwa yang sangat menyakitkan dan masih mengenang di benakku adalah pembicaraanku dengan seorang kakak kelas ketika aku berkunjung ke pesantren untuk melepas rindu dengan sahabatku yang masih ”mendekam” di sana:
Kakak kelas: Sekarang ente kuliah dimana, Shin?
Aku : di UGM, ustadzah
Kakak kelas: Jurusan apa?
Aku : Sastra Arab
Kakak kelas: what? Sastra Arab? Jurusan apa tuh? Kuliahnya boleh di UGM tapi masak jurusannya sastra Arab (sambil ketawa ngejek)

OMG... pada waktu itu aku sangat marah dan kesal buanget dengan perkataannya tapi aku diam saja. Biarinlah, gak usah dilawan, ngabisin tenaga aja.
Ketika PPSMB, setara dengan OSPEK, seorang dosen memotivasi kami agar kami tidak minder dengan jurusan yang kami pilih ini. Menurutku, perkataan dosen itu sangat baik dan dapat membuat kami semangat untuk melanjutkan studi di jurusan yang sering dipandang sebelah mata ini.


Berhubung aku kuliah di PTN jadi kebanyakan teman-teman seangkatanku adalah anak-anak SMA yang belum pernah bergelut dengan bahasa Arab. Kemudian dosen itu memotivasi mereka. Aku tahu kok dosen itu baik dan ingin memotivasi mereka agar mereka semangat untuk memepelajari bahasa Arab tapi, menurutku, kata-kata beliau kurang tepat karena terlalu men-down-kan dan memojokkan anak-anak yang pernah bergelut dengan bahasa Arab.


Aku merasa kesal banget karena rasa-rasanya aku mendapat tekanan dari berbagai arah, dari teman-teman seperjuanganku di pesantren dulu dan dari jurusan yang aku ambil ini. Aku kesal dengan komentar teman-temanku tentang jurusan yang aku pilih ini. Aku kecewa dengan perkataan dosen tersebut padahal aku sangat ingin dimotivasi agar aku terpacu untuk lebih menggali tata bahasa Arab dan juga kesusastraannya.
Tapi... ya sudahlah, kata Bondan Prakoso, tampaknya pribahasa anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu perlu diterapkan saat ini.


Aku sempet down, down sekali. Tapi ketika aku berpikir lagi, ternyata tak ada gunanya aku down. Kalo aku down, emangnya ada yang peduli? Hahaha aku sendirilah yang harus peduli pada diriku. Aku harus bangkit dan membuktikan bahwa aku bisa dan aku tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan tekanan-tekanan inilah yang menciptakan sebuah pembuktian dalam diriku. Pembuktiannya apa saja? Hahaha hanya aku dan Tuhan yang tahu.


Terima kasih aku ucapkan kepada ”tekanan”

Sunday, 24 April 2011

HIDUP INI INDAH

(terinspirasi dari puisi Ilya Abu Madi yang berjudul لم تشتكى)







”Kenapa sih hidupku tak seberuntung dia? Sepertinya hidupnya sangat enak, gak ada tugas, uang selalu ada, badan sehat-sehat aja, bisa pergi dan beli bermacam-macam barang yang bagus-bagus. Kapan aku sebahagia dia? Kapan aku beruntung seperti dia? Argghtt... aku adalah orang termalang di dunia ini!!!”

Teman...
Pernahkah kalian merasakan hal seperti ilustrasi di atas? Kalau aku sih, jujur aja, pernah ngerasain hal seperti itu. Apalagi setelah aku kehilangan STNK dan kehabisan duit bulanan. Aku dibuat pusing oleh itu semua. Ketika aku melirik ke seorang temanku, aku dapati dia selalu bahagia tanpa beban. Makannya enak dan gak perlu banting tulang, uang kirimannya gak pernah habis. Kalau pergi ke mall selalu belanja perak-pernik yang lucu khas cewek-cewek. Bajunya bagus-bagus. Laptopnya keren, pacarnya tajir mampus dan lain sebagainya.

Jujur...aku jadi sedih dan sempat berpikir bahwa hidupku gak bahagia karena selalu didatangi musibah dan cobaan yang silih berganti. Hmm... berasa bahwa aku adalah pelanggan tetap sang musibah. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah uang bulanan habis, tugas banyak, dan STNK hilang pula.

Suatu malam aku, yang sedang gundah gulana, beranjak keluar kamar kos dan duduk di atas atap memandangi hamparan bintang di langit sambil merana dan menangisi musibah-musibah yang silih berganti menghampiriku tanpa bosan.
Aku pandangi langit dan bintang-bintang itu tanpa jemu. Indah... Indah nian mereka...bagaikan kumpulan mutiara putih yang menyebar di atas sehelai sutra hitam. Tiba-tiba, aku ingat beberapa bait syair Ilya Abul Madi yang berjudul لم تشتكى

Intinya syair itu menjelaskan bahwa kita jangan merasa miskin dan tidak punya apa-apa karena semua benda di bumi dan di langit adalah milik kita. Asalkan kita, sebagai makhluk yang tinggal di bumi ini, harus menjaga dan melestarikan bumi.

Bait-bait syair itu membuatku tambah merenung dan menyesali pendapat hatiku yang mengatakan bahwa hidupku ini menyedihkan dan tak seberuntung orang lain.

Seandainya kita berpikir dalam, maka kita akan mengetahui hikmah dari segala sesuatu yang kita alami. Segala kebaikan mempunyai hikmah tersendiri dan segala keburukan yang menimpa kita juga memiliki hikmah tersendiri. Ketika kita dilimpahi kebaikan oleh Allah, maka hikmahnya adalah rasa syukur dan pembuktian atas keagungan kekuatan Allah. Jika kita ditimpa keburukan, bukan berarti kita adalah manusia yang paling malang atau yang paling sial. Akan tetapi keburukan itu akan menjadi sebuah pelajaran diri untuk masa yang akan datang dan akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang.


Mungkin saat ini kita belum menemukan hikmah yang tersembunyi itu tapi suatu saat hikmah itu pasti akan kita temukan. Percayalah bahwa hidup ini indah dengan segala kebaikan dan keburukannya karena hidup akan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang.

Hidup seperti buah mangga mentah yang dimasukkan ke dalam tumpukan beras agar menjadi matang, pertama-tama pahit dan setelah mengalami proses yang panjang, mangga itu menjadi manis... manis sekali...






Sunday, 17 April 2011

Obat yang Sangat Manjur


Ke Gontor apa yang kau cari?

Kata-kata itu masih terngiang di benakku. Kata-kata itu adalah sebuah tulisan yang terpampang tinggi dan besar di dinding sebuah gedung tingkat dua di pondok tempat aku nyantri dulu.
Kata-kata itu masih kukenang dan insyaAllah -kuusahakan- kuterapkan dalam setiap lini hidupku tapi sekarang redaksinya sedikit aku rubah karena aku sudah tidak nyantri di sana lagi. Jadi sekarang redaksinya begini:
Ke Jogja apa yang kau cari?

Jika mungkin suatu hari aku kan melanjutkan untuk menuntut ilmu ke daerah lain atau mungkin ke benua lain, maka aku akan mengganti redaksinya lagi sesuai tempat dimana aku berada hehe...

Buatku, kata-kata ini sangat istimewa Kata-kata ini bagaikan setetes embun yang jatuh di atas hamparan tanah yang gersang ataupun bagaikan oase di tengah padang pasir serta yang terpenting kata-kata ini bagaikan obat penghilang rasa ingin mengeluh dan malas yang sangat manjur karena beratnya perjuangan akademik di Jogja.

Obat penghilang rasa ingin mengeluh

Kata-kata itulah yang berhasil membungkam mulutku untuk mengeluarkan bunyi-bunyian tidak penting seperti bunyi: aduh tugasku banyak banget sih!!! Capek!!! Pusing!!! Bete!!!
Sebenarnya, mengeluh adalah sifat yang tak bisa dipisahkan dari manusia tapi kita sebagai manusia harus bisa mengontrol dan meminimalisir keluhan kita. Kalau hanya mengeluh dan mengeluh tanpa mengerjakan apa yang kita keluhkan itu, kapan pekerjaan itu akan selesai. Lebih baik diam dan kerjakan saja. Toh banyak tugas bagi pelajar dan mahasiswa itu wajar kan? Dan kalau kita merenung tentang manfaat dari tugas-tugas tersebut, kita pasti tahu tentang manfaatnya. Percayalah manfaatnya juga untuk kebaikan kita sendri. Pasti!!!

Obat penghilang rasa malas

Malas juga sifat yang tak bisa dipisahkan dari manusia. Serajin-rajinnya manusia, pasti ada rasa malasnya. Malas kuliah atau malas sekolah wajar. Kita juga seirng merasa malas. Ketika kita malas, cobalah kita bayangkan jerih payah orang tua kita yang membanting tulang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan akademik kita di rantau. Cobalah kita ingat wajah-wajah letih mereka. Cobalah kita ingat perjuangan kita, saat kita belajar mati-matian berjuang mengalahkan ribuan orang yang ingin masuk ke sekolah atau perguruan tinggi yang kita tuju. Dan yang paling penting adalah mengingat tujuan utama kita merantau dan datang ke kota ini. Tujuan kita untuk menuntut ilmu kan, teman?

Than...
Ke Jogja apa yang kau cari?
Ingatlah selalu kata-kata itu karena kata-kata itu adalah obat yang sangat manjur.

Saturday, 16 April 2011

Ketika Aku Terbawa Suasana Sesaat

Ya Tuhan...

Apakah yang aku alami ini sama seperti dulu? Hanya kata-kata yang tak berarti, perlakuan-perlakuan manis yang kebetulan? Dan akankah terganti dengan sesuatu yang sama seperti ini di kemudian hari?

Ya Tuhan...

Aku hanyalah seorang wanita biasa yang ingin dicintai tapi aku benci saat-saat aku jatuh cinta yang berujung tanpa kepastian.

Tahukan Engkau Tuhan?

Sosok itu tiba-tiba datang di saat aku tenang dan mengikhlaskan semua ketidakpastian dari seseorang. Sosok itu adalah sosok dari masa laluku yang nyaris terlupakan olehku.Sosok yang datang dari zaman dimana aku dan dia berlari-lari ceria dengan seragam merah putih kami yang kucel dan bau keringat bercampur matahari.

Namun, kini kami bertemu dalam dimensi yang berbeda. Wajahnya yang kuingat dulu kanak-kanak, kini telah berubah menjadi seseorang yang dewasa dan berpikiran matang.
Pertemuan pertama setelah sekian lama tak pernah bertemu itu biasa saja kurasakan. Hatiku masih beku dan cuek serta tak peduli dengan sosok berwujud lelaki karena aku masih bertahan mencoba mengiklaskan semua yang terjadi padaku sebelumnya.
Tetapi akhirnya aku luluh dengan semua perhatian dan kata-katanya. Mungkin itulah kekurangan wanita, mudah luluh dengan perhatian... miris....Setelah dia pulang ke daerah asalnya, entah kenapa dia masih menghubungiku walaupun tidak sering. Dan selalu memberiku perhatian. Apa maksudnya? Kalau hanya membuatku sakit pada akhirnya, kenapa dia lakukan itu padaku?

Ya Tuhan...

Jujur... bahwa aku merasakan sebuah perasaan di hatiku mulai timbul. Tapi seperti kata pepatah: sedia payung sebelum hujan. Maka, aku kuatkan hatiku agar nanti suatu saat terjadi hal yang tak diinginkan, aku akan kuat dan tegar bagaikan batu karang, insyaAllah....

Kuatkan aku ya Tuhan...


Thursday, 14 April 2011

Sujeto y vebro en Espangol (Subjek dan verba dalam bahasa Spanyol)

¡Hola! ¿C’Quetal?
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang subjek dan verba dalam bahasa Spanyol. Kenapa? Karena, menurut saya, dua hal tersebut saling berkaitan satu dengan yang lain. Yah... bisa dibilang semut dan gulalah ya...Ada gula ada semut, ada ... ada subjek, pasti ada verba...hehehe...

SUBJEK atau SUJETO (baca: sukheto)

Subjek itu sama seperti dhāmīr dalam bahasa Arab. Dengan kata lain yaitu pelaku. Jika dalam bahasa Arab ada 14 subjek atau dhāmīr, maka dalam bahasa Spanyol hanya ada 12 subjek. Beruntunglah bagi anda yang mempelajari bahasa Arab, Bagaimana tidak? 14 dhāmīr saja, insyaAllah, mudah menghafalnya apalagi yang hanya 12. Betul tidak? Dan tanpa banyak kata-kata lagi, inilah dia subjek-subjek dalam bahasa Spanyol. Cekidot...dot...dot!!!

Yo: Saya
Tứ: Kamu
El: Dia laki-laki
Ella: Dia perempuan
Usted: Anda
Vosotros: Kalian (laki-laki)
Nosotros: Mereka (laki-laki)
Nosotras: Mereka (perempuan)
Ellos: Mereka (laki-laki)
Ellas: Mereka (perempuan)
Ustedes: Anda untuk jamak

Cating: Jika jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki, maka tetap memakai subjek untuk laki-laki sama seperti bahasa Arab atau bahasa Prancis. Contoh:
Jika ada Ana, Julia, dan Javier maka subjek yang dipakai untuk mereka adalah Nosotros.

VERBA atau VERBO (baca: berbo)

Dalam bahasa Spanyol, bentuk-bentuk verba akan terpengaruh oleh waktu. Sama dengan bahasa Arab, Inggris, Prancis dan lain sebagainya. Tapi kali ini, yang kita bahasa adalah bentuk verba dalam present tenses dan inilah verba-verba dalam bahasa Spanyol dan konjugasinya. Bagi yang pernah belajar bahasa prancis, tentu tidak terlalu susah memahaminya...
Cekidot!!!

Verba ar, contohnya: hablar
Yo hablo
Tứ hablas
El/Ella/Usted habla
Nosotros/as hablamos
Vosotros/as habláis
Ellos/as/ Ustedes hablan

Verba se: llamarse
Yo me llamo
Tứ te llamas
El/Ella/Usted se llama
Nosotros/as nos llamamos
Vosotros/as os llamáis
Ellos/as/Ustedes se llaman

Verba er: Tener (to have)
Yo tengo
Tứ tienes
El/Ella/Usted tiene
Nosotros/as nos tenemos
Vosotros/as tienéis
Ellos/as/Ustedes tienen

Verba ir: Vivir
Yo vivo
Tứ vives
El/Ella/Usted vive
Nosotros/as vivimos
Vosotros/as vivís
Ellos/as/Ustedes viven

Verba Ser. Ser sama dengan etrê dalam bahasa Prancis atau to be dalam bahasa inggris.
Yo soy
Tứ erês
El/Ella/Usted es
Nosotros/as somos
Vosotros/as sois
Ellos/as/Ustedes son

Verba Estar:
Yo estoy
Tứ estás
El/Ella/Usted está
Nosotros/as vivimos estamos
Vosotros/as vivís estáis
Ellos/as/Ustedes están

Ejercicios (latihan)

Konjugasikanlah verba-verba di bawah ini:
Estudiar-Escribir-Vender


Sumber:
Competencia Gramatical en Uso A1
Catetan Centang Prenang yang Nulis

Selamat mempelajari dan mencoba!!! hehehehe

Wednesday, 13 April 2011

Sekolah dan Kehidupan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa bangsa Arab sangat terkenal dengan gaya bahasa mereka yang indah dan unik. Teori ini bisa kita dapatkan dan kita pelajari dalam ilmu Balagah. Salah satu yang saya ingat dalam ilmu Balagah adalah tentang tasybih atau perumpamaan. Contohnya saja, orang yang pemberani diumpamakan dengan seekor singa, kecantikan disamakan dengan bunga, kepakan sayap burung Elang disamakan dengan tentara di medan perang dan lain sebagainya.

Jikalau boleh saya meniru gaya bahasa mereka, maka saya ingin menyamakan kehidupan ini dengan sekolah. Ya, akan saya beri nama Sekolah Kehidupan.

Mengapa saya bisa mengumpamakan hidup dengan sekolah? Alasan pertama karena hidup mengalami fase-fase seperti sekolah. Dimulai dari TK, di saat para murid belum tahu apa-apa tentang semua ilmu pengetahuan. Sama bukan dengan kehidupan? Pada saat pertama kali kita menginjakkan kaki ke muka bumi ini, kita tak tahu apa-apa.



Alasan kedua adalah bahwasannya dalam kehidupan, kita akan mengenal orang-orang yang ada di sekitar kita kemudian mengakrabi mereka. Begitu juga di sekolah, kita juga akan mengenal teman-teman baru yang kelak akan akrab dengan mereka.

Alasan ketiga adalah bahwa dalam kehidupan, kita akan belajar berbagai macam ilmu. Sama bukan dengan sekolah? Yang beda hanya satu, yaitu pengajarnya. Jika di sekolah yang mengajari kita adalah seorang guru, maka di kehidupan, alam dan seisinyalah yang akan mengajari kita.

Alasan keempat karena di sekolah, kita pasti akan menghadapi berbagai macam ujian begitu juga dalam kehidupan. Akan ada banyak ujian yang datang silih berganti dan kita harus menghadapinya dengan sabar, tetap berusaha, dan tawakal. Yang berbeda adalah waktu ujiannya saja. Jika di sekolah semua ujian telah dijadwalkan dan diatur serapi mungkin, maka ujian kehidupan datang kapanpun sang Kepala Sekolah menginginkannya.
Alasan kelima bahwa di sekolah, ada waktu kelulusan begitu juga dengan kehidupan. Di sekolah ada dua predikat kelulusan, lulus dengan nilai baik dan lulus dengan nilai buruk, begitu juga dengan kehidupan.

Alasan terakhir adalah kelanjutan dari sekolah dan kehidupan itu sendiri. Jika kita lulus dari sekolah, maka kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu jenjang perguruan tinggi. Begitu juga dengan kehidupan karena setelah kita telah selesai menjalankan kehidupan, maka kita akan melanjutkan kehidupan yang lain yaitu kehidupan akhirat. Akankah kita bahagia ataukah menderita? Wallahu’alam... hanya Allah SWT yang tahu segalanya. Kita hanya bisa berusaha, berdoa, dan pasrah serta berharap selalu dalam naungan lindungan-Nya. Amin...



Saturday, 9 April 2011

Perhatian kecil mengalahkan harta yang melimpah

Beberapa patah kata ini sebenarnya terinspirasi ketika aku membaca posting blog seorang adik kelasku, di kampus, yang bercerita tentang ayahnya. Tiba-tiba, ingatanku terbang ke wajah papa dan membuatku ingin menorehkan beberapa kata untuk papa. Ya hanya untuk papa seorang.


gambar papa yang aku ambil ketika berkunjung ke kantor beliau


Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai ketika aku dikirim oleh Tuhan ke dunia fana. ini Suaranya adalah suara laki-laki pertama yang aku dengar ketika melantunkan untaian adzan ke telingaku ketika aku ada di dunia fana ini. Sentuhannya adalah sentuhan pertama seorang laki-laki nan lembut yang aku rasakan di dunia fana ini.
Jika mendengar kata papa, hayalku melayang ke satu wajah lelaki berperawakan seperti orang India, hmm...atau mungkin orang Arab. Matanya bulat besar dan hidung papa mancung. Senyum di bibirnya adalah sebuah senyuman terindah yang pernah kulihat.
Papa memang sosok yang tertutup dan pendiam tapi aku tahu bahwa dalam diamnya, papa selalu memperhatikan, mencintai, dan manjaga kami. Papa memang terlihat cuek dan seakan-akan tak peduli tapi aku tahu bahwa dibalik sifatnya itu, papa sangat peduli pada kami. Papa selalu memberi apa yang kami minta selama beliau mampu mengabulkannya. Dalam diam dan tak acuhnya, papa sangat mengerti dan tahu tentang kesukaan kami. Suatu kali, papa membelikanku kaset Harry Potter and Prisoner of Azkaban. Padahal aku tak pernah bercerita bahwa aku menyukai film Harry Potter tapi papa tahu. Suatu kali lagi, di depan sebuah foto copian, aku dan adikku, Ulfa, bertengkar memperebutkan beberapa potong combro ala Padang sampai-sampai kami diam-diaman ketika tiba di rumah. Tiba-tiba, papa muncul dari pintu dan membawakan kami combro yang banyak. Aku sangat senang sekali dengan perhatian papa. Jika aku boleh berpendapat, maka akan aku katakan bahwa sebuah perhatian kecil lebih berharga dan mengalahkan nilai harta yang berlimpah.


di monas bersama papa belasan tahun silam

Mungkin torehan tulisan ini, tak bisa mewakili semua kebaikan-kebaikan papa tapi cukuplah untuk menyimpulkan beberapa kata yang ingin kusampaikan bahwa aku sayang papa, sungguh teramat sayang... En simplicidad seria yo te amo, Padre....





Ya Allah...
Berilah papa dan mama kebahagian dan rezki yang cukup.
Berikan juga aku kesempatan untuk membahagiakan mereka walaupun mungkin apa yang akan aku lakukan tak cukup untuk membalas semua jasa-jasa mereka...

Friday, 8 April 2011

Los Nombres des paises y de nacionalidad



Setelah mengetahui abjad dan Fonologi serta sedikit kosa kata tentang sapaan dan perkenalan, sekarang kita belajar tentang nama-nama negara dan kewarganegaraan. Ahora... estudiamos Los nombres des paises y de nacionalidad!!!
Bahasa Spanyol juga termasuk bahasa sexiest seperti bahasa Prancis dan juga bahasa Arab. Salah satunya dalam kosa kata tentang kewarganegaraan. Kalau dalam bahasa Prancis ada masculin et feminin, dalam bahasa Arab ada mudzakar wa muannas, di dalam bahasa Spanyol ada Masculino y Feminino. Inilah beberapa nama negara dan kewarganegaraan dalam bahasa Spanyol. Cekidot!!! ^^


Los nombres de paises
México
Argentina
Indonesia
Italia
Brasil
Egipto
Suiza
Inglaterra
Francia
Japón
España
Holanda
Alemania
Estado Unidos

Nacionalidad:

Masculino:
Méxicano
Argentino
Indonesio
Italiano
Brasileño
Egipcio
Suizo
Inglés
Francés
Japonés
Español
Holandés
Alemán
Estadounidense

Feminino:
Méxicana
Argentina
Indonesia
Italiana
Brasileña
Egipcia
Suiza
Inglésa
Francesa
Japonésa
Española
Holandésa
Alemana
Estadosunidense

Cara pembentukannya biasanya sih begini...
Diakhiri huruf vokal O dan A contoh: "Suizo" untuk maskulin dan "Suiza" untuk feminin
Jika kata "Inglés" adalah maskulin dengan huruf kosonan di akhirnya, maka femininnya ditambah dengan huruf A menjadi Inglésa
Kalo masculino y feminino ditambahkan –e saja di akhir kata. Jadi ada bentuk kata makskulin dan feminin yang sama. Salah satu contohnya: Estadosunidense.
Menayakan negara asal dan kewarganegaraan:
Que pais es?: apa negaranu?
Que nacionalidad es?: Apa kewarganegaraanmu?

Tambahan:

¿Cómo se escribe?: Bagaimana cara membacanya?
No, entiendo: Saya tidak mengerti
¿Está bien asi?: Apakah ini benar?
No: tidak Si: Ya
¿Puedes repetir, por favor?: Apakah bisa dulangi lagi?
Intrucciones (Perintah):
Lee: Bacalah
Preguenta: Tanyalah
Ecribe: Tulislah
Marca: Tandakanlah
Mira: Lihatlah
Sekian dulu corat-coret bahasa Spanyol pada kesempatan ini. Gracias!!!
Adiós y hasta huego!!!

Sumber:
Curso De Español Para Extrajeros nuevo inicial 1

Thursday, 7 April 2011

Estudiamos la lengua de Español




Sebuah pepatah Arab mengatakan bahwa kehancuran akan datang bagi orang yang tidak mengetahui kemampuan dirinya. Oleh karena saya tidak ingin hancur, maka saya mengenali diri saya, baik dari segi kemampuan, kelemahan, minat, sifat-sifat dan lain sebagainya.
Menurut saya, salah satu minat saya adalah bahasa. Entah kenapa, bahasa selalu bisa membuat saya berdebar-debar tak karuan hmmm... tampaknya saya jatuh cinta pada bahasa.
Selain bahasa Arab dan tentunya bahasa Inggris, kini saya sedang mempelajari dua bahasa lain yaitu bahasa Prancis dan Spanyol. Kedua-duanya adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk di benua Eropa, sebuah benua yang sangat ingin saya kunjungi.
Setiap bahasa memiliki masing-masing keunikan. Bahasa Indonesia unik dengan kekonsistenan verbanya yang tidak berubah karena waktu. Bahasa Inggris unik karena memiliki anomatopea yang diambil dari kosa katanya. Bahasa Arab unik dengan fungsi verba yang bisa berubah-ubah. Nah dua bahasa yang baru saya pelajari ini, yaitu bahasa Spanyol dan Prancis, juga punya keunikan yang lain. Bahasa Prancis dan Spanyol memiliki aksen yang unik dan menanatang buat saya. Kalau bahasa Prancis terkenal dengan bunyi sengaunya yang indah dan yang membuat saya jatuh hati pada bahasa Spanyol adalah pelafalan huruf ” R”nya yang sangat jelas. Amazing!!!
Berhubung saya sedang semangat-semangatnya memepelajari dua bahasa baru tersebut, maka saya akan berbagi sedikit pengetahuan dengan teman-teman tentang bahasa tersebut. Akan tetapi, pada tulisan ini saya akan membagi pengetahuan saya tentang tata bahasa Spanyol saja kerana menurut saya, tata bahasa Spanyol tak terlalu berbeda dengan bahasa Prancis. Selain itu, bahasa Spanyol lebih mudah pelafalannya dan insya Allah lebih mudah menghafalkan fonetiknya. So... mari kita berbagi ilmu yang kita miliki...”Balliguu ’Annii walau aayyah”
ALFABETO (ABJAD)
A: A Amiga
B: B Bueno
C: Tse Cena Casa (kasa)
Ch:Ceh Coche
D: Dedo (di pangkal lidah)
E: E Espangol
F: Effe Fuego
G: G atau kh
H: Ache (tidak dibaca)
I: I
J: Khota Trabajar dibaca trabakhar
K: K Kilo
L: Elle Luego
LL: Je Llamarse dibaca jamarse
M: Emme Mucho
N: Enne Noche
Ñ: ny España
O: O
P: P Paella
Q: Que
R: Erre Rosa
S: Esse Silla
T: Te
U: Uno
V: Ube Vivir
W: Ube double
X: Equis
Y: I Yate dibaca Jate
Z: Tse, Sa Zapatto


SALUDOS Y PRESENTASIONES
(Sapaan dan Perkenalan)
¡Hola! ¿Cómo te llamas?= ola, komo te jamas: hai, siapa namamu?
Me llamo Fernando. ¿Y tu?= Mi Jamo Fernando. I tu: Namaku Fernando dan kamu?
Yo me llamo Carlos= Jo mi jamo Carlos
Buenos Diaz: Selamat Pagi
Buenos Tardez: Selamat sore sampai menjelang waktu tidur
Buenos Noches: Selamat Tidur
¿Cómo está?= Komoesta: Apa kabar?
¿C’Quetal?= Ketal: Apa kabar?
Jawabannya:
Bien/ Muy bien/ Asi Asi
Perdón: Maaf
Hasta Huego, Adiós: Selamat tinggal
Hasta mañana: Sampai Jumpa
Encantada/o: Nice to meet you


Sumber:
Curso De Español Para Extrajeros nuevo inicial 1
Dosen bahasa Spanyol saya, Sra. Maria Vanessa


Mohon maaf apabila ada kesalahan karena penulis juga masih belajar ^^v sampai jumpa dalam pelajaran selanjutnya.
Hasta Huego!!!

Saturday, 2 April 2011

malam minggu asoy geboy

Tampaknya segala sesuatu yang tidak kita rencanakan , pasti akan terjadi. Contohnya aja malam minggu kali ini. Dengan spontan saya dan beberapa orang teman tiba-tiba mendapatkan ilham untuk jalan-jalan menghabiskan malam minggu dan itung-itung refreshing karena otak udah panas mikirin akademik dan proposal KKN.
Gak muluk-muluk sih jalan-jalannya. Cukup ke Amplaz aja. Penduduk DIY pasti tahu dengan yang namanya Amplaz. Konon katanya mall ini adalah mall terbesar di DIY dan Jateng. Walapun begitu, tempat ini adalah tempat yang paling jarang kami kunjungi. Di mulai dari numpang shalat magrib di sana kemudian dilanjutkan dengan ngiterin mall. Salah satu tempat yang paling lama kita singgahi so pasti Gramedia. DI sana saya dan teman-teman gak beli apa-apa cuma ngeliat dan baca buku yang gak disampulin. Saya baca-baca buku resep macam-macam sambel. Slurpp slurpp ngiler... setelah itu dilanjutkan ke bagian buku disain interior rumah. Hahahahaha jadi berandai-andai deh...(semoga saja terwujudkan)
Setelah keluar dari Gramdeia, akhirnya kita ngelihat fashion show dari lantai 2. Saya pribadi, jadi teringat masa kecil hihihihi...
Setelah puas, akhirnya kita menuju carrefour. Ngudek-ngudek dan berkeliaran di sana tanpa membeli apapun. Parahnya malah berpoto-poto ria di antara tumpukan buah-buahan hehe (norak yak? tapi menyenangkan)
Karena sudah pada ngersa capek dan malam pun makin larut, akhirnya kami memutuskan untuk pulang tapi ternyata di parkiran, teman saya, Eva, tanpa sadar telah membuang karcis parkirnya di salah satu tong sampah mall dan akhirnya kami kena sedikit masalah
Kami harus menunjukkan STNK dan ID card. Nah kebetulan STNKnya adalah milik saya yang berlamatkan sumatra barat serta berplat nomor BA sedangkan ID cardnya pake KTP eva yang beralamat di jogjkarta. Mas-mas yang nanganin masalah kita itu, lebingungan dan bolak-balik ngelirik plat motor saya. hahaha
So... kami dikenai denda 10 ribu plus uang parkir 2 ribu rupiah. Wew!! Jarang-jarang pergi ke Amplaz tapi sekalinya ke sana langsung ngeluarin duit 12 ribu untuk parkir padahal tadi gak beli papa-apa cuma window shopping doang ckckckc...
"ya sudahlah, gak papa," kata eva, si pelaku kehebohan. hehe (peace va^^)
Terus beberapa detik kemudian mas-masnya bilang kalau besok jam 9 pagi karcisnya ketemu, silahkan kembali kesana dan uang akan dikembalikan.
Saya cuma bisa ketawa ngakak...pliss deh, mana mungkin kita nyari tuh karcis di semua tong sampah mall!!! ckckckckckck
Hmm...malam minggu yang menyenagkan walaupun dengan acara yang sangat sederhana.

Wednesday, 30 March 2011

berusahalah tuk......

Aku disini, berdiri di sebuah sudut gelap. Memperhatikan setiap tingkah laku orang - orang yang hilir mudik. Hanya terus memperhatikan tanpa berkata sepatah katapun. Setelah memperhatikan mereka, aku hanya bisa diam, merenung dan menulis. Mencoba mengekspresikan segala sesuatu ke dalam tulisan.
Satu yang lagi yang aku tangkap dari renunganku tentang sifat kita sebagai manusia. Ketika kita sangat sangat menginginkan sesuatu, kita mati - matian untuk menggapainya. Kita berusaha keras untuk meraihnya dan mungkin sampai rela mempertaruhkan jiwa dan raga.
Tapi ....ketika kita telah meraih harapan itu, bintang - bintang itu, kita akan menyia - nyiakannya, kita ingin mebuangnya dan mungkin menjauh darinya.....
Apakah kita lupa?????? dulu kita berusaha mati - matian medapatkanya, kita berusaha menggapainya, apakah kita lupa akan perjuangan kita meraih harapan - harapan itu???
Teman!!! mari kita berusaha menjaga harapan - harapan itu!!! Dan jangan disia - siakan!!! Ingat kepada mereka yang belum bisa menggapai haarapan - harapan mereka
Untuk teman - teman yang belum meraih harapan dan mimpinya... tetap semangat untuk meraihnya...karena aku sadar, aku belum bisa meraih mimpi dan harapanku juga......

Pardon me.....kalo ada salah salah kata....namanya juga manusia
al - insanu makanul khata' wa nisyan hehe...

antara impian dan kemampuan ( hanya sekedar mengembalikan semangat "mengejar impian")

Hmmm...mimpi??? Siapa sih di dunia ini yang gak punya mimpi?? Semua manusia di dunia ini pastilah punya mimpi. Kata seorang psikolog (yang kemaren ikutan DMLA pasti tau ^^): Manusia dan hewan itu sama yang membedakanya hanyalah manusia memiliki mimpi/ tujuan sedangkan hewan sebaliknya. Banyak sekali kita menemukan pepatah ato untaian kata - kata mutiara yang berkaitan dengan mimpi. Contoh saja Martin luther king mengatakan : I have a dream ato dalam novel sang pemimpi karya Andrea Hirata yang bilang " Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi - mimpimu. Dan masih banyak yang lainnya. Mungkin anda lebih tahu daripada saya.
Kita boleh bermimpi apapun sesuka hati kita dengan syarat kita berusaha untuk mewujudkan mimpi - mimpi kita tersebut. Berusaha untuk mewujudkannya bukanlah sebuah hal yang mudah teman!! Halangan, rintangan and the gank menunggu kita disana. Jangan hanya jadi sang pemimpi belaka ( yeah!! walaupun ada sebuah mimpi saya yang belaka hehehehe ). Dalam meraih mimpi - mimpi itu kita juga memerlukan semangat dan keyakinan yang tinggi. Dani inilah yang menyebabkan saya menulis tulisan buruk ini ( maklum pemula ^^ ).
Seperti manusia lainnya, saya juga mempunyai mimpi. I have a dream. Salah satu mimpi saya adalah mengunjungi dan bisa meneruskan pendidikan di sebuah negara di benua Eropa dan mengunjungi sebuah kota yang indah di sana, VENICE. Kota impian sejak saya duduk di bangku SD. Saya mengenal kota itu hanya melalui sebuah atlas dunia yang dibelikan orang tua saya di pasar loak ( hahaha lengkap bgt infonya ). Meurut saya, kota itu sangat Indah dan...
Dan beberapa hari yang lalu seorang teman saya brkunjung ke kos saya. Kami membicarakan banyak hal seperti kabar, kesibukan kami ato hanya saling megejek dan menggoda. Dan tanpa sengaja saya bercerita tentang mimpi saya itu. Dia langsung tertawa terbahak - bahak. Menertawakan mimpi saya yang ingin mennginjakkan kaki ke Eropa itu. Dia mengutip sebuah pepatah arab yang berbunyi : Hancurlah bagi mereka yang tidak mengetahui kemampuan mereka. Dan berkata "Harusnya kamu sadar, gak usah bermimpi yang macam - macam dan harusnya kamu sadar dengan kemampuan kamu mana mungkin kamu bisa meraihnya. Ingat donk sama pepatah itu!".
setelah percakapan itu aku berfikir tentang mimpi - mimpiku dan kemampuanku.aku merasa dengan kemampuanku yang hanya seperti ini, aku gak akan bisa meraih mimpi - mimpiku. Semangatku dan keyakinanku tuk mengejar mimpi - mimpiku mulai memudar. Tapi setelah itu...aku sadar aku harus bangkit sebelum semangat dan keyakinanku memudar seluruhnya. Akhirnya aku sadar bahwa kita bisa memperbaiki atau menambah kemapuan kita itu. asalkan punya niat yang kuat dan tetap punya semangat untuk meraih mimpi - mimpi itu. Dan kayaknya kita harus mengandalkan pepatah : anjing menggonggong, kafilah berlalu plus cuek aja. Sekartang mereka boleh menertawakan atau menghina mimpi - mimpi kita. Kita buktikan dengan perbuatan kita bahwa kita bisa meraihnya dan membuat mereka bungkam selama - lamanya!!!!


SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!

KIK (kartu identitas kendaraan) oh KIK -copas dari note di FB saya-

Seperti yang kita ketahui sekarang adalah zaman reformasi yang katanya semua orang mempunyai hak untuk mengungkapkan dan mengekspresikan perasaannya dengan bebas merdeka. Maka, pada tulisan kali ini, saya ingin mengungkapkan sedikit "uneg-uneg" saya. Jika pembaca tak setuju dengan kalimat saya sebelumnya, jangan coba-coba baca note ini^^ karena takutnya dapat berdampak pada sakit hati.

KIK atau Kartu identitas kendaraan adalah sebuah kartu berbentuk persegi panjang berlatarkan gambara GSP dan bertuliskan plat nomor kendaraan, nama sang pemakai kendaraan, dan nomor pendaftaran KIK. KIK katanya adalah semacam ID untuk kendaraan para penduduk kampus tempat saya sedang menimba ilmu saat ini. Apabila pada awal Maret 2011, ada penduduk kampus belum mepunyai KIK, maka akan diperlakukan sama dengan masyarakat umum, yakni dikenakan disinsetif bila tidak ber-KIK (kutipan dari selembaran pos satpam depan Maskam). Tarifnya Rp 1000,-. sampai dengan Rp 5000,. (tergantung pada jenis kendaraan).

Menurut saya, KIK adalah kartu yang rentan hilang. Kenapa? karena KIK harus selalu ditunjukkan ketika kita melintasi pos satpam. Bayangkan saja! Jika kita ingin ke FIB, Psikologi, atau FEB dari arah GSP, maka kita akan menemukan tiga pos satpam dan di setiap pos tersebut kita harus menunjukkan KIK (kecuali pos pertama di depan GSP). Bagi wanita, yang memang agak ribet dengan barang bawaan, harus mensiasati agar kartu KIK mudah diperlihatkan kepada para satpam penjaga pos agar tidak terjadi antrean yang panjang yang disebabkan "terlalu ribet mengeluarkan KIK dari dalam tas atau dompet. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kemacetan atau antrean panjang di pos satpam, kebanyakan para pemegang KIK meletakkan KIK di tali (yang biasanya dipakai untuk cocard kepanitian) dan menggantungkannya dengan kunci motor agar KIK mudah diperlihatkan. OLeh karena itu, KIK rentan rusak karena beberapa hal, misalnya kehujanan dan cepat hilang.

Tadi malam, karena suatu sebab, KIK saya hilang. Kemudian pada pagi harinya saya melaporkan KIK saya yang hilang ke pada pihak yang bertanggung jawab untuk urusan KIK. Pihak tersebut meminta saya mengurus surat kehilangan di kantor polisi dengan alasan ditakutkan ada pihak yang mengaku-ngaku kehilangan KIK padahal dia belum atau tidak mrmiliki KIK. Dalam hati saya berkata, "berarti KIK kayak ATM ya, kalo hilang urusannya ke kantor polisi. Padahal kan bisa diliat dalam arsip. kenapa harus ribet ke kantor polisi?"

Karena saya menghormati yang lebih tua, maka saya mengurus surat keterangan kehilangan di kantor polisi. Setelah surat keterangan hilang selesai, saya dikenakan biaya seikhlasnya.*seikhlasnya=RP 10.000,-. Padahal beberapa bulan yang lalu, saya juga mengurus surat keterangan hilang karena ATM saya hilang tetapi tidak dikenai biaya apapun. Ya sudahlah, mungkin peraturannya sudah berubah... Lagian saya malas berdebat lama-lama yang menghabiskan banyak waktu.Time is money! hehe

Setelah itu, saya kembali ke pihak yang mengurus KIK, kemudian membayar lagi Rp 5000,- Jadi untuk Pengurusan KIK ini, sudah memakan biaya Rp 15.000,- Padahal pengurusan ATM aja gak sebanyak itu wkwkwk saya hanya bisa tertawa sedih.

Mungkin bagi sebagian orang, uang Rp 15.000,- itu gak ada artinya. Akan tetapi bagi saya dan beberapa teman-teman mahasiswa, uang senilai itu sangat berarti. ^^

Saya selalu mencoba untuk tidak mengeluh, tapi saya hanya manusia biasa, yang mempunyai sifat wajar yaitu mengeluh, hehe.... Hari ini saya mau mengeluh,

"Hufff... KIK ribet yak!!! kenapa gak kayak kampus-kampus yang laen?" sambil menghela nafas panjang.

:D:D;D

Monday, 28 March 2011

sebuah tulisan sederhana untuk guru-guruku



Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Guru selalu ikhlas mengajari anak didiknya
Guru selalu bahagia dengan keberhasilan anak didiknya
Guru selalu dengan senang hati membagi ilmu yang dimilikinya
Guru selalu bahagia dan bangga jika anak didiknya mengamalkan dan membagi ilmunya
Guru tidak akan menganggap anak didiknya adalah saingan jika suatu saat anak didiknya lebih maju daripadanya
Guru ... tidak pernah berprasangka buruk pada anak didiknya, dia pasti selalu berprasangka bahwa anak didiknya akan selalu mengingatnya di sepanjang masa...


Selain orang tua, tentu kita harus selalu menghormati guru karena mereka telah mengenalkan kita dengan bermacam-macam keilmuan untuk meningkatkan pengetahuan kita akan dunia. Setiap guru, pasti memiliki kenangan dan kesan tersendiri yang berbekas pada ingatan anak didiknya. Menurut saya, semua guru mempunyai kesan masing-masing. Namun yang paking berkesan adalah guru saya ketika saya duduk di kelas V KMI pesantran darussallam Gontor Putri 1.
Beliau bernama ustad Budi. Beliau berasal dari Tasikmalaya.Pada saat itu, kelas yang saya duduki adalah kelas V K. Bayangkan saja!!! Kelas itu bisa dibilang kelas bawah yang berisi anak-anak "berotak biasa" alias gak cerdas.Akan tetapi, beliau selalu memotivasi kami dan membangkitkan kami agar kami membuktikan bahwa kami bisa walaupun orang-orang memandang kami sebelah mata.
Beliau selalu menemani kami belajar di sebuah ruang kelas setiap siang setelah waktu makan dan pada malam hari di saat waktu belajar yang sudah ditentukan pesantren. Setelah belajar, beliau selalu menyemangati kamu lagi dan sebelum beranjak pulang, kami selalu berdoa bersama.
Suatu hari, diadakanlah lomba cerdas cermat antar angkatan. Bayangkan saja! kami harus bersaing dengan kelas 5 B, c, D, E, F dan seterunya sampai 5 M. Kami takut dan tak percaya diri. Beliau menyemangati kami lagi sampai akhirnya ditunjuklah 3 orang yang akan mewakili kelas kami. Mereka dibimbing ustad Budi mempelajari berbagai macam pelajaran.
Finally...tak disangka dan tak diduga...kami mendapat juara 3... Alhamdulillah!!! Dan di perlombaan selanjutnya kami mendapat juara 1. Kata-kata beliau terbukti: bahwa siapapun bisa dan terbuktilah bahwa kami bisa mengalahkan nak-anak kelas YB dan VC yang notabene berotak cerdas.
Beliau sangat baik menurutku. Selain kami dituntut belajar lenih giat, beliau tak lupa menyelinginya dengan hiburan seperti buka bareng atau rujakan bersama. Hmm...sungguh indah masa-masa itu...Dan pernah di suatu hari, beliau membuat sendiri minuman berbuka puasa untuk kami yaitu pop ice. Setelah acara itu selesai, kami baru tahu bahwa blender untuk membuat minuman itu sampai rusak. Bayangkan saja!!! blender itu harus bekerja keras menghaluskan es batu dan bubuk pop ice untuk kurang lebih 35 orang tanpa berhenti.
***
Ada pertemuan, pasti ada perpisahan...kami beranjak naik ke kelas VI. Kali ini, kami membuat gebrakan baru lagi. Alhamdulillah...V K tahun kami ini, hanya 3 prang yang gak naik kelas itupun karena sakit. Ketika kami naik kelas VI, beliau pergi meninggalkan kami untuk pulang ke daerahnya dan mengajar di sana. Kelas kami pun terpisah-pisah tapi satu dua kali beliau datang ke pesantren kami, dan mengajak kami berkumpul bersama. Di acara kelulusan kami, tiba-tiba beliau datang dan berdiri di tangga dan menyambut kami dengan senyuman dan kata selamat...aku dan teman-teman bahagia...
Sudah 7 tahun, aku dan teman-teman putus kontak dengan beliau tapi berita yang aku dengar, kini beliau menjadi guru di pesantrennya dan telah menikah dengan seorang santrinya di sana...Ya Allah, semoga kebahagian selalu tercurah untuknya dan untuk keluarganya...
terima kasih banyak guruku,pahlawanku, motivatorku...

Sunday, 27 March 2011

Sekedar berbagi: Cerpen gak jelasku

Banyak sekali cara mengekspresikan diri. salah satunya dengan menulis. Menulis sesuka hati tanpa beban dan tanpa paksaan dari orang lain serta tanpa penilaian orang lain. Menulis dan hanya menulis saja...
Tadi malam, saya membuka sebuah folder di laptop saya dan menemukan cerpen-cerpen saya. Cerpen itu saya tulis sendiri dan saya konsumsi sendiri. (belum pede memperlihatkannya ke khalayak ramai hehe). Finally, inilah judul-judulnya dan sedikit ulasannya:
>Accidentally In Love
Kalau melihat judul ini, pasti kita akan ingat judul lagu Counting Crows yang menjadi soundtrack film shrek. Cerpen ini tentang sorang gadis yang jatuh cinta dengan seorang pria yang tak disukainya dan akhirnya mereka menikah...pesannya sih: don't judge the book by it's cover hehe
>Aku, Dia, dan Dia
Cerpen ini tentang kisah cinta segitiga antara dua orang sahabat dan seorang dosen.
Pesan dari cerpen ini adalah: jangan suka memberi ketidakpastian karena itu menyakitkan hehe
>Bidadari dari Masa Lalu berkisah tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada sahabat karibnya sendiri tapi dia gengsi mengungkapkannya. Suatu hari mereka bertemu lagi dan terjadilah....(kalo penasaran dateng aja ke kos tuk baca-baca hihi). Pesannya sih: Fakkir qobla an ta'zima (artinya cari di kamus ya)
>Bolehlah Aku Simpulkan Bahwa Kalian Bagaikan Angin?

Cerpen ini adalah cerpen terbaruku dan pembuatannya hanya makan waktu semalam. Rencanya mau ngerjain tugas, eh tapi malah menghayal dan inilah hasiln hayalanku itu. ceritanya based on true story tapi, selayaknya karya sastra, cerita ini juga mengandung aspek non-fiksi.
>Catatan Cinta Nenek. Cerpen ini berlatar kampung halaman papa di sumatra barat sana namanya Lintau Buo tapi ceritanya tetap aja bertema cinta hahahaha...
>Cinta dari Darussallam. Cerita ini sebenarnya bukan hayalan murniku melainkan cerita-cerita yg beredar di kalangan aku dan teman-teman pondokku dulu tapi udah aku ubah dikit-sikit. Siapa otak dari berita ini? kami pun tak tahu siapa.Ceritanya ya...tentang percintaan anak pesantren hehehe... Hmmm...Tapi cerpen ini aku buat bersambung. Banyak banget sih yg harus diungkapkan hohohoho
>Cinta di Lapangan Merah. Cerpen ini aku tulis dadakan sebenarnya untuk tugas mata kuliah menulis kraetif. Dan inilah satu-satunya cerpenku yang telah diterbitkan bersama kumpulan cerpen kelas menulis kreatif melalui bangcok community...hehe...terima kasih, pak dosen!!!
>Nandita dan Gempa
Cerpen ini gak bertema tentang cinta tapi tentang anak dan orang tua. Berlatarkan peristiwa gempa Padang 30 September 2009 lalu. Cerpen ini sebenarnya salah satu cerpen yang aku ajukan untuk diterbitkan di bangcok community tapi pak dosen lebih memilih judul yang di atas. Hehe
>Sahabat Jadi Cinta, Cinta Jadi Sahabat. It's Complicated!!! Baca sendiri aja deh kalo penasaran hehehehe...tapi pesan yang ingin aku sampaikan adalah tentang ketulusan dari sebuah persahabatan
>Tegar. Ini sebuah cerpen tentang seorang gadis yang mencari cinta hakiki karena dia beranggapan bahwa tak ada orang yang mau menerimanya karena penyakit yang dideritanya. Cerpen ini, diam-diam, aku persembahkan untuk seorang sahabat terbaikku. Aku sayang kamu, sahabatku...mari kita tegar bersama!!!
>Tetap Cinta. Ini juga cerpen yang aku ajukan untuk diterbitkan, tapi ditolak mentah-mentah hiks hiks. Ceritanya sih simple banget. Bukan tentang keluarga apalagi tentang percintaan dua insan melainkan tentang kecintaan si tokoh pada kota tempatnya brdomisili walaupun kota itu kejam hehehe
>Zalzalah ini artinya gempa. Sebenarnya cerita ini berdasarkan cerita Nandita dan Gempa tapi lebih aku pendekkan agar gak susah menerjemahkannya ke bahasa Arab. Ehm...well okey cerita ini sebenarnya tugas ujian akhir mata kuliah komposisi Arab II hehehehe
Well...semoga yang baca tulisan ini gak kena serangan jantung ya...hehe nggak nyambung
See you next time dan tetap semangat!!!

Angin...

Angin...
Kau bagaikan angin...
tahukah kau, mengapa kau kusetarakan dengan angin?
bukan karena inisial namamu yang sama dengan huruf pertama pada angin...tapi karena kau memang seperti angin...
Datang padaku tiba-tiba dengan belaian buliran lembutmu itu. Aku terlena...terbuai dengan kesejukan yang kau persembahkan.
Tapi tiba-tiba...kau lenyap begitu saja...Mungkin kau sudah pergi bersama pasir dan dedauan ke negeri sebrang.
Aku disini selalu duduk sendiri menunggumu dan berharap kau akan datang kemudian memmbelaiku lagi dengan kelembutanmu
Ternyata kau tak pernah datang sampai akhirnya aku melupakanmu...
Dan kini kau datang kembali padaku dan membelaiku lagi dengan kelembutanmu...
Aku terlena lagi dengan semua itu. Tapi tiba-tiba aku sadar bahwa suatu saat kau pasti akan meninggalkanku lagi dan aku merana kembali. Maka sebelum itu terjadi, aku bangkit dari dudukku dan kupakai mantal tebalku agar aku tak merasakan kelembutanmu lagi...
Namun...jika kau datang lagi padaku dan berjanji akan selalu datang,aku pasti akan merasakan kelembutanmu itu dengan senang hati

Friday, 14 May 2010

(cerpen belum ada judul-settingnya ambil moskow kayak setting Bumi Cinta Kang Abik)

Untittled


Angin sore berhembus sepoi-sepoi membelai lembut rambut panjangku. Bunga-bunga bermekaran indah menyambut sore di musim semi ini. Aku berdiri tegak sambil memperhatikan Farhan, anak laki-lakiku, yang sedang asyik melihat gerombolan burung-burung merpati di lapangan. Sore ini aku mengajaknya jalan-jalan ke Lapangan Merah Moskow yang masyhur. Lapangan ini terletak di pusat kota serta dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua nan eksotik. Ketika musim semi tiba, banyak orang yang berjalan-jalan di lapangan ini. Di sebuah sudut lapangan, aku melihat seorang pengantin pria menggendong mesra pengantin wanitanya. Yah, memang begitulah tradisi di kota ini. Sudah lima tahun lamanya aku merantau ke kota termahal di dunia ini dengan alasan yang menurut sebagian orang tidak logis. Alasan cinta. Tiba-tiba angan-anganku melayang jauh ke sebuah kota di Indonesia.
***
Hujan lebat membasahi seluruh kota Jogja. Aku duduk di sebelahnya dan memandangi wajah hitam manisnnya yang tampan. Tiba-tiba, dia menghadap ke wajahku dan berkata,”Fi, hujan-hujan gini, enaknya ngapain ya?”Aku tersentak dan tersenyum kikuk,”Hmm..kayaknya enak banget kalo makan mi rebus Burjo.hehehe....”Dia ikut tertawa dan seraya berkata,”Hujan-hujan gini enaknya duduk sambil memandangi hujan yang turun dari langit. Rasanya damai sekali.” Aku mengangguk dan lalu berkata”Tumben! Anak Arsitektur bisa puitis juga. Ngalah-ngalahin anak Sastra aja!” Kami berdua lantas tertawa terbahak-bahak bersamaan. Betapa indahnya persahabatan.
Sudah dua tahun aku berteman dengannya. Pertama kali aku bertemu dengannya di sebuah acara alumni SMAku. Dia seniorku dulu ketika SMA dan tak disangka kami melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama di kota ini. Banyak hal-hal yang aku lakukan bersamanya. Mulai dari berdiskusi tentang berbagai macam hal sampai sekedar jalan-jalan atau nonton di bioskop. Aku sangat menikmati hari-hari bersamanya. Hari-hariku sangat ceria dan aku sangat bahagia menjadi sahabatnya. Tapi kebahagian itu lenyap ketika aku menyadari bahwa aku telah jatuh hati untuk pertama kalinya sepanjang hidupku kepadanya. Aku tetap menyembunyikan rasaku ini darinya. Aku takut rasa cinta ini akan merusak persahabatan kami kelak. Biarlah rasa ini aku pendam dalam hatiku saja. Hari-demi hari terus berlalu tanpa henti sampai suatu ketika dia wisuda dan akan meninggalkan kota ini. Dia berniat untuk merantau ke pulau sebrang. Aku mengantarkannya sampai bandara kota ini. Hatiku sedih karena akan berpisah dari sahabatku itu, tetapi aku tak mau memperlihatkan kesedihanku padanya. Betapa aku ingin mengatakan semua yang aku rasakan padanya tapi mulutku tak mampu berbicara.
Setelah kepergiannya, aku menyibukkan diriku dengan berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus agar aku bisa melupakannya dan melupakan kenangan-kenangan masa lalu itu. Suatu ketika, aku mendapat kiriman surat yang berisi undangan pernikahannya. Hatiku hancur dan porak poranda seperti gempa yang memporak porandakan kampung halamanku dulu. Cintaku bertepuk sebelah tangan...Aku lebih bertekad lagi untuk melupakannya dengan belajar lebih giat sampai aku mendapatkan beasiswa ke GUM, Moskow. Akhirnya aku menetap disini, bekerja, dan bertemu dengan Andri, suamiku yang telah meninggal setahun yang lalu.
***
Matahari senja mulai meniggalkan sisa-sisa warna jingganya di langit kota Moskow. Aku memanggil Farhan yang masih berkutat dengan gerombolan merpati itu. ”Farhan! Kita pulang, yuk!” kataku sambil melambaikan tangan kepadanya. Walaupun kami menetap di luar negeri, Aku dan Andri selalu membiasakan Farhan untuk berbicara bahasa Indonesia. Farhan berlari-lari kecil ke arahku dan aku menggenggam tangan pangeran kecilku itu. Matanya yang bulat masih melihat kagum ke Kremlin, istana kenegaraan Rusia.
”Bunda, kita mau kemana? Ayah sudah pulang dari kantor belum ya, Bun?” tanya Farhan polos dengan suara cadelnya. Aku melirik ke arahnya dengan sedih. Kasihan Farhan, dia belum mengerti bahwa ayahnya telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan gemas sambil menutupi rasa sedihku tanpa melihat suasana yang ramai di sekitarku.
”Dug” Tiba-tiba tanpa sengaja pundakku menyenggol pundak seorang pria. Ups!! I’am sorry, Mister. Dari tinggi badannya, aku yakin bahwa pria yang aku tabrak itu adalah orang Asia. Lalu aku melihat ke arah wajahnya. Aku memperhatikan rambut dan wajahnya. Rambut pria itu disisir rapi berbelah pinggir. Wajahnya keras seperti wajah lelaki Jawa. ”Deg” tiba-tiba jantungku berdetak. Aku sangat mengenali wajah itu. Semuanya masih sama kecuali kaca mata minus bergaya trendy yang bertengger di hidungnya. Itu wajah sahabatku.”Kak Dimas! Fi!” Sahut kami berbarengan dan Dimas memandangi anak laki-laki kecil di sampingku.
***
Setelah selesai menjalankan ibadah shalat Magrib di sebuah pojokan kecil lapangan merah, Kak Dimas, aku, dan Farhan menuju ke Kataigorod di sebrang lapangan merah. Kak Dimas mengajak kami ke sebuah cafe untuk makan malam. Kami bercakap-cakap dan saling berbagi perjalanan hidup kami selama kami berpisah. Kak Dimas ternyata masih seperti dulu, suka menyayangi anak-anak. Dia langsung akrab dengan Farhan. Dari ceritanya, aku mengetahui bahwa sekarang Kak Dimas bekerja di sebuah biro Arsitektur terkenal di kota ini. Dia bekerja dengan arsitek-arsitek handal dari berbagai negara di biro itu. Ternyata, salah satu mimpinya untuk melancong ke negeri Beruang Merah ini kesampaian juga. Kisah cintaku dan kisah cintanya tak terlalu berbeda. Yang membedakan hanya aku ditinggalkan suamiku ke alam baka sedangkan dia meninggalkan istrinya karena perbedaan prinsip.
Malam semakin larut, Farhan sudah terlelap di pangkuanku. Aku dan Kak Dimas hanya berdiam diri saja di dalam Peugeutnya. Suara jangkrik di luar jendela mobil bersahut-sahutan seakan menggoda keheningan yang terjadi di antara kami. Sebenarnya tadi aku bersikeras untuk pulang menggunakan metro bawah tanah, tetapi Kak Dimas memaksa untuk mengantarkanku pulang ke apartemenku.
Setelah sampai di depan apartemen, aku menggendong Farhan dn bersiap-siap turun dari mobil itu. Kak Dimas ternyata telah membukakan pintu mobil untukku. Aku turun dan mengucapkan terima kasih banyak kepadanya. Aku berbalik menuju pintu apartemenku. ”Fi! Tunggu!” teriak Kak Dimas dari belakangku. Aku berbalik ke arahnya dan dia melakukan apa yang pernah dia lakukan dulu padaku saat pertama kali bertemu. ”Fi, aku minta nomor handphonemu, boleh?”. Aku mangangguk dan bibirku menyebutkan angka-angka nomor handphoneku.
***
Setelah kejadian tak terlupakan malam itu, kini aku menjalani hari-hariku dengan Farhan dan juga Kak Dimas. Saat weekend, kami bertiga berjalan-jalan di sekitar lapangan merah dan menikmati keindahan arsitektur katerdal Saint Basil yang kubahnya seperti es krim cone warna-warni menurut Farhan. Terkadang kami mengunjungi obyek-obyek wisata di Moskow dengan menggunakan metro bawah tanah.
Aku teringat lagi akan masa-masa indah dulu yang telah aku kubur dalam-dalam. Aku membiarkan ingatan itu menggentayangiku lagi. Kak Dimas masih sama seperti dulu. Dia masih suka menerangkan tentang keindahan dan tetek bengek yang menyangkut dengan arsitektur. ”Tau gak Fi? Stasiun di Moskow tuh adalah stasiun terindah di dunia. Lihat aja ornamen-ornamen yang indah di dindinng dan kubahnya. Stasiun ini didesain sama arsitek yang kalo gak salah namanya Shchusev. Gitu loh Fi!” pejelasannya panjang lebar ketika kami sedang menunggu metro di stasiun Komsomolskaya. Sebenarnya aku telah mengetahui hampir semua seluk beluk kota Moskow ini karena pekerjaanku di KBRI untuk Rusia yang dituntut untuk tahu seluk beluk kota ini, tetapi aku tetap menghargai dan membesarkan hatinya.
***
Hari ini suhu kota Moskow panas. Aku mengurangi suhu AC di dalam ruang kerjaku sambil tetap menerima telepon dari mama dan papa di Indonesia. Mama memintaku pulang ke Padang karena mama dan papa sangat merindukan Farhan, cucu mereka satu-satunya. Setelah menerima panggilan dari mama, handphoneku berbunyi lagi. Ternyata ada panggilan masuk. ”Hmm...dari Kak Dimas...”gumamku dalam hati. Aku sambar handphoneku dan aku terima panggilannya.
***
Aku berlari-lari kecil di pelataran Masjid Biru Moskow itu dan menghampiri sebuah bangku taman. Disana aku melihat pria yang sudah tak asing lagi. Siang itu, Kak Dimas tampak cerah sekali dengan kemeja biru mudanya. Dia tersenyum dari kejauhan dan melambaikan tangannya. Aku mendekatinya dan duduk di bangku sebelahnya. Mataku menari-nari melihat pemandangan pelantaran masjid biru yang hijau ini. Tiba-tiba mataku berhenti di wajahnya dan aku terdiam.
”Fi! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku ingin mengatakan sesuatu yang sebenarnya dari jaman kita dulu kuliah sampai saat ini masih aku pendam. Dulu aku gak bisa mengatakannya karena aku takut apa yang akan aku katakan bisa merusak persahabatan kita. Fi...Aku cinta padamu, maukah kau menikahiku (mas ato’ maap ya pake bhs indonesia dulu, ntar nyari bhs rusianya, kalo bisa, dulu hehe).
Aku terperangah mendengar kata-katanya. Suaraku tiba-tiba tercekat di tenggorokanku, tetapi aku mengangguk tanda menyetujui. Dalam hati, aku bahagia karena ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan dan aku bisa memberi seorang ayah kepada jagoan kecilku, Farhan. Sedangkan Andri masih tetap abadi dalam hatiku dan Farhan. Masjid Biru menjadi saksi kebahagianku saat ini. Kubahnya yang biru bertambah cerah dalam pandangan mataku.

cerpen pertama yang aku post ke blog (tugas kuliah nih)

NANDITA DAN GEMPA


Matahari tersenyum dan burung-burung riang berterbangan di langit menyambut pagi nan cerah ini. Anak-anak sekolah bercanda tawa dan bernyanyi ceria di pinggir jalan raya. Nampaknya pagi ini sangat cerah dan ceria, tapi hati Nandita tak seceria dan secerah pagi ini. Nandita berjalan kesal di jalan setapak menuju sekolah sambil menendang kerikil-kerikil kecil. Nandita kesal sekali dengan kedatangan kakak satu-satunya dari tanah rantau, Jogjakarta. Nandita merasa seluruh perhatian dan kasih sayang mama papa tercurah kepada sang kakak, Nanditi.
Semenjak Nanditi pulang, mama selalu memasak masakan kesukaan Nanditi atau membelikan Nanditi baju. Papa juga sering memberi Nanditi uang. Padahal Nanditi hanya menghabiskan waktunya di rumah dan itu semua tidak membutuhkan uang. ”Pa, kenapa sich kak Diti dikasih uang jajan tiap hari? Padahal khan kak Diti di rumah aja.” Protes Nandita pada papa tadi pagi. ”Khan kamu juga papa kasih, Dita. Lagian kak Diti hanya pulang ke Padang sekali-sekali. Gak salah khan kalo kak Diti juga menikmati liburannya?” Jawab papa santai sambil menikmati kopi buatan mama. Nandita mendengus kesal dan langsung berangkat ke sekolah tanpa salam kepada papa apalagi kepada mama dan Nanditi. Hari ini, bertambah besarlah kebencian dan kekesalan Nindita kepada papa dan mama.
***
Siang itu suhu kota Padang sangat panas. Nandita dan sahabatnya, Tiwi, keluar halaman sekolah, mereka kemudian menuju kantin sekolah dan membeli dua cup jus semangka. ”Dit, Dita kenapa sih hari ini mukanya ditekuk gitu?” Tanya Tiwi sahabatnya. Nandita berhenti menyeruput jusnya dan menjawab, ”Aku sebel sama papa dan mama. Papa dan mama sekarang lebih sayang sama Nanditi. Aku benci sama papa apalagi sama mama yang selalu membela dan memanjakan Nanditi.” Nanditi? Nanditi itu khan kakak kamu yang sedang kuliah di Jogja? Kok kamu memanggilnya tanpa sebutan kak atau uni atau apalah?”Tanya Tiwi kembali. ”Sudahlah Tiwi...Jangan tanyakan aku kenapa aku memanggilnya Nanditi saja. Yang penting, saat ini aku benci dan kesal dengan papa dan mama.”Jawab Nandita sambil mendengus kesal.”Nggak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, Dit! Kamu hanya berburuk sangka kepada mama dan papamu.” Ujar Tiwi. ”Uhhggt....Sudahlah Tiwi, aku mau pulang, aku mau pergi les Biologi di NF.” Nandita langsung meninggalkan Tiwi yang mungkin kesal karena sikapnya itu.
Tidak biasanya Nandita seperti ini kepada Tiwi. Mungkin karena Nandita sedang merasa kesal dan marah. Dalam hati, Nandita menuduh papa dan mama sebagai penyebab sikap kasarnya terhadap Tiwi barusan. Hati Nindita bertambah panas sepanas suhu kota Padang siang itu. Nandita tak peduli dengan teriknya matahari siang. Dia terus melangkahkan kakinya menuju rumah dengan tetap membawa segunug kekesalan dan kemarhan kepada papa dan mama.
Akhirnya Nandita tiba di rumah. Nandita masuk ke dalam rumah dan menemukan keadaan rumah yang kosong. Semenjak kedatangan Nanditi, rumah itu tak pernah kosong.Nanditi selalu menyambut Nandita pulang sekolah. Nandita mencari kakaknya itu ke kamar belakang. Biasanya, pada siang hari Nanditi tengah asyik menyetrika baju disana, tetapi Nandita tidak menemukannya. Nandita menyusuri ruang keluarga, dia melihat neneknya tengah asyik menonton siaran TVRI Padang. ”Nek, kak Diti kemana?” Tanya Nandita pada nenek. Nenek membetulkan kaca matanya dan menjawab, ”tadi mama mengajak kak Diti ke pasar. Kayaknya mau beli bahan makanan untuk dibawa ke Jogja besok.”
”Ughhtt....lagi-lagi mama lebih memperhatikan Nanditi. Pasti di pasar mama membelikan Nanditi baju yang banyak dan bagus-bagus.” Gumam Nindita dalam hatinya yang semakin kesal dan marah. Nandita beranjak ke kamarnya dan bersiap pergi ke tempat lesnya.
***
Nandita turun dari angkot yang membawanya ke tempat les. Nandita berlari-lari kecil memasuki gedung tempat les pelajaran Biologinya. Nandita menyapa beberapa teman-temannya yang sudah duduk manis di dalam. Kemudian Nandita mencari bangku yang masih kosong dan mendudukinya. Nandita mulai membuka buku modul dan membaca halaman demi halaman sambil menunggu tentor Biologinya masuk.
”Selamat siang adik-adik! Bagaimana kabarnya? Sudah siap untuk memulai pelajaran kita hari ini?” Suara kak Dimas, tentor Nandita, mengejutkan orang-orang yang berada di dalam kelas. ”Sudah Kak” Sahut Nandita dan teman-temannya. ”Oke! Sekarang silahkan buka halaman dua puluh................................”
Drrrrrrrrtttttttt.....Tiba-tiba Nandita dan teman-temannya merasakan getaran yang lama-lama bertambah dahsyat. Kaca-kaca jendela pecah berkeping-keping, lampu-lampu kelas bergoyang kesana-kemari. ”Gempa! Gempa! Cepat keluar!” Teriak orang-orang di dalam gedung. Nandita panik bukan main. Nandita berusaha keluar dari dalam gedung tetapi dia jatuh dan terjatuh lagi karena getaran gempa yang maha dahsyat itu. Meja dan kursi yang berjatuhan menghambat Nandita dan beberapa orang temannya keluar dari kelas itu. Nandita mencoba berdiri lagi untuk menyelamatkan dirinya. Setelah bisa berdiri kembali Nandita mencoba berlari walaupun gempa masih menggetarakan gedung itu.
Akhirnya Nandita berhasil mencapai pintu utama gedung dan keluar dari dalam gedung yang telah berantakan itu. Nandita melihat kekacauan di luar gedung. Tanah dan jalanan merekah mengeluarkan air dan lumpur hitam panas. Pohon-pohonpun bayak yang tumbang akibat guncangan genpa yang dahsyat itu. ”Tsunami...! Ada Tsunami!” teriak orang-orang yang panik di luar gedung. Nandita panik dan mencari angkot yang bisa membawanya menuju rumah atau membawanya ke tempat yang aman. Sudah sekian kali Nandita dan beberapa teman-teman lesnya mencoba menghentikan angkot dan mobil yang melaju tetapi tak ada yang sudi memberikan tumpangan kepada mereka.Nandita berjalan pasrah di tengah-tengah kekacauan itu. Pasrah akan nasib selanjutnya. Pasrah apabila Tuhan akan mengambil nyawanya lewat bencana alam ini. Nandita tiba-tiba menangis teringat akan kata-kata kasarnya dan buruk sangkanya terhadap mama, papa, dan Nanditi.
”Ditaaaaaaaa.....” Nandita tiba-tiba mendengar namanya dipanggil di tenga hiruk pikuk orang yang tengah menyelamatkan diri. Nandita langsung mengedarkan pandangannya mencari sumber suara yang memanggilnya. Nandita melihat sebuah mobil kijang Innova hitam milik om War, pamannya. Dari jendela mobil itu, Nandita melihat mama menangis dan berteriak memangil-manggil namanya. Nandita langsung berlari menuju mobil itu. Nandita menyebrangi jalan yang penuh sesak oleh berbagai macam kendaraan dengan hati-hati dan akhirnya Nandita naik ke atas mobil.
Di dalam mobil Nandita melihat papa, mama, nenek, tante Res, dan om War. Mama langsung memeluk Nandita erat-erta sambil menangis demikian juga papa serta Nanditi. Rupanya setelah gempa mengguncang kota itu, mama dan papa bersikeras mencari Nandita sampai bertemu sebelum menyelamatkan diri ke bukit.
Dalam hati Nandita malu dan menyesal karena selama ini telah membenci dan berburuk sangka kepada orang-orang di sekitarnya. Nandita kini sadar bahwa banyak yang memperhatikan dan menyayangi dirinya. Gempa itu benar-benar menyadarkannya.

Monday, 19 April 2010

kejam

12Maret 2010
23:33
Menjelang pergantian hari.....
Hmmm.....masih bertemu dengan hari yang melelahkan tapi mengasyikkanlah. Pagi udah capcuzz ke kampus. Ceritanya mau wawancara ma Pak A-be...tapi...karena perut udah minta haknya, terpaksalah sang kaki berjalan menyusuri bonbin dulu.
Abis tuh lanjut ke jurusan tuk wawancara ma Pak A-be plus ngumpulin tugas komposisi yang bejibun banyaknya. Walau bejibun tetep kudu dikerjainlah bro! Ceritanya mencoba belajar agar gak selalu berkeluh kesah. Hehehehehehe....
Truz cabut ke Parsley mo masukin proposal buat talk show raditya dika. Eh ...gak taunya malah ngiler liat roti kelapa di parsley ^^.uhhhggttt!!! keluar duit lagi deh! Hiks hiks hiks...So ketika masih asyik ngeliatin roti roti nan berjajar rapi menunjukkan keanggunan bentuk mereka, si hapeku bunyi...oh God!!! Ternyata dia lageeeeeeeeeeeee -_-...hellooooo!!! kenapa saat aku sudah bisa untuk melupakan, tuh orang malah muncul???hmmm...tapi biarin ajalah. EGP!!! Yang penting aku hepi dengan kehidupanku sekarang !! wuehehehehe...( ketawa gak jelas ni!! )
Oh ya makin hari tugas kuliah makin mantap aja ( huff!! Ngeluh lagee nich ). Apalagi tugas kelompok. Dari bikin makalah sampe presentasi. Tapi harus dikerjainlah ( lagi rajin hihihi.. ). Tapi aku suka sebel kalo salah satu anak di kelompokku ngomong gini, ” Khan ada Shinta!! Ya udah biar aja Shinta yang ngerjain!!! ”. Grrrrhhhtttttt!!! Belon pernah makan rendang sepatu butut ya?? Ato belon pernah liat macan betina ngamuk ya tuh orang?? Rasanya puengggeeeen buangeeettt..........( pengen ngapain ya?? Bingung sendiri !! ). Pokoknya kata orang jawa itu mangkel.hehehe...Tapi biarlah!!! Aku juga bisa egois. Orang itu egois karena gak mau bantu ngerjain tugas kelompok. Aku juga mau egois karena aku dapetin ilmuya setealah aku jungkir balik ngerjain tugas, so how?? ( Nich Shinta versi kejam ^^ )

masa yang menyenangkan

11 April 2010
22:23
Met Malem diary digitalku....
Sungguh hari yang melelahkan tapi menyenangkan :D. Tapi inilah yang kumau. Menikmati masa-masa seperti ini sebelum masa-masa ini gak bisa kunikmati lagi hehehehe....
Pagi udah ke UIN nemenin anak – anak sastra arab manggung disana. Ceritanya nyibukkin diri jadi official gituh hehehe. Trus siangnya ke rumah epha nemenin epha ngambil transkrip nilai buat sp2mp dan buntutnya....dapat makan siang gratis di rumah epha!! Uhuyy!!! ^^. Maklum anak rantau plus anak kos hohoho...So balik ke kampus lagi coz ada meeting ( beuh!! Meeting?? ) ma pantia talk show raditya dika.
Agak sorean meluncur ke babaran. Ceritanya mau survey tempat magang tapi kayaknya epha ma mimi punya opsi laen. Tapi gak sia sia juga ke penerbitan itu coz keciprtan ilmu juga dan diminta ngajar bahasa Arab. Seneng banget dah!!! Udah lama kagak ngajar nich...kangen juga. Tapi masalahnya Cuma satu : ngajarin bapak – bapak hehehehehehe....but...why no?? ^^
Sore menjelang malam, nongkrong di gelanggang nonton pertandingan futsal. Busyeeeeeeeeettttttttt!!!! Bener – bener kayak orang kesetanan dah!!! Nyanyi – nyanyi nyemangatin tim futsal Sarab! Uhuy!!! Kayaknya bagus tuh kalo Sarab punya tim cheerleader wuakakakakakakakak....( menghayal ceritanya )
Pokoknye walaupun capek dan stress tetep dinikmatin ajalah semuanya. Selagi masih punya waktu, kesempatan dan kesehatan. Hehe...Belon tentu waktu udah kelar kuliah masih bisa kayak gini, betul??

papa j'ime

9 Maret 2010
16:44
Papa...je I’aime
Hujan sore ini deras banget lebih deras dari yang aku bayangkan. Lantai kosan langsung kotor kena aer ujan dan pasir yang berkolaborasi. Huff...handuk satu – satunya ( satu lagi sedang masuk laundry ) juga basah. Tadi kirain hujannya gak sampe jemuran dalam tapi ternyata malah sampe tangga kos kosan. Oh God!! Help me!! Kata orang kalo hari hujan dan petirnya lagi lomba bunyi, kita gak boleh idupin laptop. Tapi kali ini bodo amatlah!!! Panas terik, ujan badai tetep aja mau ngidupin sang lepi buto ijo ini. Udah gak bisa ditahan kesedihan ini. Kemana lagi coba mau tak curahkan kesedihan ini??? Kalo cerita ke temen, gak enak ma mereka coz mereka juga punya masalah sendiri khan?? Koq aku malah menambahkan masalah mereka. Lagian kalo aku cerita trus bablas nangis bombay, ugghhtt!! Gengsi donk!! Gak bangetlah.
Aku khawatir banget soalnya papa lagi sakit sejak hari Ahad kemaren. Tensi papa naek trus gak nafsu makan. Kata tante kayaknya stress tapi gak tau kenapa papa stress mungkin kerjaan kantor. Papa emang pendiem orangnya jadi jarang cerita apalagi kalo ngobrol cuma lewat telpon. Kalo lagi jauh sama orang tua kayak gini lebih sering komunikasi sama mama tapi kalo lagi di rumah baru deh deketnya sama papa.
Papa!!! Andaikan kau tau, aku disini sangat mengkhawatirkanmu. Aku memikirkanmu Pa!. Hiks...Mulai nangis bombay deh ni!!! ( untung gak da yang lihat ). Tapi aku gak bisa berbuat apa – apa. Aku cuma bisa berdoa supaya papa cepet sembuh seperti sedia kala. Amin...Seandainya aku bisa pulang ke Padang, mungkin aku udah pulang sekarang. Tapi apalah daya??

sekedar mengenang pristiwa gempa

Malam minggu 6 Maret 2010
11:00

Dear all!!!!!!!!!!
Pa kabar dunia???? Tetep asyik khan?? ^ ^. Akhirnya ketemu lagi ma hari sabtu yang menyenangkan ini. Sehari dalam seminggu dimana otak bisa melupakan sejenak tugas – tugas kuliah yang makin tambah semester makin mantap :p ini. Hari sabtu yang menyenagkan buat melakukan rutinitas mingguan. Apalagi kalo bukan HARBUNAS hehehe...So dilanjutkan dengan baca novel The Lost Symbol yang udah aku cuekin seminggu lebih ini.
Malamnya aku memutuskan untuk nyicil tugas kuliah. Yah...nyicil dikit – dikitlah...khan kata pepatah sedikit demi sedikit lama – lama jadi bukit. Hehe...bukan Cuma ngumpulin duit doank yang sedikit demi sedikit, tugas kuliah juga tuh ! hihihi...
Kalo lagi sendiri gini, inget lagi sama kejadian gempa itu. Masih keinget jelas guncangan gempa yang keras banget itu. Masih keinget teriakan mama yang panik karena adek sama papa belum pulang ke rumah. Masih inget jelas ketika aku liat tanah – tanah kebelah dua dan ngeluarin lumpur panas. Masih inget ketika ngungsi ke bukit takut kalo ada tsunami. Masih inget ketika dalam mobil aku lihat para pejalan kaki berdesak – desakkan di antara mobil dan motor untuk menyelamatkan diri juga. Aku masih ingat ketika aku lihat seorang wanita berlari tanpa sendal sambil menggendong baik kecilnya. Tuhan!!!!!!!!!! Aku ingin menaikkannya ke atas mobil tapi apa daya...mobil kami sudah penuh sesak. Dan kami masih stress karena saat itu dua anggota keluarga kami belum bersama kami.
Aku masih ingat semuanya. Masih gamang kalo mengingatnya. Sampai malam ini dan apalagi kalo sedang sendiri....Ya Allah lindungilah keluargaku di Padang......................

Wednesday, 28 October 2009

G 30 S O9 ( Gempa 30 September 2009 ) part 1

kira - kira jam 13.00
Setelah shalat Dzuhur mama mengajakku ke full bus Lorena untuk membeli tiket bus. Aku harus kembali ke jogja untuk melanjutkan studiku yang udah lewat 3 hari. Ternyata tiket bus belum turun juga tuh harganya. Setelah dipikir - pikir panjang akhirnya aku memutuskan pulang ke jogja naik bus pada tanggal 1 Oktober 2009. Setelah selesai berurusan dengan tiket, aku mengajak mama makan soto Padang di bawah matahari. Ntah kenapa sebelum balik ke jogja aku ingin makan soto Padang.
Setelah itu kami berbelanja segala kebutuhan untuk aku bawa ke jogja, kami membeli beras 4 gantang, daging 2 kilo ( pengen bawa rendang ceritanya )teri dan lain lain.
kira - kira jam 16.00
Aku dan mama ke daerah Pondok untuk membeli makanan dan cemilan khas Padang seperti Kripik Balado, Krupuk Ubi pedas dan lain - lain. Jam setengah 5 sore aku dan mama pulang ke rumah. Sesampai di rumah, kami makan sate dan setelah itu aku salat ashar. Setelah salat aku dpet sms dari adek. Dan tumbennya hari itu dia gak bilang dia lagi dimana.
Karena besoknya aku akan pulang ke jogja, aku mencuci pakaian. Mama bersiap -siap untuk masak dan mbah sedang asyik menonoton tivi. Papa belum pulang dari kantornya di Pariaman.
Tiba - tiba,,,aku mendengar suara seperti gemuruh hujan lebat,,,aku berhenti mencuci karena aku kira kalo hujan turun. Ketika aku melihat ke atas ternyata gak ada air hujan yang turun malah yang aku rasa adalah getaran di bawah kakiku. Dan saat itulah aku sadar bahwa gempa mengguncang ranah Minang
aku langsung lari dan memanggil mama dan mbah. Dengan sekuat tenaga aku, mama dan mbah lari keluar rumah. Syukurlah mama sudah keluar dari pintu karena beberapa detik setelah mama keluar dinding sebelah pintu itu roboh...............

Wednesday, 9 September 2009

ketika kata - kata tak mungkin diucapakan..

hmmmm.....akhir - akhir ini aku sedang suka menulis. Apa aja aku tulis dari tentang serpihan - serpihan perjalanan hgidupku sampai tentang mata kuliah yang aku simpulkan. Tapi itulah aku yg belum profesional dal dunia tulis menulis. Ketika kata - kata tidak lagi bisa diucapakan maka tulisan sangat pentinguntuk mengungkapkannya hehehehe

Saturday, 5 September 2009

selalu terbayang..

Kalau kalian baca blog lain kalian akan menemukan tulisan yg berbobot. Tp inilah aku dengan tulisanku sendiri dan mungkin gak berbobot sama sekali but it's me!! Mngkn kejadian yg aku alami ini udah basi bngt tp buatku ini adalah petama kalinya di kehidupanku. Ini pertama kalinya aku “suka” seseorang. Rasa itu dtng bgt saja. Rasa itu mash terpendam dlm hati,sll t'bayang hari2ku yg kulalui
dnganya

Wednesday, 2 September 2009

bersyukur...

" ih males deh kuliah!!! "
" kenapa sih kuliah melulu?? bosen tau!!"

Kenapa sih masih banyak dari kita - kita terkadang mengeluh seperti itu?? Padahal seharusnya kita bersyukur masih diberi kesempatan menuntut ilmu setinggi - tingginya...coba kita lihat di sekeliling kita kawan!!! banyak saudara2 kita yang belum diberi kesempatan yang besar ini. Untuk makan sehari - hari saja mereka sudah susah apalagi untuk membiayai kuliah.
Maka dari itu kita harusss selalu bersyukur, berrsyukur dan bersyukur!! plus jangan mengeluh,,,

Friday, 28 August 2009

pihak ketiga, pihak yang dirugikan

Hai sahabatku, jangan pernah
Merebahkan kesalahanmu
Pada semua yang kau anggap
Merebut kekasih hatimu
Mencuri pasangan jiwamu

*
Dan sesungguhnya bila kamu
Kehilangan cinta sejatimu
Itu semua karna kamu
Tak sungguh-sungguh pelihara
Dan menjaga cinta matimu

Reff:
Cinta mati harus dijaga sampai mati
Jangan sampai ke lain hati
Nanti jadinya patah hati
Hati-hati menjaga hati
Mata hati

hufffff.....kenapa kejadian ini terjadi tuk kedua kalinya??? kenapa aku dikira pihak ketiga yang "merebut hak milik orang lain"....dulu cuma gara2 nge Add FS temen kul eh ceweknya ngamuk2..truz temenku marahin aku so buntutnya aku deh yang telpon and minta maaf....ughhh sebellll banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! jadi pihak yang dirugikan ne hiks...
sehari sebelum puasa,,,kejadian serupa juga terjadi,,,kali ini cuma gara2 poto yang diupload dan ditag di FB....dasar lebay!!!!!!! itu khan fotonya brtiga plus ada jaraknya..buntutnya gw lagi yang harus minta maaf.
kenapa sih koq ada orang yang segitu cemburuannya!!! ckckckc astagfirullah!!! pada gak mikir pake logika ya??? lagian mana doyan aku ma cowok yang punya cewek...gini2 aku juga cewek walaupun belum pernah "menjalin hubungan ma cowok" aku tau rsanya....semoga gak terulang tuk ketiga kalinya....huff

Friday, 12 June 2009

nonton KCB

Hari ini gw nonton KCB alias ketika cinnta bertasbih ma temen2. Gw nonton bareng zam2, zaki, cindy and mbak yayun.Waktu kita ke 21 ternyata qita ketemu ma kakak2 angkatan. Jadilah kita serombongan anak - anak sastra asia barat UGM yang pindah kuliah ke 21 hehehehehehe
bukan serasa di bioskop ne, tapi serasa di kelas
wakakakakak
filmnya????
MANTABBBBBBBB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pesen2 yang terkandungnya bisa sampai ke penonton, bahasa arabnya TOP BGTlah ( menurut gw c... )lucu plus mengharukan
beda bangetttttttttttzzzzzzzzz ma AAC
hehehehehe
besok selasa mulai UAS ne ....
doakan gw yak!!!!

Friday, 15 May 2009

betapa bahagianya


mau nulis apa yak bwt posting kali ini???????
stresss berat ne ngurusin acara lailah fil qohiroh......
sumpek abizzzzzzz !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
mmmmmm
walaupun begitu, gw tetep betah koq di kampuz, punya banyak temen sejurusan yang baek - baek tapi kadang - kadang nyebelin juga c hehehehehehe

Betapa bahagianya
punya banyak teman
Betapa senangnya........
hehehehe

Sunday, 3 May 2009

maaf yak!!! ^o^ v

aduh teman2!!!
maaf yak!!!
kalo tulisanaku di postingan sebelumnya jelek, acak - acakan dan amburadul
hehehe
maklum pemula hehehe
gommenasai!!!

Cluster 1 : Cintaku bertepuk sebelah tangan ( berrlebai ria nich!!! )

Teman!!!! Maukah kau mendengarkan kisahku??? Sebuah kisah nyata yang terjadi pada diri seorang anak manusia biasa. Sebuah kisah nyata yang selama ini aku simpan dengan rapi di salah satu sudut hatiku.
Dulu ….. Aku sangat khawatir apabila kisah ini diketahui orang lain. Karena aku tidak ingin merusak persahabatan yang kubangun. Just God knows. Tapi kini aku ingin berbagi kepada kalian. Apakah kalian sudi mendengarkannya????
Aku ucapkan beribu – ribu terima kasih kepada kalian yang sudi mendengarkan kisah ini. Atau lebih tepatnya curahan hatiku ini. Curahan hati tentang Cinta pertama kepada sahabatku sendiri dan dia sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Dan aku tau cinta yang kupendam ini adalah cinta bertepuk sebelah tangan.
Karena aku tau, dia menyukai salah seorang sahabat dekatku. Sahabatku dari SMP sampai sekarang di perguruan tinggi. Walaupun akhirnya kami berbeda universitas. Pertama aku mendengar bahwa dia menyukai sahabat karibku itu, hatiku hancur. Tetapi aku adalah seorang gadis yang tangguh. Aku tidak ingin larut berlama – lama dalam kesedihan ini. Aku kumpulkan lagi kepingan – kepingan hatiku yang berserakan dan aku susun satu demi satu kembali.
Aku kuatkan diri ini dan aku mantapkan hatiku. Aku sunggingkan senyum termanis yang aku miliki kepada dunia. Dan aku patri di lubuk hati ini. Bahwasannya persahabatan adalah hal yang aku utamakan daripada cinta kepada seorang kaum Adam. Ku putuskan bahwa aku ingin menjadi salah satu sahabat terbaiknya. Sahabat yang dapat berbagi dalam suka dan duka.
Aku serahkan semua kepada – Nya karena Dia pasti akan memberi yan terbaik bagi hamba – Nya. Biarlah cinta ini bertepuk sebelah tangan. Tetapi aku berharap jangan sampai cintaku kepada - Nya bertepuk sebelah tangan ( Na’udzubillah… ) . Kepada Dia yang menciptakanku, langit, bumi beserta isinya. Dan kepada – Nyalah aku kembali …..

Monday, 6 April 2009

hukum karma

Hari ne hari senen, mmm...asyik coz cuma da satu mata kuliah. Abis kul gw cuwa ma cinday lansung cabut ke musola biasa anak2 solehah hehehehe, qt pada solat dzuhur gituh dweh, abis ntu qt langsung tancap ke bonbin internasional cafe ( cieeee....). Gw mesen bakso bonbin, cinday makan gorengan seabrek kalo c cuwa kagak makan apa2 cz dia lagi puasa,
Abis ntu qt mw jalan ke inculs, di jalan cinday ketemu adeq kelasnya waktu es em a, truz gw ma cuwa ninggalin dia pura2 sembunyi di balik mobil. Waktu cinday lewat di sebelah mobil gak tau kenapa tangan gw megang bag depan mobil ntu. Langsung dweh tuh mobil ngamuk alias alarmnya bunyi, gw malu abizzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz bow! huhuhuhuhuhu.Dengan muka semerah kepiting rebus gw ma cuwa lari pontang panting kayak maling ketangkep

Saturday, 28 March 2009

terharu....................


wuih!!!!
udah lama ne gak ngepost lagi....
tap alhamdulillah sastra asia barat dapet urutan kedua dalam voting di acara inagurasi discovery of culture.....
seneeeeeeng bangetz dweh
akhirnya setelah perjuangan yang sangat berat, sekarang membuahkan hasil yang lumayan memuaskan
huhuhuhuhuhu terharu ne
yo wes.....nyok qt pada sujud syukur dulu
moga hal yang indah2 selalu mnaungi sastra asia barat amin...
gut nite
met bobok

Wednesday, 11 March 2009

persiapan inagurasi ne!!!!

wah!!! dah lama ni gak ngepost....makilum akhir2 ne gw lagi sibuk berat ( hihihihihi sok sibuk getoh ceritanya..). Cerita pa yak enaknya??????mmm...ntar lagi di kampuz da inagurasi ne bwt ngeramein dies natalisnya FIB
Jurusan gw akhirnya nampilin tarkom alias tari kombinasi getoh, kayak di ma'had dulu hihihi....gw mw pamer dikit ne...gw ikutan lho!!! wehehehehe (padahal gw gak bisa njoged tapi i'ts ok! bwt refreshing)
Gw seneeeeeeeeeeeeeeeng banget cOz gw bisa kumpul2 bareng temen2 gw, ntar sore da uji kelayakan ne....doain moga lancarrr dan sukses yak!!!!

Aminnnnnnnnnnnnnnnn.........................
oh ya siang ne ust Syukri mw datang ke Ugm ne....
yo wes ntar kapan2 gw lanjutin ceritanya ^_^
 

Sate Padang Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang