Thursday, 7 April 2011

Estudiamos la lengua de Español




Sebuah pepatah Arab mengatakan bahwa kehancuran akan datang bagi orang yang tidak mengetahui kemampuan dirinya. Oleh karena saya tidak ingin hancur, maka saya mengenali diri saya, baik dari segi kemampuan, kelemahan, minat, sifat-sifat dan lain sebagainya.
Menurut saya, salah satu minat saya adalah bahasa. Entah kenapa, bahasa selalu bisa membuat saya berdebar-debar tak karuan hmmm... tampaknya saya jatuh cinta pada bahasa.
Selain bahasa Arab dan tentunya bahasa Inggris, kini saya sedang mempelajari dua bahasa lain yaitu bahasa Prancis dan Spanyol. Kedua-duanya adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk di benua Eropa, sebuah benua yang sangat ingin saya kunjungi.
Setiap bahasa memiliki masing-masing keunikan. Bahasa Indonesia unik dengan kekonsistenan verbanya yang tidak berubah karena waktu. Bahasa Inggris unik karena memiliki anomatopea yang diambil dari kosa katanya. Bahasa Arab unik dengan fungsi verba yang bisa berubah-ubah. Nah dua bahasa yang baru saya pelajari ini, yaitu bahasa Spanyol dan Prancis, juga punya keunikan yang lain. Bahasa Prancis dan Spanyol memiliki aksen yang unik dan menanatang buat saya. Kalau bahasa Prancis terkenal dengan bunyi sengaunya yang indah dan yang membuat saya jatuh hati pada bahasa Spanyol adalah pelafalan huruf ” R”nya yang sangat jelas. Amazing!!!
Berhubung saya sedang semangat-semangatnya memepelajari dua bahasa baru tersebut, maka saya akan berbagi sedikit pengetahuan dengan teman-teman tentang bahasa tersebut. Akan tetapi, pada tulisan ini saya akan membagi pengetahuan saya tentang tata bahasa Spanyol saja kerana menurut saya, tata bahasa Spanyol tak terlalu berbeda dengan bahasa Prancis. Selain itu, bahasa Spanyol lebih mudah pelafalannya dan insya Allah lebih mudah menghafalkan fonetiknya. So... mari kita berbagi ilmu yang kita miliki...”Balliguu ’Annii walau aayyah”
ALFABETO (ABJAD)
A: A Amiga
B: B Bueno
C: Tse Cena Casa (kasa)
Ch:Ceh Coche
D: Dedo (di pangkal lidah)
E: E Espangol
F: Effe Fuego
G: G atau kh
H: Ache (tidak dibaca)
I: I
J: Khota Trabajar dibaca trabakhar
K: K Kilo
L: Elle Luego
LL: Je Llamarse dibaca jamarse
M: Emme Mucho
N: Enne Noche
Ñ: ny España
O: O
P: P Paella
Q: Que
R: Erre Rosa
S: Esse Silla
T: Te
U: Uno
V: Ube Vivir
W: Ube double
X: Equis
Y: I Yate dibaca Jate
Z: Tse, Sa Zapatto


SALUDOS Y PRESENTASIONES
(Sapaan dan Perkenalan)
¡Hola! ¿Cómo te llamas?= ola, komo te jamas: hai, siapa namamu?
Me llamo Fernando. ¿Y tu?= Mi Jamo Fernando. I tu: Namaku Fernando dan kamu?
Yo me llamo Carlos= Jo mi jamo Carlos
Buenos Diaz: Selamat Pagi
Buenos Tardez: Selamat sore sampai menjelang waktu tidur
Buenos Noches: Selamat Tidur
¿Cómo está?= Komoesta: Apa kabar?
¿C’Quetal?= Ketal: Apa kabar?
Jawabannya:
Bien/ Muy bien/ Asi Asi
Perdón: Maaf
Hasta Huego, Adiós: Selamat tinggal
Hasta mañana: Sampai Jumpa
Encantada/o: Nice to meet you


Sumber:
Curso De Español Para Extrajeros nuevo inicial 1
Dosen bahasa Spanyol saya, Sra. Maria Vanessa


Mohon maaf apabila ada kesalahan karena penulis juga masih belajar ^^v sampai jumpa dalam pelajaran selanjutnya.
Hasta Huego!!!

Saturday, 2 April 2011

malam minggu asoy geboy

Tampaknya segala sesuatu yang tidak kita rencanakan , pasti akan terjadi. Contohnya aja malam minggu kali ini. Dengan spontan saya dan beberapa orang teman tiba-tiba mendapatkan ilham untuk jalan-jalan menghabiskan malam minggu dan itung-itung refreshing karena otak udah panas mikirin akademik dan proposal KKN.
Gak muluk-muluk sih jalan-jalannya. Cukup ke Amplaz aja. Penduduk DIY pasti tahu dengan yang namanya Amplaz. Konon katanya mall ini adalah mall terbesar di DIY dan Jateng. Walapun begitu, tempat ini adalah tempat yang paling jarang kami kunjungi. Di mulai dari numpang shalat magrib di sana kemudian dilanjutkan dengan ngiterin mall. Salah satu tempat yang paling lama kita singgahi so pasti Gramedia. DI sana saya dan teman-teman gak beli apa-apa cuma ngeliat dan baca buku yang gak disampulin. Saya baca-baca buku resep macam-macam sambel. Slurpp slurpp ngiler... setelah itu dilanjutkan ke bagian buku disain interior rumah. Hahahahaha jadi berandai-andai deh...(semoga saja terwujudkan)
Setelah keluar dari Gramdeia, akhirnya kita ngelihat fashion show dari lantai 2. Saya pribadi, jadi teringat masa kecil hihihihi...
Setelah puas, akhirnya kita menuju carrefour. Ngudek-ngudek dan berkeliaran di sana tanpa membeli apapun. Parahnya malah berpoto-poto ria di antara tumpukan buah-buahan hehe (norak yak? tapi menyenangkan)
Karena sudah pada ngersa capek dan malam pun makin larut, akhirnya kami memutuskan untuk pulang tapi ternyata di parkiran, teman saya, Eva, tanpa sadar telah membuang karcis parkirnya di salah satu tong sampah mall dan akhirnya kami kena sedikit masalah
Kami harus menunjukkan STNK dan ID card. Nah kebetulan STNKnya adalah milik saya yang berlamatkan sumatra barat serta berplat nomor BA sedangkan ID cardnya pake KTP eva yang beralamat di jogjkarta. Mas-mas yang nanganin masalah kita itu, lebingungan dan bolak-balik ngelirik plat motor saya. hahaha
So... kami dikenai denda 10 ribu plus uang parkir 2 ribu rupiah. Wew!! Jarang-jarang pergi ke Amplaz tapi sekalinya ke sana langsung ngeluarin duit 12 ribu untuk parkir padahal tadi gak beli papa-apa cuma window shopping doang ckckckc...
"ya sudahlah, gak papa," kata eva, si pelaku kehebohan. hehe (peace va^^)
Terus beberapa detik kemudian mas-masnya bilang kalau besok jam 9 pagi karcisnya ketemu, silahkan kembali kesana dan uang akan dikembalikan.
Saya cuma bisa ketawa ngakak...pliss deh, mana mungkin kita nyari tuh karcis di semua tong sampah mall!!! ckckckckckck
Hmm...malam minggu yang menyenagkan walaupun dengan acara yang sangat sederhana.

Wednesday, 30 March 2011

berusahalah tuk......

Aku disini, berdiri di sebuah sudut gelap. Memperhatikan setiap tingkah laku orang - orang yang hilir mudik. Hanya terus memperhatikan tanpa berkata sepatah katapun. Setelah memperhatikan mereka, aku hanya bisa diam, merenung dan menulis. Mencoba mengekspresikan segala sesuatu ke dalam tulisan.
Satu yang lagi yang aku tangkap dari renunganku tentang sifat kita sebagai manusia. Ketika kita sangat sangat menginginkan sesuatu, kita mati - matian untuk menggapainya. Kita berusaha keras untuk meraihnya dan mungkin sampai rela mempertaruhkan jiwa dan raga.
Tapi ....ketika kita telah meraih harapan itu, bintang - bintang itu, kita akan menyia - nyiakannya, kita ingin mebuangnya dan mungkin menjauh darinya.....
Apakah kita lupa?????? dulu kita berusaha mati - matian medapatkanya, kita berusaha menggapainya, apakah kita lupa akan perjuangan kita meraih harapan - harapan itu???
Teman!!! mari kita berusaha menjaga harapan - harapan itu!!! Dan jangan disia - siakan!!! Ingat kepada mereka yang belum bisa menggapai haarapan - harapan mereka
Untuk teman - teman yang belum meraih harapan dan mimpinya... tetap semangat untuk meraihnya...karena aku sadar, aku belum bisa meraih mimpi dan harapanku juga......

Pardon me.....kalo ada salah salah kata....namanya juga manusia
al - insanu makanul khata' wa nisyan hehe...

antara impian dan kemampuan ( hanya sekedar mengembalikan semangat "mengejar impian")

Hmmm...mimpi??? Siapa sih di dunia ini yang gak punya mimpi?? Semua manusia di dunia ini pastilah punya mimpi. Kata seorang psikolog (yang kemaren ikutan DMLA pasti tau ^^): Manusia dan hewan itu sama yang membedakanya hanyalah manusia memiliki mimpi/ tujuan sedangkan hewan sebaliknya. Banyak sekali kita menemukan pepatah ato untaian kata - kata mutiara yang berkaitan dengan mimpi. Contoh saja Martin luther king mengatakan : I have a dream ato dalam novel sang pemimpi karya Andrea Hirata yang bilang " Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi - mimpimu. Dan masih banyak yang lainnya. Mungkin anda lebih tahu daripada saya.
Kita boleh bermimpi apapun sesuka hati kita dengan syarat kita berusaha untuk mewujudkan mimpi - mimpi kita tersebut. Berusaha untuk mewujudkannya bukanlah sebuah hal yang mudah teman!! Halangan, rintangan and the gank menunggu kita disana. Jangan hanya jadi sang pemimpi belaka ( yeah!! walaupun ada sebuah mimpi saya yang belaka hehehehe ). Dalam meraih mimpi - mimpi itu kita juga memerlukan semangat dan keyakinan yang tinggi. Dani inilah yang menyebabkan saya menulis tulisan buruk ini ( maklum pemula ^^ ).
Seperti manusia lainnya, saya juga mempunyai mimpi. I have a dream. Salah satu mimpi saya adalah mengunjungi dan bisa meneruskan pendidikan di sebuah negara di benua Eropa dan mengunjungi sebuah kota yang indah di sana, VENICE. Kota impian sejak saya duduk di bangku SD. Saya mengenal kota itu hanya melalui sebuah atlas dunia yang dibelikan orang tua saya di pasar loak ( hahaha lengkap bgt infonya ). Meurut saya, kota itu sangat Indah dan...
Dan beberapa hari yang lalu seorang teman saya brkunjung ke kos saya. Kami membicarakan banyak hal seperti kabar, kesibukan kami ato hanya saling megejek dan menggoda. Dan tanpa sengaja saya bercerita tentang mimpi saya itu. Dia langsung tertawa terbahak - bahak. Menertawakan mimpi saya yang ingin mennginjakkan kaki ke Eropa itu. Dia mengutip sebuah pepatah arab yang berbunyi : Hancurlah bagi mereka yang tidak mengetahui kemampuan mereka. Dan berkata "Harusnya kamu sadar, gak usah bermimpi yang macam - macam dan harusnya kamu sadar dengan kemampuan kamu mana mungkin kamu bisa meraihnya. Ingat donk sama pepatah itu!".
setelah percakapan itu aku berfikir tentang mimpi - mimpiku dan kemampuanku.aku merasa dengan kemampuanku yang hanya seperti ini, aku gak akan bisa meraih mimpi - mimpiku. Semangatku dan keyakinanku tuk mengejar mimpi - mimpiku mulai memudar. Tapi setelah itu...aku sadar aku harus bangkit sebelum semangat dan keyakinanku memudar seluruhnya. Akhirnya aku sadar bahwa kita bisa memperbaiki atau menambah kemapuan kita itu. asalkan punya niat yang kuat dan tetap punya semangat untuk meraih mimpi - mimpi itu. Dan kayaknya kita harus mengandalkan pepatah : anjing menggonggong, kafilah berlalu plus cuek aja. Sekartang mereka boleh menertawakan atau menghina mimpi - mimpi kita. Kita buktikan dengan perbuatan kita bahwa kita bisa meraihnya dan membuat mereka bungkam selama - lamanya!!!!


SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!

KIK (kartu identitas kendaraan) oh KIK -copas dari note di FB saya-

Seperti yang kita ketahui sekarang adalah zaman reformasi yang katanya semua orang mempunyai hak untuk mengungkapkan dan mengekspresikan perasaannya dengan bebas merdeka. Maka, pada tulisan kali ini, saya ingin mengungkapkan sedikit "uneg-uneg" saya. Jika pembaca tak setuju dengan kalimat saya sebelumnya, jangan coba-coba baca note ini^^ karena takutnya dapat berdampak pada sakit hati.

KIK atau Kartu identitas kendaraan adalah sebuah kartu berbentuk persegi panjang berlatarkan gambara GSP dan bertuliskan plat nomor kendaraan, nama sang pemakai kendaraan, dan nomor pendaftaran KIK. KIK katanya adalah semacam ID untuk kendaraan para penduduk kampus tempat saya sedang menimba ilmu saat ini. Apabila pada awal Maret 2011, ada penduduk kampus belum mepunyai KIK, maka akan diperlakukan sama dengan masyarakat umum, yakni dikenakan disinsetif bila tidak ber-KIK (kutipan dari selembaran pos satpam depan Maskam). Tarifnya Rp 1000,-. sampai dengan Rp 5000,. (tergantung pada jenis kendaraan).

Menurut saya, KIK adalah kartu yang rentan hilang. Kenapa? karena KIK harus selalu ditunjukkan ketika kita melintasi pos satpam. Bayangkan saja! Jika kita ingin ke FIB, Psikologi, atau FEB dari arah GSP, maka kita akan menemukan tiga pos satpam dan di setiap pos tersebut kita harus menunjukkan KIK (kecuali pos pertama di depan GSP). Bagi wanita, yang memang agak ribet dengan barang bawaan, harus mensiasati agar kartu KIK mudah diperlihatkan kepada para satpam penjaga pos agar tidak terjadi antrean yang panjang yang disebabkan "terlalu ribet mengeluarkan KIK dari dalam tas atau dompet. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kemacetan atau antrean panjang di pos satpam, kebanyakan para pemegang KIK meletakkan KIK di tali (yang biasanya dipakai untuk cocard kepanitian) dan menggantungkannya dengan kunci motor agar KIK mudah diperlihatkan. OLeh karena itu, KIK rentan rusak karena beberapa hal, misalnya kehujanan dan cepat hilang.

Tadi malam, karena suatu sebab, KIK saya hilang. Kemudian pada pagi harinya saya melaporkan KIK saya yang hilang ke pada pihak yang bertanggung jawab untuk urusan KIK. Pihak tersebut meminta saya mengurus surat kehilangan di kantor polisi dengan alasan ditakutkan ada pihak yang mengaku-ngaku kehilangan KIK padahal dia belum atau tidak mrmiliki KIK. Dalam hati saya berkata, "berarti KIK kayak ATM ya, kalo hilang urusannya ke kantor polisi. Padahal kan bisa diliat dalam arsip. kenapa harus ribet ke kantor polisi?"

Karena saya menghormati yang lebih tua, maka saya mengurus surat keterangan kehilangan di kantor polisi. Setelah surat keterangan hilang selesai, saya dikenakan biaya seikhlasnya.*seikhlasnya=RP 10.000,-. Padahal beberapa bulan yang lalu, saya juga mengurus surat keterangan hilang karena ATM saya hilang tetapi tidak dikenai biaya apapun. Ya sudahlah, mungkin peraturannya sudah berubah... Lagian saya malas berdebat lama-lama yang menghabiskan banyak waktu.Time is money! hehe

Setelah itu, saya kembali ke pihak yang mengurus KIK, kemudian membayar lagi Rp 5000,- Jadi untuk Pengurusan KIK ini, sudah memakan biaya Rp 15.000,- Padahal pengurusan ATM aja gak sebanyak itu wkwkwk saya hanya bisa tertawa sedih.

Mungkin bagi sebagian orang, uang Rp 15.000,- itu gak ada artinya. Akan tetapi bagi saya dan beberapa teman-teman mahasiswa, uang senilai itu sangat berarti. ^^

Saya selalu mencoba untuk tidak mengeluh, tapi saya hanya manusia biasa, yang mempunyai sifat wajar yaitu mengeluh, hehe.... Hari ini saya mau mengeluh,

"Hufff... KIK ribet yak!!! kenapa gak kayak kampus-kampus yang laen?" sambil menghela nafas panjang.

:D:D;D

Monday, 28 March 2011

sebuah tulisan sederhana untuk guru-guruku



Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Guru selalu ikhlas mengajari anak didiknya
Guru selalu bahagia dengan keberhasilan anak didiknya
Guru selalu dengan senang hati membagi ilmu yang dimilikinya
Guru selalu bahagia dan bangga jika anak didiknya mengamalkan dan membagi ilmunya
Guru tidak akan menganggap anak didiknya adalah saingan jika suatu saat anak didiknya lebih maju daripadanya
Guru ... tidak pernah berprasangka buruk pada anak didiknya, dia pasti selalu berprasangka bahwa anak didiknya akan selalu mengingatnya di sepanjang masa...


Selain orang tua, tentu kita harus selalu menghormati guru karena mereka telah mengenalkan kita dengan bermacam-macam keilmuan untuk meningkatkan pengetahuan kita akan dunia. Setiap guru, pasti memiliki kenangan dan kesan tersendiri yang berbekas pada ingatan anak didiknya. Menurut saya, semua guru mempunyai kesan masing-masing. Namun yang paking berkesan adalah guru saya ketika saya duduk di kelas V KMI pesantran darussallam Gontor Putri 1.
Beliau bernama ustad Budi. Beliau berasal dari Tasikmalaya.Pada saat itu, kelas yang saya duduki adalah kelas V K. Bayangkan saja!!! Kelas itu bisa dibilang kelas bawah yang berisi anak-anak "berotak biasa" alias gak cerdas.Akan tetapi, beliau selalu memotivasi kami dan membangkitkan kami agar kami membuktikan bahwa kami bisa walaupun orang-orang memandang kami sebelah mata.
Beliau selalu menemani kami belajar di sebuah ruang kelas setiap siang setelah waktu makan dan pada malam hari di saat waktu belajar yang sudah ditentukan pesantren. Setelah belajar, beliau selalu menyemangati kamu lagi dan sebelum beranjak pulang, kami selalu berdoa bersama.
Suatu hari, diadakanlah lomba cerdas cermat antar angkatan. Bayangkan saja! kami harus bersaing dengan kelas 5 B, c, D, E, F dan seterunya sampai 5 M. Kami takut dan tak percaya diri. Beliau menyemangati kami lagi sampai akhirnya ditunjuklah 3 orang yang akan mewakili kelas kami. Mereka dibimbing ustad Budi mempelajari berbagai macam pelajaran.
Finally...tak disangka dan tak diduga...kami mendapat juara 3... Alhamdulillah!!! Dan di perlombaan selanjutnya kami mendapat juara 1. Kata-kata beliau terbukti: bahwa siapapun bisa dan terbuktilah bahwa kami bisa mengalahkan nak-anak kelas YB dan VC yang notabene berotak cerdas.
Beliau sangat baik menurutku. Selain kami dituntut belajar lenih giat, beliau tak lupa menyelinginya dengan hiburan seperti buka bareng atau rujakan bersama. Hmm...sungguh indah masa-masa itu...Dan pernah di suatu hari, beliau membuat sendiri minuman berbuka puasa untuk kami yaitu pop ice. Setelah acara itu selesai, kami baru tahu bahwa blender untuk membuat minuman itu sampai rusak. Bayangkan saja!!! blender itu harus bekerja keras menghaluskan es batu dan bubuk pop ice untuk kurang lebih 35 orang tanpa berhenti.
***
Ada pertemuan, pasti ada perpisahan...kami beranjak naik ke kelas VI. Kali ini, kami membuat gebrakan baru lagi. Alhamdulillah...V K tahun kami ini, hanya 3 prang yang gak naik kelas itupun karena sakit. Ketika kami naik kelas VI, beliau pergi meninggalkan kami untuk pulang ke daerahnya dan mengajar di sana. Kelas kami pun terpisah-pisah tapi satu dua kali beliau datang ke pesantren kami, dan mengajak kami berkumpul bersama. Di acara kelulusan kami, tiba-tiba beliau datang dan berdiri di tangga dan menyambut kami dengan senyuman dan kata selamat...aku dan teman-teman bahagia...
Sudah 7 tahun, aku dan teman-teman putus kontak dengan beliau tapi berita yang aku dengar, kini beliau menjadi guru di pesantrennya dan telah menikah dengan seorang santrinya di sana...Ya Allah, semoga kebahagian selalu tercurah untuknya dan untuk keluarganya...
terima kasih banyak guruku,pahlawanku, motivatorku...

Sunday, 27 March 2011

Sekedar berbagi: Cerpen gak jelasku

Banyak sekali cara mengekspresikan diri. salah satunya dengan menulis. Menulis sesuka hati tanpa beban dan tanpa paksaan dari orang lain serta tanpa penilaian orang lain. Menulis dan hanya menulis saja...
Tadi malam, saya membuka sebuah folder di laptop saya dan menemukan cerpen-cerpen saya. Cerpen itu saya tulis sendiri dan saya konsumsi sendiri. (belum pede memperlihatkannya ke khalayak ramai hehe). Finally, inilah judul-judulnya dan sedikit ulasannya:
>Accidentally In Love
Kalau melihat judul ini, pasti kita akan ingat judul lagu Counting Crows yang menjadi soundtrack film shrek. Cerpen ini tentang sorang gadis yang jatuh cinta dengan seorang pria yang tak disukainya dan akhirnya mereka menikah...pesannya sih: don't judge the book by it's cover hehe
>Aku, Dia, dan Dia
Cerpen ini tentang kisah cinta segitiga antara dua orang sahabat dan seorang dosen.
Pesan dari cerpen ini adalah: jangan suka memberi ketidakpastian karena itu menyakitkan hehe
>Bidadari dari Masa Lalu berkisah tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada sahabat karibnya sendiri tapi dia gengsi mengungkapkannya. Suatu hari mereka bertemu lagi dan terjadilah....(kalo penasaran dateng aja ke kos tuk baca-baca hihi). Pesannya sih: Fakkir qobla an ta'zima (artinya cari di kamus ya)
>Bolehlah Aku Simpulkan Bahwa Kalian Bagaikan Angin?

Cerpen ini adalah cerpen terbaruku dan pembuatannya hanya makan waktu semalam. Rencanya mau ngerjain tugas, eh tapi malah menghayal dan inilah hasiln hayalanku itu. ceritanya based on true story tapi, selayaknya karya sastra, cerita ini juga mengandung aspek non-fiksi.
>Catatan Cinta Nenek. Cerpen ini berlatar kampung halaman papa di sumatra barat sana namanya Lintau Buo tapi ceritanya tetap aja bertema cinta hahahaha...
>Cinta dari Darussallam. Cerita ini sebenarnya bukan hayalan murniku melainkan cerita-cerita yg beredar di kalangan aku dan teman-teman pondokku dulu tapi udah aku ubah dikit-sikit. Siapa otak dari berita ini? kami pun tak tahu siapa.Ceritanya ya...tentang percintaan anak pesantren hehehe... Hmmm...Tapi cerpen ini aku buat bersambung. Banyak banget sih yg harus diungkapkan hohohoho
>Cinta di Lapangan Merah. Cerpen ini aku tulis dadakan sebenarnya untuk tugas mata kuliah menulis kraetif. Dan inilah satu-satunya cerpenku yang telah diterbitkan bersama kumpulan cerpen kelas menulis kreatif melalui bangcok community...hehe...terima kasih, pak dosen!!!
>Nandita dan Gempa
Cerpen ini gak bertema tentang cinta tapi tentang anak dan orang tua. Berlatarkan peristiwa gempa Padang 30 September 2009 lalu. Cerpen ini sebenarnya salah satu cerpen yang aku ajukan untuk diterbitkan di bangcok community tapi pak dosen lebih memilih judul yang di atas. Hehe
>Sahabat Jadi Cinta, Cinta Jadi Sahabat. It's Complicated!!! Baca sendiri aja deh kalo penasaran hehehehe...tapi pesan yang ingin aku sampaikan adalah tentang ketulusan dari sebuah persahabatan
>Tegar. Ini sebuah cerpen tentang seorang gadis yang mencari cinta hakiki karena dia beranggapan bahwa tak ada orang yang mau menerimanya karena penyakit yang dideritanya. Cerpen ini, diam-diam, aku persembahkan untuk seorang sahabat terbaikku. Aku sayang kamu, sahabatku...mari kita tegar bersama!!!
>Tetap Cinta. Ini juga cerpen yang aku ajukan untuk diterbitkan, tapi ditolak mentah-mentah hiks hiks. Ceritanya sih simple banget. Bukan tentang keluarga apalagi tentang percintaan dua insan melainkan tentang kecintaan si tokoh pada kota tempatnya brdomisili walaupun kota itu kejam hehehe
>Zalzalah ini artinya gempa. Sebenarnya cerita ini berdasarkan cerita Nandita dan Gempa tapi lebih aku pendekkan agar gak susah menerjemahkannya ke bahasa Arab. Ehm...well okey cerita ini sebenarnya tugas ujian akhir mata kuliah komposisi Arab II hehehehe
Well...semoga yang baca tulisan ini gak kena serangan jantung ya...hehe nggak nyambung
See you next time dan tetap semangat!!!

Angin...

Angin...
Kau bagaikan angin...
tahukah kau, mengapa kau kusetarakan dengan angin?
bukan karena inisial namamu yang sama dengan huruf pertama pada angin...tapi karena kau memang seperti angin...
Datang padaku tiba-tiba dengan belaian buliran lembutmu itu. Aku terlena...terbuai dengan kesejukan yang kau persembahkan.
Tapi tiba-tiba...kau lenyap begitu saja...Mungkin kau sudah pergi bersama pasir dan dedauan ke negeri sebrang.
Aku disini selalu duduk sendiri menunggumu dan berharap kau akan datang kemudian memmbelaiku lagi dengan kelembutanmu
Ternyata kau tak pernah datang sampai akhirnya aku melupakanmu...
Dan kini kau datang kembali padaku dan membelaiku lagi dengan kelembutanmu...
Aku terlena lagi dengan semua itu. Tapi tiba-tiba aku sadar bahwa suatu saat kau pasti akan meninggalkanku lagi dan aku merana kembali. Maka sebelum itu terjadi, aku bangkit dari dudukku dan kupakai mantal tebalku agar aku tak merasakan kelembutanmu lagi...
Namun...jika kau datang lagi padaku dan berjanji akan selalu datang,aku pasti akan merasakan kelembutanmu itu dengan senang hati

Friday, 14 May 2010

(cerpen belum ada judul-settingnya ambil moskow kayak setting Bumi Cinta Kang Abik)

Untittled


Angin sore berhembus sepoi-sepoi membelai lembut rambut panjangku. Bunga-bunga bermekaran indah menyambut sore di musim semi ini. Aku berdiri tegak sambil memperhatikan Farhan, anak laki-lakiku, yang sedang asyik melihat gerombolan burung-burung merpati di lapangan. Sore ini aku mengajaknya jalan-jalan ke Lapangan Merah Moskow yang masyhur. Lapangan ini terletak di pusat kota serta dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua nan eksotik. Ketika musim semi tiba, banyak orang yang berjalan-jalan di lapangan ini. Di sebuah sudut lapangan, aku melihat seorang pengantin pria menggendong mesra pengantin wanitanya. Yah, memang begitulah tradisi di kota ini. Sudah lima tahun lamanya aku merantau ke kota termahal di dunia ini dengan alasan yang menurut sebagian orang tidak logis. Alasan cinta. Tiba-tiba angan-anganku melayang jauh ke sebuah kota di Indonesia.
***
Hujan lebat membasahi seluruh kota Jogja. Aku duduk di sebelahnya dan memandangi wajah hitam manisnnya yang tampan. Tiba-tiba, dia menghadap ke wajahku dan berkata,”Fi, hujan-hujan gini, enaknya ngapain ya?”Aku tersentak dan tersenyum kikuk,”Hmm..kayaknya enak banget kalo makan mi rebus Burjo.hehehe....”Dia ikut tertawa dan seraya berkata,”Hujan-hujan gini enaknya duduk sambil memandangi hujan yang turun dari langit. Rasanya damai sekali.” Aku mengangguk dan lalu berkata”Tumben! Anak Arsitektur bisa puitis juga. Ngalah-ngalahin anak Sastra aja!” Kami berdua lantas tertawa terbahak-bahak bersamaan. Betapa indahnya persahabatan.
Sudah dua tahun aku berteman dengannya. Pertama kali aku bertemu dengannya di sebuah acara alumni SMAku. Dia seniorku dulu ketika SMA dan tak disangka kami melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama di kota ini. Banyak hal-hal yang aku lakukan bersamanya. Mulai dari berdiskusi tentang berbagai macam hal sampai sekedar jalan-jalan atau nonton di bioskop. Aku sangat menikmati hari-hari bersamanya. Hari-hariku sangat ceria dan aku sangat bahagia menjadi sahabatnya. Tapi kebahagian itu lenyap ketika aku menyadari bahwa aku telah jatuh hati untuk pertama kalinya sepanjang hidupku kepadanya. Aku tetap menyembunyikan rasaku ini darinya. Aku takut rasa cinta ini akan merusak persahabatan kami kelak. Biarlah rasa ini aku pendam dalam hatiku saja. Hari-demi hari terus berlalu tanpa henti sampai suatu ketika dia wisuda dan akan meninggalkan kota ini. Dia berniat untuk merantau ke pulau sebrang. Aku mengantarkannya sampai bandara kota ini. Hatiku sedih karena akan berpisah dari sahabatku itu, tetapi aku tak mau memperlihatkan kesedihanku padanya. Betapa aku ingin mengatakan semua yang aku rasakan padanya tapi mulutku tak mampu berbicara.
Setelah kepergiannya, aku menyibukkan diriku dengan berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus agar aku bisa melupakannya dan melupakan kenangan-kenangan masa lalu itu. Suatu ketika, aku mendapat kiriman surat yang berisi undangan pernikahannya. Hatiku hancur dan porak poranda seperti gempa yang memporak porandakan kampung halamanku dulu. Cintaku bertepuk sebelah tangan...Aku lebih bertekad lagi untuk melupakannya dengan belajar lebih giat sampai aku mendapatkan beasiswa ke GUM, Moskow. Akhirnya aku menetap disini, bekerja, dan bertemu dengan Andri, suamiku yang telah meninggal setahun yang lalu.
***
Matahari senja mulai meniggalkan sisa-sisa warna jingganya di langit kota Moskow. Aku memanggil Farhan yang masih berkutat dengan gerombolan merpati itu. ”Farhan! Kita pulang, yuk!” kataku sambil melambaikan tangan kepadanya. Walaupun kami menetap di luar negeri, Aku dan Andri selalu membiasakan Farhan untuk berbicara bahasa Indonesia. Farhan berlari-lari kecil ke arahku dan aku menggenggam tangan pangeran kecilku itu. Matanya yang bulat masih melihat kagum ke Kremlin, istana kenegaraan Rusia.
”Bunda, kita mau kemana? Ayah sudah pulang dari kantor belum ya, Bun?” tanya Farhan polos dengan suara cadelnya. Aku melirik ke arahnya dengan sedih. Kasihan Farhan, dia belum mengerti bahwa ayahnya telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan gemas sambil menutupi rasa sedihku tanpa melihat suasana yang ramai di sekitarku.
”Dug” Tiba-tiba tanpa sengaja pundakku menyenggol pundak seorang pria. Ups!! I’am sorry, Mister. Dari tinggi badannya, aku yakin bahwa pria yang aku tabrak itu adalah orang Asia. Lalu aku melihat ke arah wajahnya. Aku memperhatikan rambut dan wajahnya. Rambut pria itu disisir rapi berbelah pinggir. Wajahnya keras seperti wajah lelaki Jawa. ”Deg” tiba-tiba jantungku berdetak. Aku sangat mengenali wajah itu. Semuanya masih sama kecuali kaca mata minus bergaya trendy yang bertengger di hidungnya. Itu wajah sahabatku.”Kak Dimas! Fi!” Sahut kami berbarengan dan Dimas memandangi anak laki-laki kecil di sampingku.
***
Setelah selesai menjalankan ibadah shalat Magrib di sebuah pojokan kecil lapangan merah, Kak Dimas, aku, dan Farhan menuju ke Kataigorod di sebrang lapangan merah. Kak Dimas mengajak kami ke sebuah cafe untuk makan malam. Kami bercakap-cakap dan saling berbagi perjalanan hidup kami selama kami berpisah. Kak Dimas ternyata masih seperti dulu, suka menyayangi anak-anak. Dia langsung akrab dengan Farhan. Dari ceritanya, aku mengetahui bahwa sekarang Kak Dimas bekerja di sebuah biro Arsitektur terkenal di kota ini. Dia bekerja dengan arsitek-arsitek handal dari berbagai negara di biro itu. Ternyata, salah satu mimpinya untuk melancong ke negeri Beruang Merah ini kesampaian juga. Kisah cintaku dan kisah cintanya tak terlalu berbeda. Yang membedakan hanya aku ditinggalkan suamiku ke alam baka sedangkan dia meninggalkan istrinya karena perbedaan prinsip.
Malam semakin larut, Farhan sudah terlelap di pangkuanku. Aku dan Kak Dimas hanya berdiam diri saja di dalam Peugeutnya. Suara jangkrik di luar jendela mobil bersahut-sahutan seakan menggoda keheningan yang terjadi di antara kami. Sebenarnya tadi aku bersikeras untuk pulang menggunakan metro bawah tanah, tetapi Kak Dimas memaksa untuk mengantarkanku pulang ke apartemenku.
Setelah sampai di depan apartemen, aku menggendong Farhan dn bersiap-siap turun dari mobil itu. Kak Dimas ternyata telah membukakan pintu mobil untukku. Aku turun dan mengucapkan terima kasih banyak kepadanya. Aku berbalik menuju pintu apartemenku. ”Fi! Tunggu!” teriak Kak Dimas dari belakangku. Aku berbalik ke arahnya dan dia melakukan apa yang pernah dia lakukan dulu padaku saat pertama kali bertemu. ”Fi, aku minta nomor handphonemu, boleh?”. Aku mangangguk dan bibirku menyebutkan angka-angka nomor handphoneku.
***
Setelah kejadian tak terlupakan malam itu, kini aku menjalani hari-hariku dengan Farhan dan juga Kak Dimas. Saat weekend, kami bertiga berjalan-jalan di sekitar lapangan merah dan menikmati keindahan arsitektur katerdal Saint Basil yang kubahnya seperti es krim cone warna-warni menurut Farhan. Terkadang kami mengunjungi obyek-obyek wisata di Moskow dengan menggunakan metro bawah tanah.
Aku teringat lagi akan masa-masa indah dulu yang telah aku kubur dalam-dalam. Aku membiarkan ingatan itu menggentayangiku lagi. Kak Dimas masih sama seperti dulu. Dia masih suka menerangkan tentang keindahan dan tetek bengek yang menyangkut dengan arsitektur. ”Tau gak Fi? Stasiun di Moskow tuh adalah stasiun terindah di dunia. Lihat aja ornamen-ornamen yang indah di dindinng dan kubahnya. Stasiun ini didesain sama arsitek yang kalo gak salah namanya Shchusev. Gitu loh Fi!” pejelasannya panjang lebar ketika kami sedang menunggu metro di stasiun Komsomolskaya. Sebenarnya aku telah mengetahui hampir semua seluk beluk kota Moskow ini karena pekerjaanku di KBRI untuk Rusia yang dituntut untuk tahu seluk beluk kota ini, tetapi aku tetap menghargai dan membesarkan hatinya.
***
Hari ini suhu kota Moskow panas. Aku mengurangi suhu AC di dalam ruang kerjaku sambil tetap menerima telepon dari mama dan papa di Indonesia. Mama memintaku pulang ke Padang karena mama dan papa sangat merindukan Farhan, cucu mereka satu-satunya. Setelah menerima panggilan dari mama, handphoneku berbunyi lagi. Ternyata ada panggilan masuk. ”Hmm...dari Kak Dimas...”gumamku dalam hati. Aku sambar handphoneku dan aku terima panggilannya.
***
Aku berlari-lari kecil di pelataran Masjid Biru Moskow itu dan menghampiri sebuah bangku taman. Disana aku melihat pria yang sudah tak asing lagi. Siang itu, Kak Dimas tampak cerah sekali dengan kemeja biru mudanya. Dia tersenyum dari kejauhan dan melambaikan tangannya. Aku mendekatinya dan duduk di bangku sebelahnya. Mataku menari-nari melihat pemandangan pelantaran masjid biru yang hijau ini. Tiba-tiba mataku berhenti di wajahnya dan aku terdiam.
”Fi! Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku ingin mengatakan sesuatu yang sebenarnya dari jaman kita dulu kuliah sampai saat ini masih aku pendam. Dulu aku gak bisa mengatakannya karena aku takut apa yang akan aku katakan bisa merusak persahabatan kita. Fi...Aku cinta padamu, maukah kau menikahiku (mas ato’ maap ya pake bhs indonesia dulu, ntar nyari bhs rusianya, kalo bisa, dulu hehe).
Aku terperangah mendengar kata-katanya. Suaraku tiba-tiba tercekat di tenggorokanku, tetapi aku mengangguk tanda menyetujui. Dalam hati, aku bahagia karena ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan dan aku bisa memberi seorang ayah kepada jagoan kecilku, Farhan. Sedangkan Andri masih tetap abadi dalam hatiku dan Farhan. Masjid Biru menjadi saksi kebahagianku saat ini. Kubahnya yang biru bertambah cerah dalam pandangan mataku.

cerpen pertama yang aku post ke blog (tugas kuliah nih)

NANDITA DAN GEMPA


Matahari tersenyum dan burung-burung riang berterbangan di langit menyambut pagi nan cerah ini. Anak-anak sekolah bercanda tawa dan bernyanyi ceria di pinggir jalan raya. Nampaknya pagi ini sangat cerah dan ceria, tapi hati Nandita tak seceria dan secerah pagi ini. Nandita berjalan kesal di jalan setapak menuju sekolah sambil menendang kerikil-kerikil kecil. Nandita kesal sekali dengan kedatangan kakak satu-satunya dari tanah rantau, Jogjakarta. Nandita merasa seluruh perhatian dan kasih sayang mama papa tercurah kepada sang kakak, Nanditi.
Semenjak Nanditi pulang, mama selalu memasak masakan kesukaan Nanditi atau membelikan Nanditi baju. Papa juga sering memberi Nanditi uang. Padahal Nanditi hanya menghabiskan waktunya di rumah dan itu semua tidak membutuhkan uang. ”Pa, kenapa sich kak Diti dikasih uang jajan tiap hari? Padahal khan kak Diti di rumah aja.” Protes Nandita pada papa tadi pagi. ”Khan kamu juga papa kasih, Dita. Lagian kak Diti hanya pulang ke Padang sekali-sekali. Gak salah khan kalo kak Diti juga menikmati liburannya?” Jawab papa santai sambil menikmati kopi buatan mama. Nandita mendengus kesal dan langsung berangkat ke sekolah tanpa salam kepada papa apalagi kepada mama dan Nanditi. Hari ini, bertambah besarlah kebencian dan kekesalan Nindita kepada papa dan mama.
***
Siang itu suhu kota Padang sangat panas. Nandita dan sahabatnya, Tiwi, keluar halaman sekolah, mereka kemudian menuju kantin sekolah dan membeli dua cup jus semangka. ”Dit, Dita kenapa sih hari ini mukanya ditekuk gitu?” Tanya Tiwi sahabatnya. Nandita berhenti menyeruput jusnya dan menjawab, ”Aku sebel sama papa dan mama. Papa dan mama sekarang lebih sayang sama Nanditi. Aku benci sama papa apalagi sama mama yang selalu membela dan memanjakan Nanditi.” Nanditi? Nanditi itu khan kakak kamu yang sedang kuliah di Jogja? Kok kamu memanggilnya tanpa sebutan kak atau uni atau apalah?”Tanya Tiwi kembali. ”Sudahlah Tiwi...Jangan tanyakan aku kenapa aku memanggilnya Nanditi saja. Yang penting, saat ini aku benci dan kesal dengan papa dan mama.”Jawab Nandita sambil mendengus kesal.”Nggak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, Dit! Kamu hanya berburuk sangka kepada mama dan papamu.” Ujar Tiwi. ”Uhhggt....Sudahlah Tiwi, aku mau pulang, aku mau pergi les Biologi di NF.” Nandita langsung meninggalkan Tiwi yang mungkin kesal karena sikapnya itu.
Tidak biasanya Nandita seperti ini kepada Tiwi. Mungkin karena Nandita sedang merasa kesal dan marah. Dalam hati, Nandita menuduh papa dan mama sebagai penyebab sikap kasarnya terhadap Tiwi barusan. Hati Nindita bertambah panas sepanas suhu kota Padang siang itu. Nandita tak peduli dengan teriknya matahari siang. Dia terus melangkahkan kakinya menuju rumah dengan tetap membawa segunug kekesalan dan kemarhan kepada papa dan mama.
Akhirnya Nandita tiba di rumah. Nandita masuk ke dalam rumah dan menemukan keadaan rumah yang kosong. Semenjak kedatangan Nanditi, rumah itu tak pernah kosong.Nanditi selalu menyambut Nandita pulang sekolah. Nandita mencari kakaknya itu ke kamar belakang. Biasanya, pada siang hari Nanditi tengah asyik menyetrika baju disana, tetapi Nandita tidak menemukannya. Nandita menyusuri ruang keluarga, dia melihat neneknya tengah asyik menonton siaran TVRI Padang. ”Nek, kak Diti kemana?” Tanya Nandita pada nenek. Nenek membetulkan kaca matanya dan menjawab, ”tadi mama mengajak kak Diti ke pasar. Kayaknya mau beli bahan makanan untuk dibawa ke Jogja besok.”
”Ughhtt....lagi-lagi mama lebih memperhatikan Nanditi. Pasti di pasar mama membelikan Nanditi baju yang banyak dan bagus-bagus.” Gumam Nindita dalam hatinya yang semakin kesal dan marah. Nandita beranjak ke kamarnya dan bersiap pergi ke tempat lesnya.
***
Nandita turun dari angkot yang membawanya ke tempat les. Nandita berlari-lari kecil memasuki gedung tempat les pelajaran Biologinya. Nandita menyapa beberapa teman-temannya yang sudah duduk manis di dalam. Kemudian Nandita mencari bangku yang masih kosong dan mendudukinya. Nandita mulai membuka buku modul dan membaca halaman demi halaman sambil menunggu tentor Biologinya masuk.
”Selamat siang adik-adik! Bagaimana kabarnya? Sudah siap untuk memulai pelajaran kita hari ini?” Suara kak Dimas, tentor Nandita, mengejutkan orang-orang yang berada di dalam kelas. ”Sudah Kak” Sahut Nandita dan teman-temannya. ”Oke! Sekarang silahkan buka halaman dua puluh................................”
Drrrrrrrrtttttttt.....Tiba-tiba Nandita dan teman-temannya merasakan getaran yang lama-lama bertambah dahsyat. Kaca-kaca jendela pecah berkeping-keping, lampu-lampu kelas bergoyang kesana-kemari. ”Gempa! Gempa! Cepat keluar!” Teriak orang-orang di dalam gedung. Nandita panik bukan main. Nandita berusaha keluar dari dalam gedung tetapi dia jatuh dan terjatuh lagi karena getaran gempa yang maha dahsyat itu. Meja dan kursi yang berjatuhan menghambat Nandita dan beberapa orang temannya keluar dari kelas itu. Nandita mencoba berdiri lagi untuk menyelamatkan dirinya. Setelah bisa berdiri kembali Nandita mencoba berlari walaupun gempa masih menggetarakan gedung itu.
Akhirnya Nandita berhasil mencapai pintu utama gedung dan keluar dari dalam gedung yang telah berantakan itu. Nandita melihat kekacauan di luar gedung. Tanah dan jalanan merekah mengeluarkan air dan lumpur hitam panas. Pohon-pohonpun bayak yang tumbang akibat guncangan genpa yang dahsyat itu. ”Tsunami...! Ada Tsunami!” teriak orang-orang yang panik di luar gedung. Nandita panik dan mencari angkot yang bisa membawanya menuju rumah atau membawanya ke tempat yang aman. Sudah sekian kali Nandita dan beberapa teman-teman lesnya mencoba menghentikan angkot dan mobil yang melaju tetapi tak ada yang sudi memberikan tumpangan kepada mereka.Nandita berjalan pasrah di tengah-tengah kekacauan itu. Pasrah akan nasib selanjutnya. Pasrah apabila Tuhan akan mengambil nyawanya lewat bencana alam ini. Nandita tiba-tiba menangis teringat akan kata-kata kasarnya dan buruk sangkanya terhadap mama, papa, dan Nanditi.
”Ditaaaaaaaa.....” Nandita tiba-tiba mendengar namanya dipanggil di tenga hiruk pikuk orang yang tengah menyelamatkan diri. Nandita langsung mengedarkan pandangannya mencari sumber suara yang memanggilnya. Nandita melihat sebuah mobil kijang Innova hitam milik om War, pamannya. Dari jendela mobil itu, Nandita melihat mama menangis dan berteriak memangil-manggil namanya. Nandita langsung berlari menuju mobil itu. Nandita menyebrangi jalan yang penuh sesak oleh berbagai macam kendaraan dengan hati-hati dan akhirnya Nandita naik ke atas mobil.
Di dalam mobil Nandita melihat papa, mama, nenek, tante Res, dan om War. Mama langsung memeluk Nandita erat-erta sambil menangis demikian juga papa serta Nanditi. Rupanya setelah gempa mengguncang kota itu, mama dan papa bersikeras mencari Nandita sampai bertemu sebelum menyelamatkan diri ke bukit.
Dalam hati Nandita malu dan menyesal karena selama ini telah membenci dan berburuk sangka kepada orang-orang di sekitarnya. Nandita kini sadar bahwa banyak yang memperhatikan dan menyayangi dirinya. Gempa itu benar-benar menyadarkannya.

Monday, 19 April 2010

kejam

12Maret 2010
23:33
Menjelang pergantian hari.....
Hmmm.....masih bertemu dengan hari yang melelahkan tapi mengasyikkanlah. Pagi udah capcuzz ke kampus. Ceritanya mau wawancara ma Pak A-be...tapi...karena perut udah minta haknya, terpaksalah sang kaki berjalan menyusuri bonbin dulu.
Abis tuh lanjut ke jurusan tuk wawancara ma Pak A-be plus ngumpulin tugas komposisi yang bejibun banyaknya. Walau bejibun tetep kudu dikerjainlah bro! Ceritanya mencoba belajar agar gak selalu berkeluh kesah. Hehehehehehe....
Truz cabut ke Parsley mo masukin proposal buat talk show raditya dika. Eh ...gak taunya malah ngiler liat roti kelapa di parsley ^^.uhhhggttt!!! keluar duit lagi deh! Hiks hiks hiks...So ketika masih asyik ngeliatin roti roti nan berjajar rapi menunjukkan keanggunan bentuk mereka, si hapeku bunyi...oh God!!! Ternyata dia lageeeeeeeeeeeee -_-...hellooooo!!! kenapa saat aku sudah bisa untuk melupakan, tuh orang malah muncul???hmmm...tapi biarin ajalah. EGP!!! Yang penting aku hepi dengan kehidupanku sekarang !! wuehehehehe...( ketawa gak jelas ni!! )
Oh ya makin hari tugas kuliah makin mantap aja ( huff!! Ngeluh lagee nich ). Apalagi tugas kelompok. Dari bikin makalah sampe presentasi. Tapi harus dikerjainlah ( lagi rajin hihihi.. ). Tapi aku suka sebel kalo salah satu anak di kelompokku ngomong gini, ” Khan ada Shinta!! Ya udah biar aja Shinta yang ngerjain!!! ”. Grrrrhhhtttttt!!! Belon pernah makan rendang sepatu butut ya?? Ato belon pernah liat macan betina ngamuk ya tuh orang?? Rasanya puengggeeeen buangeeettt..........( pengen ngapain ya?? Bingung sendiri !! ). Pokoknya kata orang jawa itu mangkel.hehehe...Tapi biarlah!!! Aku juga bisa egois. Orang itu egois karena gak mau bantu ngerjain tugas kelompok. Aku juga mau egois karena aku dapetin ilmuya setealah aku jungkir balik ngerjain tugas, so how?? ( Nich Shinta versi kejam ^^ )

masa yang menyenangkan

11 April 2010
22:23
Met Malem diary digitalku....
Sungguh hari yang melelahkan tapi menyenangkan :D. Tapi inilah yang kumau. Menikmati masa-masa seperti ini sebelum masa-masa ini gak bisa kunikmati lagi hehehehe....
Pagi udah ke UIN nemenin anak – anak sastra arab manggung disana. Ceritanya nyibukkin diri jadi official gituh hehehe. Trus siangnya ke rumah epha nemenin epha ngambil transkrip nilai buat sp2mp dan buntutnya....dapat makan siang gratis di rumah epha!! Uhuyy!!! ^^. Maklum anak rantau plus anak kos hohoho...So balik ke kampus lagi coz ada meeting ( beuh!! Meeting?? ) ma pantia talk show raditya dika.
Agak sorean meluncur ke babaran. Ceritanya mau survey tempat magang tapi kayaknya epha ma mimi punya opsi laen. Tapi gak sia sia juga ke penerbitan itu coz keciprtan ilmu juga dan diminta ngajar bahasa Arab. Seneng banget dah!!! Udah lama kagak ngajar nich...kangen juga. Tapi masalahnya Cuma satu : ngajarin bapak – bapak hehehehehehe....but...why no?? ^^
Sore menjelang malam, nongkrong di gelanggang nonton pertandingan futsal. Busyeeeeeeeeettttttttt!!!! Bener – bener kayak orang kesetanan dah!!! Nyanyi – nyanyi nyemangatin tim futsal Sarab! Uhuy!!! Kayaknya bagus tuh kalo Sarab punya tim cheerleader wuakakakakakakakak....( menghayal ceritanya )
Pokoknye walaupun capek dan stress tetep dinikmatin ajalah semuanya. Selagi masih punya waktu, kesempatan dan kesehatan. Hehe...Belon tentu waktu udah kelar kuliah masih bisa kayak gini, betul??

papa j'ime

9 Maret 2010
16:44
Papa...je I’aime
Hujan sore ini deras banget lebih deras dari yang aku bayangkan. Lantai kosan langsung kotor kena aer ujan dan pasir yang berkolaborasi. Huff...handuk satu – satunya ( satu lagi sedang masuk laundry ) juga basah. Tadi kirain hujannya gak sampe jemuran dalam tapi ternyata malah sampe tangga kos kosan. Oh God!! Help me!! Kata orang kalo hari hujan dan petirnya lagi lomba bunyi, kita gak boleh idupin laptop. Tapi kali ini bodo amatlah!!! Panas terik, ujan badai tetep aja mau ngidupin sang lepi buto ijo ini. Udah gak bisa ditahan kesedihan ini. Kemana lagi coba mau tak curahkan kesedihan ini??? Kalo cerita ke temen, gak enak ma mereka coz mereka juga punya masalah sendiri khan?? Koq aku malah menambahkan masalah mereka. Lagian kalo aku cerita trus bablas nangis bombay, ugghhtt!! Gengsi donk!! Gak bangetlah.
Aku khawatir banget soalnya papa lagi sakit sejak hari Ahad kemaren. Tensi papa naek trus gak nafsu makan. Kata tante kayaknya stress tapi gak tau kenapa papa stress mungkin kerjaan kantor. Papa emang pendiem orangnya jadi jarang cerita apalagi kalo ngobrol cuma lewat telpon. Kalo lagi jauh sama orang tua kayak gini lebih sering komunikasi sama mama tapi kalo lagi di rumah baru deh deketnya sama papa.
Papa!!! Andaikan kau tau, aku disini sangat mengkhawatirkanmu. Aku memikirkanmu Pa!. Hiks...Mulai nangis bombay deh ni!!! ( untung gak da yang lihat ). Tapi aku gak bisa berbuat apa – apa. Aku cuma bisa berdoa supaya papa cepet sembuh seperti sedia kala. Amin...Seandainya aku bisa pulang ke Padang, mungkin aku udah pulang sekarang. Tapi apalah daya??

sekedar mengenang pristiwa gempa

Malam minggu 6 Maret 2010
11:00

Dear all!!!!!!!!!!
Pa kabar dunia???? Tetep asyik khan?? ^ ^. Akhirnya ketemu lagi ma hari sabtu yang menyenangkan ini. Sehari dalam seminggu dimana otak bisa melupakan sejenak tugas – tugas kuliah yang makin tambah semester makin mantap :p ini. Hari sabtu yang menyenagkan buat melakukan rutinitas mingguan. Apalagi kalo bukan HARBUNAS hehehe...So dilanjutkan dengan baca novel The Lost Symbol yang udah aku cuekin seminggu lebih ini.
Malamnya aku memutuskan untuk nyicil tugas kuliah. Yah...nyicil dikit – dikitlah...khan kata pepatah sedikit demi sedikit lama – lama jadi bukit. Hehe...bukan Cuma ngumpulin duit doank yang sedikit demi sedikit, tugas kuliah juga tuh ! hihihi...
Kalo lagi sendiri gini, inget lagi sama kejadian gempa itu. Masih keinget jelas guncangan gempa yang keras banget itu. Masih keinget teriakan mama yang panik karena adek sama papa belum pulang ke rumah. Masih inget jelas ketika aku liat tanah – tanah kebelah dua dan ngeluarin lumpur panas. Masih inget ketika ngungsi ke bukit takut kalo ada tsunami. Masih inget ketika dalam mobil aku lihat para pejalan kaki berdesak – desakkan di antara mobil dan motor untuk menyelamatkan diri juga. Aku masih ingat ketika aku lihat seorang wanita berlari tanpa sendal sambil menggendong baik kecilnya. Tuhan!!!!!!!!!! Aku ingin menaikkannya ke atas mobil tapi apa daya...mobil kami sudah penuh sesak. Dan kami masih stress karena saat itu dua anggota keluarga kami belum bersama kami.
Aku masih ingat semuanya. Masih gamang kalo mengingatnya. Sampai malam ini dan apalagi kalo sedang sendiri....Ya Allah lindungilah keluargaku di Padang......................

Wednesday, 28 October 2009

G 30 S O9 ( Gempa 30 September 2009 ) part 1

kira - kira jam 13.00
Setelah shalat Dzuhur mama mengajakku ke full bus Lorena untuk membeli tiket bus. Aku harus kembali ke jogja untuk melanjutkan studiku yang udah lewat 3 hari. Ternyata tiket bus belum turun juga tuh harganya. Setelah dipikir - pikir panjang akhirnya aku memutuskan pulang ke jogja naik bus pada tanggal 1 Oktober 2009. Setelah selesai berurusan dengan tiket, aku mengajak mama makan soto Padang di bawah matahari. Ntah kenapa sebelum balik ke jogja aku ingin makan soto Padang.
Setelah itu kami berbelanja segala kebutuhan untuk aku bawa ke jogja, kami membeli beras 4 gantang, daging 2 kilo ( pengen bawa rendang ceritanya )teri dan lain lain.
kira - kira jam 16.00
Aku dan mama ke daerah Pondok untuk membeli makanan dan cemilan khas Padang seperti Kripik Balado, Krupuk Ubi pedas dan lain - lain. Jam setengah 5 sore aku dan mama pulang ke rumah. Sesampai di rumah, kami makan sate dan setelah itu aku salat ashar. Setelah salat aku dpet sms dari adek. Dan tumbennya hari itu dia gak bilang dia lagi dimana.
Karena besoknya aku akan pulang ke jogja, aku mencuci pakaian. Mama bersiap -siap untuk masak dan mbah sedang asyik menonoton tivi. Papa belum pulang dari kantornya di Pariaman.
Tiba - tiba,,,aku mendengar suara seperti gemuruh hujan lebat,,,aku berhenti mencuci karena aku kira kalo hujan turun. Ketika aku melihat ke atas ternyata gak ada air hujan yang turun malah yang aku rasa adalah getaran di bawah kakiku. Dan saat itulah aku sadar bahwa gempa mengguncang ranah Minang
aku langsung lari dan memanggil mama dan mbah. Dengan sekuat tenaga aku, mama dan mbah lari keluar rumah. Syukurlah mama sudah keluar dari pintu karena beberapa detik setelah mama keluar dinding sebelah pintu itu roboh...............

Wednesday, 9 September 2009

ketika kata - kata tak mungkin diucapakan..

hmmmm.....akhir - akhir ini aku sedang suka menulis. Apa aja aku tulis dari tentang serpihan - serpihan perjalanan hgidupku sampai tentang mata kuliah yang aku simpulkan. Tapi itulah aku yg belum profesional dal dunia tulis menulis. Ketika kata - kata tidak lagi bisa diucapakan maka tulisan sangat pentinguntuk mengungkapkannya hehehehe

Saturday, 5 September 2009

selalu terbayang..

Kalau kalian baca blog lain kalian akan menemukan tulisan yg berbobot. Tp inilah aku dengan tulisanku sendiri dan mungkin gak berbobot sama sekali but it's me!! Mngkn kejadian yg aku alami ini udah basi bngt tp buatku ini adalah petama kalinya di kehidupanku. Ini pertama kalinya aku “suka” seseorang. Rasa itu dtng bgt saja. Rasa itu mash terpendam dlm hati,sll t'bayang hari2ku yg kulalui
dnganya

Wednesday, 2 September 2009

bersyukur...

" ih males deh kuliah!!! "
" kenapa sih kuliah melulu?? bosen tau!!"

Kenapa sih masih banyak dari kita - kita terkadang mengeluh seperti itu?? Padahal seharusnya kita bersyukur masih diberi kesempatan menuntut ilmu setinggi - tingginya...coba kita lihat di sekeliling kita kawan!!! banyak saudara2 kita yang belum diberi kesempatan yang besar ini. Untuk makan sehari - hari saja mereka sudah susah apalagi untuk membiayai kuliah.
Maka dari itu kita harusss selalu bersyukur, berrsyukur dan bersyukur!! plus jangan mengeluh,,,

Friday, 28 August 2009

pihak ketiga, pihak yang dirugikan

Hai sahabatku, jangan pernah
Merebahkan kesalahanmu
Pada semua yang kau anggap
Merebut kekasih hatimu
Mencuri pasangan jiwamu

*
Dan sesungguhnya bila kamu
Kehilangan cinta sejatimu
Itu semua karna kamu
Tak sungguh-sungguh pelihara
Dan menjaga cinta matimu

Reff:
Cinta mati harus dijaga sampai mati
Jangan sampai ke lain hati
Nanti jadinya patah hati
Hati-hati menjaga hati
Mata hati

hufffff.....kenapa kejadian ini terjadi tuk kedua kalinya??? kenapa aku dikira pihak ketiga yang "merebut hak milik orang lain"....dulu cuma gara2 nge Add FS temen kul eh ceweknya ngamuk2..truz temenku marahin aku so buntutnya aku deh yang telpon and minta maaf....ughhh sebellll banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! jadi pihak yang dirugikan ne hiks...
sehari sebelum puasa,,,kejadian serupa juga terjadi,,,kali ini cuma gara2 poto yang diupload dan ditag di FB....dasar lebay!!!!!!! itu khan fotonya brtiga plus ada jaraknya..buntutnya gw lagi yang harus minta maaf.
kenapa sih koq ada orang yang segitu cemburuannya!!! ckckckc astagfirullah!!! pada gak mikir pake logika ya??? lagian mana doyan aku ma cowok yang punya cewek...gini2 aku juga cewek walaupun belum pernah "menjalin hubungan ma cowok" aku tau rsanya....semoga gak terulang tuk ketiga kalinya....huff

Friday, 12 June 2009

nonton KCB

Hari ini gw nonton KCB alias ketika cinnta bertasbih ma temen2. Gw nonton bareng zam2, zaki, cindy and mbak yayun.Waktu kita ke 21 ternyata qita ketemu ma kakak2 angkatan. Jadilah kita serombongan anak - anak sastra asia barat UGM yang pindah kuliah ke 21 hehehehehehe
bukan serasa di bioskop ne, tapi serasa di kelas
wakakakakak
filmnya????
MANTABBBBBBBB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pesen2 yang terkandungnya bisa sampai ke penonton, bahasa arabnya TOP BGTlah ( menurut gw c... )lucu plus mengharukan
beda bangetttttttttttzzzzzzzzz ma AAC
hehehehehe
besok selasa mulai UAS ne ....
doakan gw yak!!!!
 

Sate Padang Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang